Peduli HAM, 14 Pemda Raih Penghargaan

Gubernur Sultra, Ali MAzi (tengah), Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan (enam dari kanan), Wakil Ketua DPRD Sultra, Herry Asiku (tujuh dari kanan) bersama para kepala daerah penerima penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM di aula Rujab Gubernur Sultra, Senin (14/12) kemarin


KENDARIPOS.CO.ID — Belasan kepala daerah di Sultra mendapat kado manis di Hari HAM Sedunia ke-72. 14 kabupaten dan kota mendapat penghargaan daerah Peduli dan Cukup Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Gubernur Sultra Ali Mazi mewakili pemerintah pusat menyerahkan penghargaan kepada para bupati usai peringatan Hari HAM secara virtual yang dipimpin Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, kemarin.

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengapresiasi 14 kabupaten dan kota yang menerima penghargaan kepedulian HAM dari pemerintah pusat melalui Kemenkumham RI. “Raihan predikat ini dinilai berdasarkan standar pelaporan dan kegiatan yang sudah ditetapkan berdasarkan standar Hak Asasi Manusia,” ujarnya di dampingi Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan usai peringatan Hari HAM di aula merah putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Senin (14/12).

Gubernur Ali Mazi mendorong kabupaten dan kota untuk meningkatkan kepedulian terhadap hak asasi manusia (HAM). Sehingga ke depannya bukan hanya 14 daerah melainkan secara keseluruhan 17 daerah mendapat predikat Peduli HAM. Pelaporan ini pelaksanaan HAM di daerah melalui sistem elektronik. “Saya sebagai gubernur tentu akan mendorong daerah-daerah untuk mengikuti langkah-langkah sesuai aturan, sehingga ke depannya 17 kabupaten dan kota bisa meraih predikat Peduli HAM,” papar Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu memotivasi tiga daerah yang belum mendapat predikat Peduli HAM tahun ini agar pada tahun mendatang bisa meraih predikat yang sama. Reward Peduli HAM ini adalah indikator pemda melaksanakan pelayanan hak-hak manusia di daerahnya.

“Tentu ini harus menjadi perhatian serius, bagi ketiga pemerintah daerah tersebut. Harapan saya, tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya, bukan hanya 14 kabupaten dan kota saja tetapi 17 daerah yang berhasil meraih predikat Peduli HAM,” tegas Ali Mazi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan mengatakan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mencapai predikat kabupaten dan kota Peduli HAM. Misalnya pelayanan publik berbasis HAM, terpenuhinya hak perempuan dan anak dan lain-lain. Setiap enam bulan sekali, pemda melaporkan pelaksanaan HAM di daerahnya melalui sistem yang disediakan. “Tiga kabupaten yang belum menerima predikat Peduli HAM tahun ini belum tentu tidak melakukan pelayanan. Hanya mungkin belum melaporkan. Jadi ini hanya persoalan waktu saja,”ungkapnya.

Terpisah, Bupati Konsel Surunuddin Dangga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada semua pihak atas sinergisitas yang terbangun sehingga Peduli HAM disematkan ke Kabupaten Konsel.
“Ini menunjukkan wilayah Konsel adalah daerah aman dan ramah yang peduli atas hak kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, kependudukan dan hak atas perempuan dan anak serta lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bupati Surunuddin memaknai penghargaan itu untuk memacu peningkatan pelayanan masyarakat dengan terus bahu membahu membangun solidaritas kebangsaan dan semangat anti kekerasan.
“Prestasi ini menjadi motivasi dan wajib kita tingkatkan di tahun mendatang bisa lebih baik terkhusus pada kepedulian dan peningkatan pelayanan ke masyarakat,”pungkas Surunuddin.

Kebanggaan yang sama dirasakan Bupati Buteng, Samahuddin. Daerah yang dipimpinya sukses meraih predikat Peduli HAM ketiga kali. Bupati Samahuddin mengatakan penghargaan itu bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen Pemkab Buteng memperjuangkan rasa keadilan di tengah masyarakat. “Capaian penghargaan Peduli HAM ketiga yang kami raih ini adalah hasil kerja sama dari seluruh masyarakat dan Pemkab Buteng,” ujar Samahuddin kepada Kendari Pos, kemarin.

Samahuddin mengajak masyarakat Buteng bekerja sama menjaga kondusivitas wilayah tetap aman dan tentram. “Mari menjaga wilayah kita tetap aman, damai dan sejahtera. Agar, masyarakat bisa hidup rukun dan bahagia selamanya,” ungkapnya.

Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin hadir menerima langsung penghargaan di Rujab Gubernur Sultra, kemarin. Bupati Ruksamin melalui Kabag Hukum Pemkab Konut, Ram Asyur Supu mengaku bangga atas pengakuan pemerintah pusat terhadap Pemkab Konut yang telah menegakkan HAM. Meski penghargaan Peduli HAM baru pertama kali diraih namun itu menjadi pelecut semangat mengimpelementasikan HAM di Bumi Oheo. “Alhamdulillah, selama Konut menjadi daerah otonomi baru (DOB), ini baru pertama kali diraih dalam kepemimpinan Bupati Konut, Dr.Ruksamin,”ujar Ram Asyur Supu, Senin (14/12).

Untuk diketahui sembilan kabupaten berpredikat “Peduli HAM”, yakni Buton, Buton Selatan, Kolaka Timur, Kolaka Utara, dan Konawe Kepulauan. Selain itu, Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna Barat, dan Wakatobi. Lima kabupaten dan kota lainnya berpredikat “Cukup Peduli HAM”, yakni Kabupaten Bombana, Buton Tengah, Buton Utara, Muna, dan Kota Baubau. (rah/kam/rud/min/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *