Sukses Lobi Kementerian Pertanian, Rabia Salurkan Bantuan Alat Mesin Pertanian

KENDARIPOS.CO.ID — Di usia masih muda, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan mengabdi untuk rakyat Sultra. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjadi pilihan bidang pengabdiannya. Dari Senayan, senator muda asal Sultra yang karib disapa Rabia itu bergerak membantu petani dan memajukan Sultra.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan (kanan) intens blusukan ke daerah-daerah. Dia menyerap dan menjawab kebutuhan petani. Senator muda asal Sultra itu sukses melobi kementerian dan menyalurkan bantuan Alsintan untuk petani demi kemajuan daerah Sultra

Rabia sukses menjalankan perannya di parlemen dan mendapatkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ke petani melalui Kementerian Pertanian yang menjadi mitranya. Baru-baru ini, Rabia bertandang dan menyalurkan bantuan alsintan untuk petani di Kabupaten Muna dan Konawe.

Anggota Komite II DPD RI itu mengatakan bantuan alsintan berasal dari Kementerian Pertanian RI yang dialokasikan melalui dana APBN. “Alhamdulillah, Menteri Pertanian menyetujui usulan bantuan alsintan dari daerah yang saya usulkan, Muna dan Konawe. Ini berkat kerja keras dan komunikasi yang intens di Kementan maupun Dirjen PSP Kementan RI serta kepada Pemda,” kata Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan kepada Kendari Pos, Kamis (3/12).

Srikandi muda di panggung parlemen nasional itu menambahkan bantuan yang disalurkan diberikan kepada daerah yang telah mengajukan ke Kementan RI melalui usulan Dinas Pertanian. “Kami upayakan agar setiap tahun memperoleh secara berkala dan menyentuh ke semua kabupaten ataupun kota se Sultra. Di satu sisi kami butuh koordinasi yang baik dari pemerintah daerahnya,” ujar nya.

Sebelum itu, Rabia menjalin kerja sama dengan beberapa kementrian lain, seperti Kementerian PUPR dan mendapatkan bantuan Program BSPS, Kementerian LHK RI dalam bentuk kerja sama penanaman pohon dan mendapatkan bantuan alat pengelolaan sampah. Termasuk memperjuangkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Bantuan tersebut semata-mata untuk masyarakat Sultra. “Memang Kemendikbud, bukan mitra saya, tapi dengan komunikasi yang baik alhamdulillah bantuan beasiswa PIP, bisa kita wujudkan untuk masyarakat Sultra

Poin yang patut disyukuri, kata Rabia adalah Kementerian mitra Komite II DPD RI dapat diajak berkomunikasi yang baik sehingga bantuan di tahun 2020 ini terealisasi, kendati dalam suasana pandemi covid-19. “Banyak loh program dan anggaran yang dipotong hampir di semua instansi, namun alhamdulillah berkat komunikasi yang baik, beberapa program dapat kami bawa ke Sulawesi Tenggara,” beber Rabia.

Rabia berkomitmen ke depannya program-program yang ada di pusat, akan diupayakan agar menyentuh daerah Sultra. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat. “Kami akan terus mengawal program ataupun bantuan yang ada kedepannya. Kami juga butuh dukungan dari Pemda dan masyarakat agar bantuan ini bisa berhasil diperjuangkan,” pinta Rabia.

Putri mantan Bupati Muna dua periode, Ridwan BAE itu menjelaskan, amat banyak komentar negatif yang menyasar dirinya di musim pilkada 2020 ini. Narasi-narasi yang tidak konstruktif dan dominan hanya untuk kepentingan politik semu. “Tidak penting untuk ditanggapi. Kalau dibilang dinasti, orang juga tahu siapa yang bekerja dengan benar dan ikhlas demi kepentingan rakyat, dan siapa yang hanya hobi menghujat,” ungkap Rabia.

Persoalan politik, mestinya menjadikan masyarakat bebas memilih siapa yang akan dipilihnya. Karena sekarang zaman demokrasi, orang dapat menentukan pilihan masing-masing dengan bebas. “Tidak perlu ada intervensi dari pihak manapun. Kalau mereka menyukai karena prestasi, maka tidak ada yang salah dengan pandangan tersebut,” tandas Rabia. (ali/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *