Parlemen Kendari Target Tambah 5 Kursi – Kendari Pos
Politik

Parlemen Kendari Target Tambah 5 Kursi

KENDARIPOS.CO.ID — Ada 35 kursi di parlemen Kota Kendari. Kini, KPU Kendari berupaya menambah lima kursi parlemen. Dengan begitu, Kendari akan diisi 40 anggota DPRD saat Pilcaleg tahun 2024.

Sekot Kendari, Hj. Nahwa Umar saat memberikan pemaparan dalam diskusi yang digelar KPU Kota Kendari di Swiss-Belhotel Kendari, Sabtu (5/12).

Ketua KPU Kendari Jumwal Saleh mengatakan, untuk menambah kuantitas kursi pada pemilu 2024, maka jumlah penduduk mesti mencapai minimal 401 ribu jiwa. Itu merujuk regulasi Undang-Undang (UU) nomor 17 tahun 2017 tentang pemilu.
“Target tersebut tergantung besaran penduduk Kendari di masa mendatang sebelum pemilu digelar. Jika data penduduk yang kami terima mencapai 401 ribu, maka target penambahan kursi bisa terakomodir,” kata Jumwal Saleh kepada Kendari Pos, usai kegiatan diskusi publik prediksi pertumbuhan penduduk dan penambahan jumlah alokasi kursi di DPRD Kota Kendari di Swissbel Hotel Kendari, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari Subhan mengatakan untuk bisa menambah jumlah kursi DPRD Kota Kendari, dari 35 menjadi 40 pada Pileg 2024 sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemiku, maka jumlah penduduk Kendari harus mencapai 401 ribu atau lebih. Untuk bisa mencapai target itu, maka kredibilitas antara fakta penduduk yang bermukim di Kendari harus ril dan terdata secara baik. Karena tidak sedikit, masyarakat yang sudah lama bahkan puluhan tahun menetap di Kendari, namun belum memiliki KTP setempat.

“Maka sangat dipandang penting dan mendesak digelar operasi yustisi. Melakukan pendataan kepada masyarakat yang sudah berdomisili di Kendari dalam waktu yang lama, tapi status KTP-nya masih di luar Kendari. Operasi yustisi akan melibatkan DPRD, KPU, Bawaslu, BPS dan Disdukcapil Kota Kendari,” terang Subhan.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Disdukcapil Kota Kendari, Zulkarnain menerangkan, perbedaan data dengan BPS yang siginifikan disebabkan oleh metode pengumpulkan data penduduk yang digunakan BPS dan Disdukcapil berbeda. BPS mendata seluruh masyarakat yang berada maupun yang ingin menetap di Kendari. Sedangkan Disdukcapil, mendata secara administrasi, yakni masyarakat yang hanya beridentitas Kendari yang diakomodir dalam data kependudukkan.

“Bagi warga yang belum mendaftatkan diri untuk melakukan perekaman E-KTP agar segera melapor ke kelurahan atau langsung ke Disdukcapil untuk mendaftarkan diri,” tandasnya. (ali/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy