PBM Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Hanya 3 SMP yang Diberi Izin


KENDARIPOS.CO.ID — Kerinduan pelajar untuk bisa kembali ke bangku sekolah terwujud. Setelah melalui pembahasan yang alot, Pemkot Kendari akhirnya memutuskan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka dibuka awal semester genap. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberi “restu”. Sesuai kalender akademik, belajar tatap muka akan dimulai Januari 2021.

Meski telah memberi izin, tidak semua sekolah bisa melakukan PBM tatap muka. Dari hasil verifikasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, hanya tiga sekolah setingkat SMP yang memenuhi persyaratan. Ketiga sekolah itu yakni SMPN 19, SMPN 21 dan SMPS Frater Kendari.

Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur mengatakan penetapan ketiga sekolah tersebut berdasarkan hasil kajian, praverifikasi dan verifikasi sejak Oktober lalu. Ketiga sekolah tersebut telah memenuhi syarat pembukaan sekolah di masa pandemi Covid-19. Seperti tersedianya sarana penunjang protokol kesehatan yang meliputi wastafel (wadah pencuci tangan) disetiap sisi sekolah, hand sanitiser, dan masker untuk peserta didik.

Selain itu, berada di wilayah zona kuning atau zona yang dengan tingkat penularan (Covid-19) rendah serta didukung jumlah siswa yang tidak banyak atau hanya berkisar 20 siswa dalam satu kelas. “Kalau siswanya sedikit, otomatis tidak akan menimbulkan kerumunan saat menggelar PBM maupun aktifitas lainnya. Apalagi para guru kita sudah ingatkan untuk memantau aktifitas siswanya,” kata Makmur.

“Jadi, ketiga sekolah ini sangat aman menurut kami. Sehingga kami rekomendasikan untuk dibuka pada awal semester genap tahun pelajaran 2020/2021 atau sesuai kalender akademik pembukaan sekolah awal Januari 2021. Ini sekigus jadi contoh bagi sekolah lain untuk bersiap menyusul,” tambahnya.

Kepala SMPN 19 Kendari, Mansur Mokuni menyambut baik kebijakan Wali Kota Kendari yang mengizinkan sekolahnya menggelar PBM tatap muka pada awal Januari 2021 mendatang. Menurutnya, kebijakan itu sangat tepat mengingat sekolah yang dikomandoinya itu sudah lama mempersiapkan diri untuk menggelar tatap muka.

“Kami sudah siap mengikuti pembelajaran langsung dengan tatap muka. Jumlah siswa di sini sedikit hanya sekitar 20 orang dalam satu kelas, pengaturan jarak termasuk spanduk imbauan penerapan Covid-19 dan tempat cuci tangan sudah lengkap, kata Mansur Mokuni.

Lanjut dia, belum lama ini, siswa dan guru menggelar kerja bakti bersama untuk membersihkan lingkungan sekolah sebagai bentuk persiapan memulai tahun ajaran baru pada Januari mendatang. “Makanya kami bersihkan dulu semua sarana dan prasarana sekolah. sebab salah satu protokol kesehatan selain kita memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, juga yang terpenting itu adalah tetap hidup bersih agar tidak mudah terserang penyakit,” terangnya.

Terpisah, Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir menegaskan, PBM tatap muka Januari nanti bukanlah paksaan bagi orang tua siswa yang memang khawatir jika anaknya bejar tatap muka. Jika orang tua siswa tidak ingin anaknya bejar tatap muka, siswa masih bisa belajar di rumah secara online seperti yang dilakukan pandemi Covid-19.

“Jadi tidak ada paksaan. Pemerintah posisinya menyediakan pilihan bagi otang tua siswa yang mengeluh karena adanya desakan kapan sekolah dibuka. Jadi memang pembukaan sekolah ini ada pro dan kontra, makanya Januari kami coba buka tiga sekolah yang sudah kita tetapkan,” ujar Sulkarnain.

Sementara itu, Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio mengaku, belum ada sekolah di tingkat SMA/SMK/SLB yang mengajukan PBM tatap muka. Padahal, pihaknya siap memberikan izin atau rekomendasi kepada sekolah baik yang ada di kota maupun di daerah, semua jenjang, untuk menggelar PBM tatap muka asalkan memenuhi syarat.

“Belum ada yang mengajukan. Saat ini, masih ada mispersepsi jika pelajaran tatap muka kembali dilakukan. Saya ingatkan sekolah yang sudah memenuhi semua kriteria pembelajaran tatap muka, tetap patuhi protokol kesehatan. Seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak,” tandasnya. (b/ags)

Empat Syarat PBM Tatap Muka

  1. Sanitasi dan Kebersihan
    -Meliputi toilet, sarana cuci tangan dan disinfektan.
  2. Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Wajib masker dan Thermogun.
  3. Pemetaan Warga Satuan Pendidikan
    -Mengecek Komorbiditas (Penyakit Penyerta) Guru dan Siswa
    -Akses Transportasi yang Aman
    -Tak Memiliki Riwayat Perjalanan dari Daerah Tingkat Resiko Tinggi.
  4. Disetujui Komite Sekolah dan Perwakilan Orang Tua/Wali

Satuan Pendidikan di Kota Kendar

  1. Sekolah Dasar 141 Unit
    -Berstatus Negeri 107, Swasta 34
  2. Sekolah Menengah Pertama 59 Unit
    -Berstatus Negeri 25, Swasta 34
  3. Sekolah Menengah Atas 34 Unit
    -Berstatus Negeri 13, Swasta 21
  4. Sekolah Menengah Kejuruan 21 Unit
    -Berstatus Negeri 6, Swasta 15

Sekolah yang Dapat Izin PBM Tatap Muka
-SMPN 19
-SMPN 21
-SMPS Frater

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *