UKW di Harian Fajar Makassar, Wartawan Kendari Pos Dinyatakan Kompeten – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

UKW di Harian Fajar Makassar, Wartawan Kendari Pos Dinyatakan Kompeten

KENDARIPOS.CO.ID — Jumat (18/12) pagi itu, beberapa wartawan Kendari Pos tengah berdiskusi dan membaca sejumlah literasi di Ruang Redaksi Kendari Pos. Enam junalis itu menyiapkan diri guna mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW) ke XX yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Graha Pena Fajar, Makassar, selama 19 dan 20 Desember.

Ketua PWI Sulsel HM. Agus Salim Alwi Hamu (tiga kanan) foto bersama Pemred Kendari Pos Inong Saputra (dua kanan), Manajer Iklan Kendari Pos Awal Nurjadin (kiri), Redaktur Pelaksana Kendaripos.co.id La Ode Iman (dua kiri), Redpel Kendari Pos Hasruddin Laumara (tiga kiri) dan Reporter Metropolis Kendari Pos Agus Setiawan (kanan) usai mengikuti Ujian Kompetisi Wartawan angkatan ke XX di Graha Pena, Fajar Grup, Makassar, Minggu (20/12).

Tiga jurnalis Kendari Pos itu menjalani UKW kategori utama dan tiga jurnalis jenjang muda. Keenam jurnalis itu dinyatakan kompeten dan profesional sehingga berhak menyandang sertfikasi kategori utama dan muda.

Adalah Hasruddin Laumara, Awal Nurjadin dan La Ode Iman, jurnalis Kendari Pos yang kini menyandang sertifikasi wartawan utama usai menjalani UKW. Tiga jurnalis lain lulus jenjang wartawan muda. Sebanyak 36 jurnalis dari 42 jurnalis dinyatakan kompeten dan menyandang status wartawan muda, madya hingga utama.

Ketua PWI Sulsel, Agus Salim Alwi Hamu menagatakan, UKW merupakan program yang sudah dicanangkan untuk menghasilkan wartawan profesional, sehingga para insan pers dituntut untuk berkompeten dan bisa mengimbangi perkembangan teknologi saat ini.

“Di era digital saat ini, kita tidak bisa menutup mata. Saingan kita adalah media sosial bukan media online. Sehingga teman-teman (jurnalis) dituntut untuk berkompeten. Bagi yang tidak berkompeten bukan berarti tidak lulus, melainkan belum berhasil. Tapi jangan khawatir PWI Sulsel akan menggelar UKW lagi dan tentunya saya akan subsidi lagi,” kata Agus Salim Alwi Hamu membuka UKW bertajuk “melahirkan insan pers yang berkualitas, bermoral dan berintegritas”.

Direktur Utama Harian Fajar ini menambahkan, akan membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi seluruh jurnalis yang ada Sulawesi khususnya wilayah Sulsel untuk mengikuti uji kompetensi. Itu dilakukan untuk mengakomodir keterbatasan biaya para jurnalis. “Insyah Allah per triwulan kita akan melaksanakan UKW dengan penguji yang profesional dari pusat. Kami (PWI Sulsel) sepakat untuk memberikan subsidi,” ujar Agus.

Khusus di lingkup Harian Fajar, Agus mengaku telah menekankan jajaran redaksi agar seluruh wartawannya harus berkompetensi. Tidak ada wartawan yang tidak mengukuti uji kompetensi, semua harus kompeten. Karena syarat dari perusahaan media disertifikasi, semua jurnalisnya harus kompeten.

Redaktur Pelaksana Kendari Pos Hasruddin Laumara yang ikut UKW mengatakan dirinya dinyatakan lulus karena memperoleh skor sesuai syarat standar kompetensi. Menurutnya tiga jurnalis Kendari Pos yang ikut ujian jenjang utama meraih nilai melebihi ambang batas. “Insya Allah, kita berkompeten karena rata-rata dapat skor sesuai dari syarat kompetensi. Saya dapat nilai diatas 70. Kalau 70 ke bawah dianggap tidak kompeten,” ungkapnya.

Salah satu peserta UKW, Rizal, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru setelah mengikuti uji kompetensi kali ini. Misalnya terkait soal kode etik, undang-ungang pers dan penyiaran. “Sebagai jurnalis, kadang menganggap itu adalah hal yang sepele. Padahal sangat penting. Setelah UKW kita sadar bahwa hal itu harus kita ketahui dan terapkan dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, melalui UKW, jurnalis bisa belajar banyak soal bagaimana pers bisa sehat, bisa berkembang dengan baik. Sehingga menjadi hal mutlak bagi seluruh wartawan harus menjalani uji kompetensi.

“Terus terang, saya dan beberapa kelompok yang ada pemimpin redaksi (pimred) yang mengikuti ujian muda sedikit kewalahan menjawab pertanyaan. Ini tentu jawaban bahwa pengalaman di media belum tentu menjadi jaminan, sesuai dengan standar kompetensi wartawan,” kata Rizal.

“Saya berharap uji kompetensi ini bisa mendorong kita semua untuk bagaimana mengembangkan kapasitas kita sebagai seorang jurnalis dan bisa sadar bahwa pers ini harus majukkan secara bersama,” pungkasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy