Manajemen PT AMI Abaikan Undangan DPRD – Kendari Pos
Kolaka

Manajemen PT AMI Abaikan Undangan DPRD


KENDARIPOS.CO.ID — Beberapa saat pasca menerima demonstrasi yang dilakukan mahasiswa terkait dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan yang dilakukan pihak PT Akar Mas Internasional (AMI), DPRD Kolaka langsung melayangkan surat untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (15/12). Sayangnya, tak ada satu pun pihak manajemen PT AMI yang menghadiri undangan RDP tersebut, kemarin.

Perwakilan Mahasiswa, Muhammad Hendra Amarullah, mengaku kecewa dengan ketidakhadiran pihak PT AMI. Kata dia, ketidakhadiran perusahaan tambang tersebut pada RDP menjadi sebuah tanda tanya besar.

Rapat dengar pendapat terkait dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan yang dilakukan PT AMI, batal dilakukan, karena pihak manajemen tak hadir. DPRD Kolaka akan mengagendakan pertemuan kembali, pekan depan

“Alasannya, semua manajemen berangkat ke Jakarta. Ini sangat tidak rasional jika semua harus berangkat hanya untuk mengurus sesuatu,” sindirnya. Ia berharap, pada agenda berikutnya, pihak PT AMI harus menghadiri undangan RDP tersebut untuk memberikan penjelasan terkait tuntutan pihaknya. “Ketika pihak PT AMI masih belum memiliki izin sesuai tuntutan kami, maka jangan lakukan aktivitas pertambangan, karena itu sangat merusak. Tapi kalau punya izin itu maka silakan, kami tidak pernah melarang. Karena itu juga untuk kepentingan masyarakat. Tapi kalau tidak punya izin bahkan Amdalnya saja tidak jelas, maka itu yang jadi persoalan,” pungkas Hendra.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Akhdan, mengatakan, pihaknya telah mengagendakan kembali RDP. Ia berharap, pada RDP berikutnya pihak PT AMI sudah dapat menghadiri undangan tersebut. “RDP kami agendakan kembali pekan depan 22 Desember. Kami harapkan supaya pihak PT AMI dan Syahbandar Pomalaa membawa kelengkapan dokumen perusahaan sesuai tuntutan mahasiswa. Jika nantinya mengutus perwakilan, maka itu adalah orang yang bisa mengambil keputusan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (14/12) lalu, sekelompok massa dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Kolaka Selatan (HIPPMA Kolsel) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kolaka. Dalam orasinya, massa meminta agar aktivitas penambangan PT Akar Mas Internasional bersama mitranya yang dilakukan di Kecamatan Pomalaa segera dihentikan karena diduga melanggar aturan. Mulai dari tidak adanya izin penggunaan jalan nasional dan izin penggunaan terminal khusus. Selain itu, massa juga mempertanyakan IUP dan Amdal perusahaan tersebut. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy