Menuju Takhta Bupati, Gubernur Imbau Paslon Jaga Kedamaian – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Menuju Takhta Bupati, Gubernur Imbau Paslon Jaga Kedamaian


KENDARIPOS.CO.ID — Hari ini, pemilik suara berbondong-bondong ke TPS. Dibalik bilik suara mereka akan menentukan bupati pilihannya. Suara pemilih akan menentukan paslon yang berhak menuju takhta bupati. Entah petahana ataupun penantang.

Pengamat politik Sultra Dr. Najib Husain mengatakan, kesuksesan kandidat menuju kursi bupati dalam pemungutan suara hari ini, sangat ditentukan kapabilitas pemilih. Lebih ekspilisitnya terletak pada cara pandangnya saat menjatuhkan pilihan kepada paslon. Terdapat empat jenis pemilih, yakni rasional, kultural, sosiologis dan pragmatis. Di Sultra yang paling dominan adalah pemilih sosiologis dan kultural dengan persentase sekira 70 persen.

“Pemilih sosiologis dan kultural cenderung mengedepankan pendekatan secara kerabat, teman, sejawat, ataupun keluarga. Selain itu, kemampuan paslon merayu secara emosional sangat kental untuk memengaruhi masyarakat,” kata Najib Husain kepada Kendari Pos, Selasa (8/12).

Kemenangan paslon, kata dia, sudah pasti ditentukan raihan suara terbanyak. Penentu dan kekuatan terbesarnya adalah suara rakyat. Semua berasal dari rakyat. Yang muara kepemimpinan menjalankan roda pemerintahan semata menjawab aspirasi masyarakat.

“Kita berharap, pemimpin yang terpilih di tujuh daerah pilkada, adalah sosok yang dinantikan masyarakat. Untuk membebaskan mereka dari berbagai belenggu polemik yang melilit. Murni bekerja menyejahterakan rakyat dan memajukan daerah,”tandas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo itu.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi mengingatkan semua paslon di tujuh daerah mesti menjadi aktor sentral menjaga kedamaian dan ketertiban selama pemungutan suara. Semua komponen yang terlibat mesti berpolitik santun dan berjiwa patriot. Sehingga sistem demokrasi tidak tercemar negatif serta tidak ada yang dirugikan.

“Semua paslon dan tim pemenangan harus menjunjung tinggi etika dan moral politik agar pemungutan suara berlangsung damai, sejuk dan tentram. Jangan menghadirkan gelagat yang keluar dari koridor etika berpolitik santun,” kata Ali Mazi kepada Kendari Pos, kemarin.

Kepada para paslon, sambung Ali Mazi, harus menunjukkan teladan berpolitik yang baik kepada masyarakat. “Kita semua bersaudara. Jangan karena berbeda pilihan, membuat stabilitas sosial menjadi terbelah. Apalagi jika sampai terjadi konflik. Cegah sedini mungkin dengan menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan persatuan,” tandas politisi partai Nasdem itu.

Terapkan Prokes Ketat

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Natsir Muthalib mengimbau masyarakat berpartisipasi dalam pemungutan suara di TPS meski di tengah pandemi Covid-19. Eliminir kekhawatiran karena ada protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan secara ketat di TPS. Prokes Covid-10 itu sebagai bentuk pencegahan potensi penyebaran Covid-19.

Kata dia, KPU menerapkan 15 kebiasaan baru protokol kesehatan (lihat grafis). Pemilih wajib mengenakan masker dan membawa alat tulis masing-masing untuk digunakan saat registrasi. “Beragam penerapan prokes tersebut, sebagai bentuk pencegahan penyebaran pandemik corona. Sehingga kegiatan pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut untuk datang ke TPS,” tandas La Ode Abdul Natsir Muthalib.

Suara pemilih sangat penting karena ikut menentukan kepala daerah terbaik untuk memimpin. Di satu sisi sebagai kontribusi pada pembangunan dan menjaga sistem demokrasi agar berjalan sehat. “Menentukan pilihan sesuai keputusan diri sendiri. Sebagai bentuk berkontribusi memilih pemimpin yang dapat memajukan daerah,” kata La Ode Abdul Natsir Muthalib kepada Kendari Pos, Selasa (8/12).

Anggota KPU Sultra, Iwan Rompo menyampaikan jika sebelumnya 800 pemilih dalam satu TPS, kini hanya 500 orang. Ini bagian untuk memudahkan mobilisasi dan pengaturan sesuai prokes Covid-19. “Pemilih yang ke TPS diatur jumlahnya. Setiap 1 jam hanya sekian orang yang akan diperbolehkan memasuki TPS demi mencegah kerumunan. Pemilih mencoblos mulai pukul 07.00 sampai 13.00 Wita. Setelahnya akan dilayani pemilih DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dan DPK (Daftar Pemilih Khusus),” kata Iwan Rompo, kemarin.

Partisipasi Pemilih

KPU Koltim menargetkan 80 persen partisipasi pemilih dari rata-rata target nasional yakni 77,5 persen. Kordiv Teknis KPU Koltim, Anhar mengatakan pihaknya menargetkan partisipasi pemilih sekira 80 persen dari 83.984 DPT. Masyarakat tak perlu ragu datang ke TPS dan menyalurkan hak suara. KPU Koltim menerapkan prokes Covid-19. Sebab, penyelenggara telah dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap. “Kita harapkan pelaksanakan Pilkada berjalan lancar, aman, damai dan tidak ada klaster baru pandemi covid-19,” ujar Anhar, kemarin.

Sementara itu, Marwan salah seorang mahasiswa di Kota Kendari mudik ke Muna untuk menyalurkan hak suara di Pilkada. Menurutnya, menyalurkan hak pilih merupakan kontribusi positif dalam sistem demokrasi. Tentunya harus dibarengi dengan pertimbangan yang matang terhadap para paslon yang tampil.

“Saya pulang ke Muna karena dorongan nurani. Untuk berpartisipasi memilih pemimpin daerah. Saya harus memilih yang terbaik untuk daerah,” kata Marwan kepada Kendari Pos, Selasa (8/12).

Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Lukman asal Wakatobi ikut mudik untuk mencoblos. Bagi dia, kemajuan daerah sangat ditentukan pemimpinnya. Karenanya dia memilih berdasarkan pertimbangan rasional. “Jangan mengutamakan pendekatan keluarga, teman atau kerabat. Namun harus berdasarkan parameter layak atau tidak. Itu dilihat dari sepak terjangnya dan kualitas ilmu yang dimilikinya. Sehingga menghasilkan pemilihan yang berbobot dan berlangsung sukses,” tandasnya. (ali/kus/a)

Kontestan Pilkada

Kolaka Timur
-Tony Herbiansyah-Burhanuddin (BersaTU)

  • Samsul Bahri Madjid (SBM)-Andi Merya Nur

Konawe Utara
-Ruksamin-Abuhaera
-Raup-Iskandar Mekuo

Muna
-Rusman Emba-Bachrun Labuta
-Rajiun Tumada-La Pili

Wakatobi
-Arhawi-Hardin Laomo
-Haliana-Ilmiati Daud

Konawe Selatan
-Surunuddin Dangga-Rasyid
-Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae
-Muh.Endang-Wahyu Ade Pratama

Buton Utara
-Abu Hasan-Suhuzu (AHS)
-Ridwan Zakariah-Ahali (Rida)
-Aswadi Adam-Fahrul Muhammad
(Asrul)

Konawe Kepulauan
-Amrullah-Andi Muhammad Lutfi (Beramal)

-Musdar-Ilham Jaya Maal (Mulya)

-Oheo Sinapoy-Muttaqin Siddiq
-Abdul Halim-Untung Taslim (Fajar Baru)

SUMBER : KPU DAERAH
DATA DIOLAH KENDARI POS

15 Kebiasaan Baru Pilkada 2020

  1. Jumlah pemilih per TPS dikurangi
    (dari maksimal 800 menjadi maksimal 500 orang)
  2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur merata
    -Tidak menumpuk di pagi hari seperti biasanya.
  3. Petugas KPPS dilakukan rapid tes/ tes swab sebelum bertugas
  4. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas
    -Pemilih pakai masker dari rumah
    -Di TPS disediakan cadangan dalam jumlah terbatas
  5. Petugas KPPS mengenakan handscone
    *Setiap pemilih disediakan
    sarung tangan plastik (sekali pakai)
  6. Petugas KPPS mengenakan face shield (pelindung wajah) selama bertugas
  7. Antrean pemilih di luar maupun di dalam TPS diatur jaraknya
  8. Disediakan perlengkapan cuci tangan
    -Digunakan sebelum dan sesudah mencoblos
  9. Disediakan tisu kering bagi pemilih
  10. Setiap pemilih membawa alat tulis dari rumah, untuk isi daftar hadir.
  11. Dilarang bersalaman
    -Antara petugas KPPS dan pemilih
    -Sesama pemilih
  12. Suhu tubuh setiap pemilih dicek
    -Jika di bawah standar, dibolehkan mencoblos di TPS.
  13. Pemilih bersuhu tubuh di atas standar mencoblos di bilik suara khusus
    -Lokasi terpisah, namun masih di lingkungan TPS.
  14. Lingkungan TPS disemprot disinfektan
    -Sebelum, di tengah, maupun paska pencoblosan
  15. Usai mencoblos, jari pemilih diteteskan tinta (Tidak lagi dicelup)

DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy