Pesta Tahun Baru Dilarang, Pelanggar Bakal Kena Sanksi – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pesta Tahun Baru Dilarang, Pelanggar Bakal Kena Sanksi


KENDARIPOS.CO.ID — Momentum pergantian tahun biasanya disambut dengan selebrasi oleh masyarakat. Tapi tidak untuk tahun ini. Pemerintah melarang beragam bentuk kegiatan atau pesta menyambut tahun baru bagi pelaku usaha atau pengelola tempat hiburan.

Pemprov Sultra tak ingin selebrasi tahun baru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Wabah Covid-19 masih mengintai warga Sultra. Nah, salah satu cara memutus mata rantai penyebarannya adalah mencegah kerumunan di perayaan tahun baru itu.

Bukan hanya itu, pesta kembang api, petasan, menenggak minuman beralkohol pun dilarang. Larangan itu tertuang dalam surat edaran Gubernur Sultra Nomor No.003.2/6591 tentang kegiatan masyarakat selama libur Hari Raya Natal dan menyambut tahun baru 2021 dalam tatanan kehidupan era baru di Sultra.Surat edaran ini mulai berlaku 21 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

“Surat edaran ini dibuat demi masyarakat kita juga agar penularan Covid-19 di Sultra ini bisa kita tekan. Euforia perayaan tahun baru selalu ramai dan animo masyarakat tinggi. Namun karena masih adanya pandemi Covid-19 ini, maka saya minta masyarakat menahan diri dulu,” kata Gubernur Sultra, Ali Mazi, Selasa (22/12) kemarin.

Gubernur Sultra dua periode itu meminta setiap pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat fasilitas umum atau tempat hiburan yang melaksanakan aktivitas selama libur hari Raya Natal dan menyambut tahun baru 2021 untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Nah, bagi mereka yang melanggar, tentu saja ada konsekuensi yang harus diterima. Konsekuensi itu adalah sanksi. Sanksi pelanggar surat edaran gubernur merujuk pada Pergub Sultra Nomor 29 tahun 2020 tentang pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengingatkan para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab fasilitas umum wajib melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Prokesnya yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand sanitizer. Selanjutnya membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak, tidak boleh berkerumun. Terakhir membatasi aktivitas di tempat umum atau keramaian.

“Kepada para bupati dan wali kota se Sultra segera membuat Surat Edaran (SE) untuk masyarakat, tempat usaha dan tempat wisata untuk tidak memfasilitasi semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, termasuk acara perayaan pergantian tahun,” pinta Gubernur Sultra Ali Mazi.

Bupati dan wali kota mesti memperkuat operasi Yustisi dan patroli pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan sampai di tingkat kecamatan dengan melibatkan aparat TNI, Polri, Kejaksaan dan instansi terkait lainnya. “Serta melakukan pengetatan protokol kesehatan di daerah tujuan wisata,” imbuh Gubernur Ali Mazi. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy