Rayakan Pesta Tahun Baru, Sanksi Menanti! – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Rayakan Pesta Tahun Baru, Sanksi Menanti!


KENDARIPOS.CO.ID — Sudah jamak saban tahun baru selalu ada selebrasi. Ada pesta kembang api, kumpul-kumpul di tempat hiburan hingga pawai dan karnaval. Tapi tidak untuk tahun baru 2021. Kapolri sudah menerbitkan maklumatnya. Bagi yang nekat berpesta, siap-siap saja berhadapan dengan aparat dan sanksi menurut UU. Silakan memilih, selebrasi tahun baru atau diganjar sanksi.

Dalam maklumat itu terdapat sejumlah larangan (lihat grafis). Tujuannya untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Nah, bagi pelanggar, sanksi yang dapat diterapkan sesuai peraturan perundang-undangan adalah pasal 14 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit dan pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sanksinya berupa pidana penjara dan denda (lihat grafis).

Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya melalui Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengingatkan masyarakat agar mematuhi maklumat Kapolri untuk tidak menggelar hajatan dalam bentuk apapun yang menciptakan kerumunan massa. “Mari kita saling melindungi satu sama lain dengan mengedepankan penerapan prokes Covid-19, khususnya menjelang tahun baru 2021, hindari segala bentuk aktivitas yang menimbulkan kerumunan,” ujar Kapolda seperti dikutip Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan kepada Kendari Pos, Minggu (27/12) kemarin.

Polda Sultra mengawal dan menjalankan maklumat Kapolri. Apabila ditemukan kegiatan yang bertentangan dengan maklumat ini maka Polda Sultra tak segan-segan menindak pelaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mulai sanksi yang diatur Peraturan Gubernur hingga KUHP.

“Sampai saat ini, kami masih menerapkan cara persuasif dan sebagian besar masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah dan kepolisian. Semuanya berjalan kondusif,” ungkap Kombes Pol Ferry Walintukan.

Namun siapapun yang tetap nekat melakukan kerumunan, Polda Sultra akan bersikap tegas dan membubarkan kegiatan tersebut. “Sanksi pidana merupakan langkah terakhir yang kami lakukan,” tutup Kombes Pol Ferry Walintukan.

Gerakan pemerintah pusat menekan angka penyebaran Covid-19 didukung Gubernur Sultra, Ali Mazi. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Gubernur Sultra telah membatasi masyarakat dalam selebrasi pergantian tahun dan melarang beragam bentuk kegiatan atau pesta menyambut tahun baru bagi pelaku usaha atau pengelola tempat hiburan. Tujuannya agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 dalam perayaan tahun baru.

Dalam surat edaran Gubernur Sultra Nomor 003.2/6591, tertuang larangan pesta kembang api, petasan, menenggak minuman beralkohol. “Saya meminta masyarakat dan pengelola tempat hiburan mematuhi surat edaran ini. Hal ini demi masyarakat kita juga. Sehingga penularan pandemi Covid-19 di Sultra ini bisa kita tekan.Bahkan masyarakat yang tetap menjual maupun yang membeli petasan kita akan minta petugas menindak tegas,” ujar Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Upaya ini dilakukan karena penyebaran pandemi Covid-19 di Sultra belum melandai. Di sisi lain, animo masyarakat dalam perayaan tahun baru selalu tinggi. Pemprov Sultra hadir dalam upaya menangkal bertambahkan kasus Covid-19. “Jadi terdapat larangan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam atau diluar ruangan. Bagi setiap pelanggar bakal dikenakan sanksi,”pungkas Gubernur Sultra Ali Mazi.

Sementara itu, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra, dr.La Ode Rabiul Awal, mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan aktivitas. Sebab pandemi Covid-19 masih terus terjadi.”Kasus penyebaran masih terjadi ditandai dengan masih adanya penambahan kasus positif baru, sehingga disiplin prokes itu penting bagi kita semua,” kata pria yang karib disapa dokter Wayong itu.

Dia mengatakan, prokes harus terus hidup dalam keseharian masyarakat. Utamanya disiplin menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Jadi memang sangat perlu menerapkan 3 M dalam menjalankan aktivitas di luar rumah. Sehingga kita bisa menekan angka kasus kita, sebab hingga data 26 Desember masih ada penambahan 4 kasus di Sultra,” kata Rabiul. (ndi/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy