Telepon dari Perancis, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Telepon dari Perancis, Oleh : La Ode Diada Nebansi


KENDARIPOS.CO.ID — Saya acung jempol kepada yang legowo yang menerima kekalahan. Tapi, ini bukan persoalan legowo atau tidak, tapi, ini persoalan dunia-akhirat. Persoalan dunianya adalah soal keadilan. Dan karena itu, harus digugat. Persoalan akhiratnya adalah: saya tak ingin seorang pemimpin yang merebut singgasana kekuasaan dengan cara-cara yang tak benar, karena itu adalah dosa.

Jikalau pemimpin itu berlumur dosa dari cara perolehan kekuasaannya maka saya akan tercatat dan dimintai pertanggungjawaban oleh malaikat: kenapa kamu membiarkan saudaramu larut dalam dosa sementara kamu bisa saja mengingatkannya melalui sidang Mahkamah Konstitusi agar kelak di dalam pemerintahannya, ia menyertakan perintah dan kebijakan untuk membayar dosa. Sekali lagi, ini bukan soal legowo atau tidak. Ini bukan soal menang atau kalah.

Bagi para kandidat Kepala Daerah yang startingnya berkomitmen seperti itu, kita harus angkat jempol. Tetapi, manakala kandidat yang dalam rentang masa “bakal calon”, “calon” dan “mantan calon” ia bertindak tidak seperti yang ia utarakan, maka legowo adalah pilihan satu-satunya.

Ndak usah menggugat. Misalnya, kamu menggugat money politic. Memangnya, kamu tak main money politic? Jika ternyata yang kamu gugat soal money politic, dan, kasus itu kamu ketahui setelah menginterogasi pemilih yang mengecewakanmu, dan ketika hakim MK menginterogasi pemilih tersebut jawabannya: saya pilih amplop yang tebal Pak Hakim. Saudara saksi terkait, apa benar ada peristiwa amplop yang baku tindis-tindis? Misalnya, amplop 200 ditindis 300. Amplop 300 ditindis 500.

Aleee, bukan baku tindis kune Pak Hakim. Amplop itu bukan ditindis tapi terkorting oleh tim sukses. Amplop 500 jadi 300, amplop 300 jadi 200. Tapi yang jelas Pak Hakim, banyak amplop yang beredar. Pak Hakim percaya ndak, bahwa yang menggugat money politic itu tak bermain amplop? Artinya, kalau kamu bermain amplop, dia juga bermain amplop, bukankah itu puli? Jadi, jammiii.

Saudara saksi, apa benar ada pengerahan ASN dan pejabat? Mungkin tak diarahkan, tapi ASN dan pejabat bisa jadi menyibukkan diri sendiri. Pak hakim percaya ndak, jika setiap kandidat bupati itu pasti ada ASN dan pejabat yang bergerak di belakangnya? Pak hakim harus percaya itu. Artinya, kalau kamu dibackup ASN dan pejabat dan dia juga dibackup ASN dan pejabat, bukankah itu: puli? Jadi, ah jammii.

Kalaulah kamu menggugat penyelenggara pemilu yang tak netral, maka amat tak adilnya system pemerintahan dan konstitusi kita jika tindakan tak netral itu bakal mendiskualifikasi calon terpilih dalam sidang pengadilan. Kenapa? Katakanlah, para penyelenggara adalah “orang-orang” saya, dan saya perintahkan untuk mendukung pesaing saya, didokumentasikan, difoto, divideokan, dan kelak akan saya jadikan barang bukti di pengadilan nanti dan rival saya didiskualifikasi, maka inilah yang saya maksud dengan ketidak-adilan itu.

La Ode Diada Nebansi

Tindakan ketidak-netralan penyelenggara pemilu, sanksinya tidak tepat dikenakan kepada salah satu dari mereka yang bersaing. Dia penyelenggara yang seluruh tindakannya dibatasi dengan aturan dan ancaman peradilan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Agar tahu saja, penyelenggara Pemilu itu tak boleh berbaju kuning. Tak boleh berbaju merah. Tak boleh berbaju hijau. Tak boleh berbaju biru. Tak boleh berbaju hitam. Tak boleh berbaju yang warnanya mengandung unsur warna lambang partai. Jangankan mengenakan warna yang sewarna dengan bendera partai, berfoto, bersalaman, bersenyum-senyum dengan calon kepala daerah tak dibenarkan. Jika ketahuan, mereka disumprit. Sumpritannya macam-macam. Bisa teguran ringan. Bisa dihanda-handa (teguran berat). Bisa diwembe (dipecat).

Diteleponlah saya seorang kepala sekolah dari kawasan Timur Laut. Ia mengeluh karena terancam dimutasi. Kenapa? Saya “jalankan” calon bupati. Kenapa kami diancam sementara ada juga pejabat dari kawasan Barat Daya yang “jalankan” juga calon bupati. UU ASN ini hanya mengatur ASN yang bertugas di Timur Laut-kah? Kamu sekarang dimana? Di La Vinde. Dimana itu La Vinde? Kocari di google earth pasti kodapat. Alee, di Perancis belae. Adakah juga pemilihan bupati di Perancis? Apa? Ada juga? Kenapa? “xk xk xk xk xk xk xk xk” Lagi dimanakah ini? Di atas katinting booss.(nebansi@yahoo.com)

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy