Menuju Masyarakat Sehat dan Produktif


KENDARIPOS.CO.ID — Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih menjadi pandemi disebagian besar wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Sultra. Meski begitu, pemerintah mengimbau masyarakat tidak larut dalam belenggu wabah yang menyerang sistem pernapasan itu. Sebaliknya, masyarakat diminta untuk melawan Covid-19 dengan adaptasi kebiasaan baru, untuk menuju masyarakat yang sehat dan produktif.

Irjen Kemenkumham RI Komjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K.,M.H (depan kiri) dan Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra Sofyan, S.Sos (depan kanan) bersama jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra usai tatap muka dan pengarahan oleh Irjen Kemenkumham RI.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkumhan RI, Komjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, resolusi Indonesia 2021 adalah masyarakat sehat dan produktif. Menurut Komjen Pol Andap, masyarakat harus bangkit dengan menyesuaikan diri lewat adaptasi kebiasaan baru (New Normal). Sehingga masyarakat bisa menyikapi berbagai persoalan yang timbul akibat dampak Covid-19 utamanya masalah kesehatan dan perekonomian.

“Mari kita mengakhiri 2020 ini dengan sehat. Ingat, kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya tidak akan berarti. Artinya kita harus sehat dulu,” kata Komjen Pol Andap Budhi Revianto saat memberikan pengarahan kepada pegawai Kanwil Kemenkumham Sultra, Kamis (17/12) kemarin.

Dalam kesempatan itu, jenderal bintang tiga itu meminta jajaran Kemenkumham Sultra, masyarakat dan media massa untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Komjen Pol Andap mengingatkan semua elemen membangkitkan kembali semangat masyarakat di masa pandemi ini.

“Saat ini masih banyak masyarakat kita yang tidak percaya dengan Covid-19, masih banyak masyarakat kita yang tidak percaya vaksin. Padahal sudah banyak diantara kita yang sudah selesai (wafat),” kata mantan Kapolda Sultra itu.

Selain itu, lanjut dia, media massa perlu memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat melalui pemberitaan soal apa itu adaptasi kebiasan baru. Pasalnya masih banyak masyarakat yang menyalah artikan kebijakan tersebut. “Kita melihat dikondisi normal baru, justru kini penambahan kasus semakin meningkat. Artinya masih banyak masyarakat yang belum mengerti,” kata mantan Kapolda Maluku dan mantan Kapolda Kepri tersebut. (ags/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *