Sarjono Resmi Nakhodai Kejati Sultra, Jaksa Agung : Wujudkan Kejaksaan Profesional dan Modern


KENDARIPOS.CO.ID — Pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) resmi berganti. Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin melantik Sarjono Turin sebagai Kepala Kejati (Kajati) Sultra di gedung Badan Diklat Kejagung RI di Jakarta Selatan, kemarin.

Kasi Penkum Kejati Sultra, Herman Darmawan membenarkan pelantikan Sarjono bersama 38 pejabat lainnya. Herman Darmawan mengutip amanat Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin yang mengatakan dalam setiap promosi dan mutasi diperlukan evaluasi guna tercapainya kinerja optimal. ST Burhanuddin yakin rotasi jabatan ini sudah tepat dan akan berkontribusi memberikan manfaat positif bagi terwujudnya Kejaksaan yang profesional, modern, bermartabat, dan tepercaya.

“Ada beberapa pokok penekanan tugas yang harus segera dilaksanakan, yakni segera identifikasi, pelajari, kuasai, dan selesaikan berbagai persoalan di tempat penugasan baru, guna akselerasi dan akurasi dalam pelaksanaan tugas,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin seperti dikutip Kasi Penkum Kejati Sultra, Herman Darmawan dari siaran pers Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Selasa (8/12).

Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin (kiri) melantik puluhan pejabat eselon II kejaksaan di gedung Badan Diklat Kejagung RI di Jakarta Selatan, Selasa (8/12). Salah satu yang dilantik adalah Sarjono Turin sebagai Kepala Kejati (Kajati) Sultra.

Menurut ST Burhanuddin pengambilan sumpah jabatan ini merupakan upaya menjaga keberlangsungan dan eksistensi organisasi. Selain itu, sebagai momen kembali mengingat dan menyadari, kewajiban dan tanggung jawab besar yang diemban lembaga kejaksaan. “Dengan prosesi ini diharapkan kita senantiasa meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dirinya meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk menciptakan suasana kerja yang produktif, inovatif, transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas, serta tumbuhkan etos kerja yang berorientasi pelayanan kepada masyarakat namun harus tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Wujudkan proses penegakan hukum yang berkeadilan, profesional dan bermartabat yang dilaksanakan dengan senantiasa mengacu pada hati nurani dan integritas luhur yang menjadi landas pijaknya.

“Kawal dan sukseskan setiap kebijakan pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan jaga integritas, jauhi penyimpangan, dan perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas,” tegas ST Burhanuddin.

Untuk diketahui Sarjono menggantikan Raden Febrytriyanto yang mendapat tugas sebagai lnspektur IV Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI di Jakarta. Posisi Wakajati Sultra juga dirotasi. Juniman Hutagaol pindah tugas di Kalimantan Barat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi. Penggantinya adalah Akhmad Yani, yang sebelumnya menjabat koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Mutasi dan rotasi jabatan pejabat eselon II itu berdasarkan Surat Keputusan
Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 250 tahun 2020 tanggal 4 Desember 2020, tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. (ndi/c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *