Bertemu Menteri Sandiaga Uno, Rusman Emba Paparkan Potensi Pariwisata Muna – Kendari Pos
Nasional

Bertemu Menteri Sandiaga Uno, Rusman Emba Paparkan Potensi Pariwisata Muna


KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna, LM. Rusman Emba terus mengampanyekan jargon Mai Te Wuna dalam rangka menjadikan otoritanya sebagai daerah tujuan wisata dan investasi. Upaya lobi pemerintah pusat terus dilakukan melalui Kementerian terkait untuk mendapatkan dukungan kebijakan dan anggaran.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba (kiri) menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) dan memaparkan konsep pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan jargon Mai Te Wuna. Bupati menegaskan Kab.Muna siap menggelar event nasional.

Senin (25/1) kemarin, Rusman melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di gedung Sapta Pesona, Jakarta. Di sana Rusman bertemu langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan memaparkan konsep pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan jargon Mai Te Wuna yang telah digagas empat tahun terakhir. Saat bertemu menteri, Bupati Rusman menyodorkan kesiapan Muna menjadi tujuan wisata maupun tuan rumah pelaksanaan event berskala nasional.

Bupati Rusman mengatakan, Muna sangat layak menjadi kawasan wisata strategis nasional karena memiliki destinasi menarik. Beberapa diantaranya ialah danau air asin Napabale, pantai Meleura dan gua pra sejarah Liangkabori di Kec. Lohia dan pantai Binung Pinungan di Kec. Towea. Selain itu, potensi kearifan lokal dan produk kerajinan di Muna juga banyak yang menarik dan bisa menjadi sumber daya ekonomi daerah dan nasional. Misalnya budaya perkelahian kuda dan tenun Masalili.

“Potensi di Muna itu juga membutuhkan sentuhan pusat agar optimal dikembangkan. Itu yang kami sampaikan kepada Menteri Sandiaga Uno,” ujar Bupati Muna, Rusman Emba kepada Kendari Pos melalui sambungan telepon, Senin (25/1) kemarin.

Kepada Menteri Sandiaga Uno, Bupati Rusman mengatakan dalam empat tahun terakhir, potensi tersebut sudah dikembangkan secara serius. Bahkan dirinya meluncurkan jargon kampanye pariwisata Mai Te Wuna untuk memromosikan daerahnya. Jargon itu merupakan sebuah kalimat ajakan yang disadur dari bahasa lokal dan secara sederhana dapat diartikan Ayo Datang ke Muna.

Rusman menceritakan, Mai Te Wuna tidak saja memromosikan tempat wisata yang menarik, melainkan juga ajakan berinvestasi di berbagai sektor seperti pertanian, peternakan dan perikanan. Jargon Mai Te Wuna tersebut juga untuk membuktikan jika masyarakat dan Pemkab Muna sudah sangat ramah pada investasi.

“Mai Te Wuna ini merupakan sebuah ajakan datang berkunjung ke Kab. Muna. Bisa ditujukan untuk wisatawan lokal maupun mancanegara ataupun bagi para investor swasta ataupun negara,” kata Rusman kepada Menteri Sandiaga Uno.

Selain itu, pengembangan kepariwisataan Muna juga sudah dilakukan secara komprehensif. Mulai dari aspek administrasi, kesiapan infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi kreatif. Rusman melanjutkan, saat ini Kab. Muna telah merampungkan peraturan daerah tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (Riparda) yang disusun dengan mengacu kepada blue print pengembangan pariwisata nasional. Perda tersebut menjadi syarat menggaet dana pusat dalam pengembangan kepariwisataan. Selain itu, penataan infrastruktur destinasi juga sudah dilakukan meskipun dengan dukungan dana terbatas.

Lebih jauh, Rusman menjelaskan jika pariwisata bukan sekedar tamasya ke suatu destinasi. Melainkan menjadi sebuah industri yang melibatkan berbagai sektor. Mulai dari ekonomi krearif, digital dan budaya. Pariwisata sebagai industri kini membuka ruang inovasi bagi anak muda dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Makanya, untuk menguatkan program Mai Te Wuna, dirinya sudah mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan melibatkan milenial. Salah satunya industri tenun tradisional Masalili yang diolah menjadi produk mode kekinian. Bahkan tenun Masalili saat ini sudah dipromosikan hingga ke mancanegara, misalnya di negara Rusia dan Perancis.

“Disamping itu, Menteri Parekraf Sandiaga Uni senang karena Muna ternyata sudah melaksanakan promosi wisata yang dirangkaikan dengan event besar. Contohnya festival Meleura lengkap dengan lomba maraton internasional yang pesertanya datang dari Kenya. Konsep ini dinilai perlu dilanjutkan,” terangnya.

Dalam pertemuan bersama Menteri Parekraf Sandiaga, tidak ketinggalan Rusman menyampaikan keinginannya agar kedepan Kab. Muna menjadi tuan rumah penyelenggaraan event nasional dibidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Jika kepercayaan itu diberikan, Rusman mengatakan masyarakat dan Pemkab Muna akan sangat siap dengan segala potensinya.

Ia berkeyakinan, otoritanya memiliki banyak destinasi dan kearifan lokal yang bisa dikemas menjadi pagelaran berskala besar. Seperti festival layang-layang tradisional, pertunjukkan perkelahian kuda ataupun iven yang mengeksplorasi keindahan alam. Misalnya kawasan bukit karst Liangkabori ataupun festival Napabale, Towea maupun Meleura.

“Suatu kesyukuran juga karena Menteri Parekraf Sandiaga Uno berjanji akan berupaya mengunjungi Kab. Muna untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan program pengembangan ekonomi kreatif. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama lagi,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy