Mewujudkan Guru Berintegritas, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Mewujudkan Guru Berintegritas, Oleh : Prof. Hanna


KENDARIPOS.CO.ID — Integritas merupakan praktik bersikap jujur dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip dan nilai moral dan etika yang kuat. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau ketepatan tindakan seseorang. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Prof. Hanna

Dalam situasi pandemik yang berkepanjangan ini, situasi tidak menentu membuat banyak masyarakat mengeluh, namun tidak sedikit pula berkreasi dan berinovasi dalam mengerjakan pekerjaan yang diamanahkan padanya. Saat saya mengamati video dari salah seorang peserta PPG-sebagai keharusan membuat perangkat pembelajaran berbasis daring-tampak bahwa kehidupan yang seperti ini semakin melekat pada calon guru bersertifikat itu. Mereka mengajari anak-anak dengan nyaman. Mereka berdiskusi dengan teman seangkatannya terasa sangat dekat. Mereka adalah guru masa depan.

Ilmu didaktika yang baik akan membuat mereka tumbuh dan berkembang baik secara akademis yang profesional. Didikan yang baik akan membuat karakter terbentuk dengan baik. Guru abad 21 dituntut tidak hanya mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas dengan efektif, namun juga dituntut mampu membangun hubungan efektif dengan siswa dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran, serta melakukan refleksi dan perbaikan. Di sinilah peran guru menjadi lebih menarik sekaligus menantang di zaman teknologi saat ini.

Perkembangan teknologi dan komunikasi membawa banyak konsekuensi bagi dunia pendidikan. Salah satunya perubahan paradigma guru. Perubahan karakteristik peserta didik, format materi pembelajaran, pola interaksi pembelajaran, dan orientasi baru abad 21 memerlukan ruang-ruang kelas lebih interaktif. Ada hubungan erat antara pertumbuhan nilai akademis dengan karakter mereka.

Karakter yang kuat akan mampu menjadikan mereka menjadi pribadi dengan integritas tinggi. Saya membahasakan integritas sebagai jati diri. Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan yang dimiliki.

Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang. Ada kesinambungan antara tindakan dan kata-kata. Ada konsistensi antara perkataan dan tindakan dengan nilai hidup dan prinsip. Nampak, sangat jelas seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang.

Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia dengan banyak wajah dan penampilan yang disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang guru. Seorang guru yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari muridnya. Guru yang berintegritas dipercayai karena ucapannya menjadi tindakannya.

Guru adalah seorang pemimpin. Maka integritas bagian dari pribadi seorang guru sebagai satu nilai yang di pegang dalam hidup adalah kesetiaan dalam melakukan sesuatu. Kesetiaan pada pilihan. Pilihan membawa seseorang guru pada komitmen untuk menjalaninya. Terus dan tanpa bosan. Itulah kesetiaan.

Sebagai pendidik bekerja berhadapan dengan banyak pribadi yang dipercayakan menjadi anak didik. Kesetiaan mendampingi dan mendidik anak didik merupakan bagian dari yang semestinya kita lakukan. Kita dituntut untuk tabah dan sabar juga dalam menghadapi mereka. Kesabaran merupakan bagian dari kesetiaan. Kesetiaan bagian dari integritas.

Demikian pula dengan integritas seorang guru di zaman ini, tidak pernah luntur mengajari anak bangsa. Dalam mencapai kompetensinya guru bertahan pada integritas yang kadan naik dan turun. Hal ini disebabkan oleh karena berada dalam resistance titik dimana terkadang guru bergerak melawan integritasnya, tetapi sering juga bergerak mengikuti integritas.

Tentu saja kehadiran guru pada pembelajaran abad 21 sangat diperlukan untuk menjamin proses pembelajaran yang berkesan dan berkelanjutan, berkarakter, dan memeliki orientasi pengembangan keterampilan penting abad 21 yang mampu mengubah paradigma terhadap generasi “Z”.

Guru perlu menyakini bahwa generasi Z memiliki potensi kreatif yang dapat menghasilkan gagasan cemerlang apabila diberikan kesempatan berkreasi. Peserta didik perlu diberi kepercayaan dalam melacak, menemukan, mengelola, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu dengan menfaatkan beragam perangkat dan sumber yang dimiliki. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy