Mulai 4 Januari, Tiga Sekolah Direstui Gelar PBM Tatap Muka – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Mulai 4 Januari, Tiga Sekolah Direstui Gelar PBM Tatap Muka


KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak tiga sekolah di Kota Kendari yakni SMPN 19, SMPN 21 dan SMPS Frater Kendari mendapatkan izin untuk menggelar proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka, 4 Januari mendatang. Izin diberikan langsung Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir usai meninjau langsung kesiapan ketiga sekolah itu, kemarin.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (baju putih, tengah) didampingi Kadis Dikmudora Kendari, Makmur (depan, kanan) saat meninjau kesiapan PBM tatap muka di SMPS Frater Kendari, kemarin.

“Secara fisik ketiga sekolah ini kelihatan sudah siap. Gurunyajuga sudah mempersiapkan semua yang dibutuhkan bagi siswa. Jadi, saya izinkan untuk bisa menggelar proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka 4 Januari mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Sulkarnain usai meninjau kesiapan PBM tatap muka di SMPS Frater, kemarin.

Alasan memberikan izin kepada tiga sekolah dimaksud, jumlah siswanya tidak terlampau banyak. Dia mencontohkan, pada SMPN 19 Kendari, jumlah siswanya tercatat hanya 143 orang, dan tenaga pengajarnya 17 orang. Jumlahnya relatif seimbang sehingga kendali siswa dipastikan bisa dilakukan guru.

“Supaya ini (PBM tatap muka) berjalan aman dan lancar, nanti pakai sistem shift. Kemudian, jam operasionalnya dikurangi. Kemudian kapasitas ruangan juga hanya setengah dari yang biasanya,” ujarnya. Selain karena jumlah siswa sedikit, alasan lain, didasarkan pada kesiapan sekolah menyiapkan sarana dan prasarana protokol Covid-19. Mulai dari pengadaan masker, wadah mencuci tangan, ruang evakuasi dan unit kesehatan sekolah (UKS), “Kita juga siap melakukan tindakan cepat jika ada hal tidak diharapkan terjadi,” ucapnya.

Guna menjamin siswa tak terpapar covid-19, Sulkarnain mengaku telah melakukan swab antigen kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang akan menggelar PBM tatap muka. Sedangkan untuk siswa, itu diberikan masker secara gratis oleh pihak sekolah. Sulkarnain tak menampik, menggelar PBM tatap muka di tengah pandemi covid-19 sangat berisiko. Sebab, berpotensi menjadi sumber penularan baru (klaster) virus yang menyerang sistem pernapasan itu. “Kalau khawatir, kita tiap hari khawatir. Tapi karena justru itu yang membuat kita melakukan prepare yang maksimal. Bahwa nanti ke depan ada situasi berkembang, yang tidak diinginkan tentu kita akan hentikan PBM-nya,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMPN 19 Kendari, Mansur Mokuni mengaku pihaknya siap menggelar PBM secara tatap muka pada 4 Januari mendatang. Pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana protokol covid-19 seperti masker, handsanitiser, tempat cuci tangan dan serta menyusun pengaturan kelas.

“Kami punya aturan PBM tatap muka di masa pandemi ini, seperti mengurangi jam belajar siswa. Kemudian setiap kelas hanya diisi maksimal 18 siswa. Nanti siswa kita bagi shift. Setiap jenjang kelas per 2 hari. Misalnya kelas VII masuk Senin dan Kamis. Kemudian Kelas VIII masuk Selasa dan Jumat. Terus Kelas XI masuk Rabu dan Sabtu. Meski ada jeda tidak masuk sekolah, siswa tetap belajar di rumah. Jadi, jadwal belajarnya tetap Full 1 minggu,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut dia, PBM tatap muka bisa saja dihentikan jika perkembangan kasus covid-19 meningkat. Apalagi, kata Mansur, saat ini masyarakat diperhadapkan dengan isu penyebaran covid-19 gelombang kedua. “Oleh karena itu, kami sudah buat surat rekomendasi yang ditujukkan kepada orang tua siswa. Yang tidak setuju anaknya belajar di sekolah itu bisa belajar dari rumah. Baik itu secara luring maupun daring. Khusus di SMPN 19 Kendari, jumlah wali yang setuju anaknya belajar di sekolah sebanyak 70 persen. Sisanya memilih belajar dari rumah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 225 sekolah berbagai jenjang di Kota Kendari, hanya tiga sekolah yang memenuhi syarat untuk menggelar PBM tatap muka. Ketiga sekolah itu yakni SMPN 19, SMPN 21 dan SMPS Frater. Ketiga sekolah itu lolos setelah melewati proses verifikasi yang cukup ketat dari pemerintah.

Selain itu, ditetapkannya tiga sekolah terbut berdasarkan dari letak sekolah yang berada di zona dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah (Zona Kuning) serta dikarenakan memiliki jumlah peserta didik yang tak terlampau banyak. Juga tersediannya sarana protokol kesehatan yang memadai. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy