Minyak Sawit di Konawe Digagas Jadi Biodiesel – Kendari Pos
Konawe

Minyak Sawit di Konawe Digagas Jadi Biodiesel


KENDARIPOS.CO.ID — Minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO) merupakan minyak mentah yang diperoleh dari hasil ekstraksi daging buah kelapa sawit dan belum mengalami pemurnian. Minyak sawit tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan bahan pangan, industri kosmetik, industri kimia dan industri pakan ternak. Sebagai daerah yang memiliki basis perkebunan kelapa sawit, Kabupaten Konawe kini mulai melirik alternatif lain dalam hal pemanfaatan CPO. Pemkab tertarik mengolah minyak sawit mentah tersebut menjadi biodiesel sebagai sumber energi terbarukan.

Gagasan itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara, Selasa (15/12). Ia mengatakan, ke depan Pemkab tidak hanya akan condong mengolah kelapa sawit menjadi CPO saja. Namun, minyak mentah itu akan diolah pula menjadi biodiesel.
“Kami percaya minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan, berperan penting dalam penyediaan energi terbarukan. Baik dalam menyediakan bahan bakar domestik, bahkan untuk membantu daerah yang ingin beralih ke pilihan bahan bakar yang lebih rendah polusi,” ujar mantan Ketua DPRD Konawe itu, kemarin.

Ia menuturkan, luas perkebunan kelapa sawit di Konawe mencapai sekira 50 ribu hektare. Luas perkebunan sawit tersebut, tersebar di beberapa wilayah diantaranya Kecamatan Anggaberi dan Besulutu. Ditanya soal sumbangsih perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Konawe, Gusli Topan Sabara menyebut, kontribusi sektor swasta yang mengelola perkebunan kelapa sawit memang sangat penting. Tetapi yang lebih prioritas, menurutnya, sejauh mana sektor-sektor investasi di Konawe khususnya perkebunan kelapa sawit mampu menyerap tenaga kerja secara massal.

“Karena kalau semua bertumpu kepada anggaran daerah (APBD), sangat tidak mungkin karena nominalnya terbatas. Sementara, kalau ada investasi ikutan dari pihak swasta, maka itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Baik di tingkat desa atau kelurahan, kecamatan hingga kabupaten,” terang Ketua DPD PAN Konawe tersebut. Gusli meyakini, dengan serapan tenaga kerja yang besar di sektor swasta khususnya industri kelapa sawit, ekonomi masyarakat Konawe pasti kian membaik. Termasuk, sektor lainnya seperti pertambangan dan industri. Sebab, hal tersebut membuat pergerakan pertumbuhan ekonomi di Konawe sangat signifikan, sampai 9,20 persen.

“Dengan demikian, pergerakan ekonomi kerakyatan di Konawe tidak harus bergantung pada APBD. Sehingga sebenarnya, sisi inilah yang paling penting. Bukan berapa besar pendapatan maupun kontribusi PAD yang masuk ke kas daerah, tetapi seberapa besar masyarakat itu bisa menikmati daripada investasi itu sendiri,” tandas Gusli Topan Sabara. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy