KPU Siap Sukseskan Pemungutan Suara – Kendari Pos
Nasional

KPU Siap Sukseskan Pemungutan Suara

KENDARIPOS.CO.ID — Pemungutan suara pilkada sembilan hari lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tujuh daerah terus bekerja mematangkan persiapan teknis dan nonteknis demi tercapainya target sukses penyelenggara. Logistik pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura) dipastikan aman dari kerusakan, proses distribusi, penyampaian pemberitahuan pemilih, hingga simulasi tungsura.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib (dua dari kanan), Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (dua dari kiri), Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kanan), Biro Direksi Kendari Pos Sawaluddin Lakawa (kiri) usai berbincang di Kendari Pos Channel di Graha Pena Kendari Pos, Senin (30/11) kemarin.

KPU mengerahkan 26.526 personel badan penyelenggara Pilkada serentak saat hari “H” tungsura, 9 Desember 2020 di tujuh daerah. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sekira 465 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 3.270 orang, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 14.616 orang, Linmas 4.176 orang, anggota sekretariat PPK 279 orang dan anggota sekretariat PPS 3.720 orang. Sukses pilkada kini ada di tangan puluhan ribu personel badan adhoc tersebut.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, pasokan logistik seperti surat suara, tinta, kotak suara dan lainnya telah berada di gudang masing-masing KPU daerah penyelenggara Pilkada. Selain itu, pemahaman badan adhoc akan tugas-tugas sedang berjalan 5 Desember 2020. Mereka ditempa dalam bimbingan teknis (Bimtek) bagi petugas PPK, PPS, dan KPPS hingga 5 Desember 2020.

“Kegiatan Bimtek untuk menanamkan dan memahamkan tata cara melaksanakan tugas dengan baik dan efektif baik pra pemungutan suara, saat perhitungan maupun setelahnya. Sehingga saat bertugas nanti bisa bekerja dengan efektif dan efisien untuk suksesnya pemungutan suara 9 Desember 2020,” kata La Ode Abdul Natsir saat menjadi pembicara Bincang Kita Kendari Pos Channel Lantai II Graha Pena, Kendari Pos, Senin (30/11) kemarin.

Pandemi Covid-19 ini menjadi pembeda dalam pelaksanaan pilkada tahun ini. Pilkada-pilkada sebelumnya, tak ada protokol kesehatan yang mesti dipatuhi penyelenggara tungsura dan masyarakat. Kini, terdapat 15 kebiasaan baru yang bakal diterapkan di TPS saat pemungutan suara. Di antaranya pembatasan jumlah pemilih yang masuk ke dalam area TPS. Waktunya akan diatur sedemikian rupa. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi terjadi penularan Covid-19. Pemilih diimbau membawa alat tulis masing-masing. Memakai kaos tangan, mengenakan masker menutupi dagu, serta akan dicek suhu badan ketika hendak sebelum memasuki ruang TPS.

“Jika sebelumnya usai mencoblos, pemilih mencelup jari ke dalam tinta. Nantinya, panitia akan meneteskan tinta ke jari pemilih sabagai tanda sudah memilih. Pemilih dengan suhu badan di atas 37,3 derajat celcius, akan disediakan bilik khusus di dalam lingkungan TPS. Pintu masuknya berbeda dengan pemilih bersuhu tubuh normal,” terang La Ode Abdul Natsir.

Tak hanya pemilih yang harus mematuhi protokole kesehatan, petugas KPPS mesti memastikan diri bebas dari paparna Covid-19. Personel KPPS bakal dites melalui rapid test atau swab test. Selain itu dibekali Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker menutupi dagu, memakai pelindung wajah, dan handscone (sarung tangan medis).

“Sistem penerapan protokol kesehatan yang paripurna itu untuk menghadirkan kenyamanan bagi pemilih agar tidak merasa takut atau was-was ketika datang ke TPS. Petugas dilapangan akan bekerja maksimal agar pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” beber La Ode Abdul Natsir.

Pria yang karib disapa Ojo itu menambahkan untuk mencegah lahirnya potensi konflik antara pendukung paslon, KPU secara berkala berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. Termasuk memetakan wilayah rawan konflik serta bentuk antisipasi di lapangan.

“Sesungguhnya menciptakan stabilitas daerah di Pilkada ini bukan hanya tugas Polri dan TNI. Tetapi semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah daerah. Kita semua mesti bersinergi. Kuncinya mesti kompak menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan politik adalah hal biasa dalam pergelaran pesta demokrasi. Dan tidak seharusnya menyulut pertikaian. Semua harus gotong royong agar kontestasi pilkada berlangsung dan berakhir dengan tertib,” tandas Ojo.

Sementara itu, Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin menyampaikan, Kendari Pos berkomitmen memberitakan setiap kegiatan KPU dalam menjalankan tugas. Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat atas kerja-kerja penyelenggara pilkada. Publikasi melalui Kendari Pos menjadi bentuk implementasi fungsi pers yakni fungsi pendidikan dan informasi dengan menyajikan berita tentang proses penyelenggaraan pemilihan.

“Memberitakan kinerja lembaga KPU di Pilkada ini menjadi tugas kami Kendari Pos sebagai media massa agar masyarakat tahu geliat KPU dalam menjalankan tugas, khususnya pada pilkada 9 Desember 2020 ini,” kata Irwan Zainuddin. (ali/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy