KPU Matangkan Persiapan Pemilihan

KENDARIPOS.CO.ID — Enam hari suara rakyat menjadi penentu pemimpin di tujuh daerah. Di balik bilik suara, pemilih menentukan figur kepala daerah pilihannya. Sejauh ini, situasi dan tensi politik masih terkendali menjelang pencobolosan, 9 Desember 2020. Persiapan teknis terus dimatangkan KPU daerah. Koordinasi lintas lembaga pun berjalan.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib

KPU memastitikan logistik terdistribusi dengan baik. SDM penyelenggara Pilkada di level kecamatan, desa dan kelurahan diberi pemahaman tentang tupoksinya melalui bimbingan teknis. KPU menggandeng TNI dan Polri dalam pengamanan (PAM) Pilkada. Di sisi Bawaslu menjalankan fungsi pengawasannya.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, sejauh ini persiapan pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura) Pilkada serentak di tujuh daerah terus dimatangkan. Kerja-kerja teknis para penyelenggara berjalan on progress. Kerja sama penyelenggara akan menjadi penyumbang suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak di Sultra.

Kesiapan teknis seperti logistik sudah berada di KPU masing-masing daerah penyelenggara Pilkada. Proses sortir dan lipat suara sudah tuntas. Logistik pilkada siap didistribusi ke TPS. Pemahaman dan pembekalan badan adhoc akan tugas-tugas sedang berjalan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) sampai 5 Desember 2020.

“Kegiatan Bimtek untuk mengedukasi tata cara melaksanakan tugas dengan baik dan efektif terhadap pra pemungutan suara, saat perhitungan suara maupun setelahnya. Sehingga saat bertugas nanti bisa bekerja dengan optimal untuk suksesnya pemungutan suara Pilkada serentak 9 Desember 2020 ini,” kata La Ode Abdul Natsir, Kamis (3/12).

Terkait distribusi logistik, KPU melibatkan kepolisian dan bawaslu untuk turut mengawal dan mengawasi prosesnya. Pengawalan itu demi memastikan logistik aman hingga ke penyelenggara di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Sedangkan untuk mencegah lahirnya potensi konflik antara pendukung paslon, KPU secara berkala berkoordinasi dengan kepolisian. Termasuk memetakan wilayah rawan konflik serta bentuk antisipasi dilapangan.

“Menciptakan stabilitas daerah yang aman bukan hanya tugas polisi. Semua unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah daerah dapat bersinergi untuk menyukseskan Pilkada dan daerah tetap aman,” jelas Abdul Natsir Muthalib.

Dia juga menjelaskan tentang kesiapan panitia pemungutan suara dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Ketua KPU Sultra Abdul Natsir Muthalib mengingatkan semua penyelenggara Pilkada di daerah agar jangan lalai menerapkan prokes. Dia tak ingin perhelatan demokrasi Pilkada ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Terdapat 15 kebiasaan baru yang diterapkan di TPS saat pemungutan suara nanti. Petugas KPPS bakal di rapid test/swab test dan dibekali dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD),” terang Abdul Natsir Muthalib.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Parinringi mengatakan sinergi paripurna KPU, Bawaslu, Kepolisian, masyarakat, paslon peserta Pilkada dan tim kampanye sangat mendukung terciptanya kondusivitas daerah jelang pemungutan suara pada 9 Desember 2020. Semua elemen harus menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan persaudaraan sehingga segala bentuk potensi konflik dapat direduksi sedini mungkin demi untuk kesuksesan pilkada yang aman, damai, tentram dan harmonis.

Mantan Wakil Bupati Konawe itu mengingatakan tak kalah pentingnya, semua stakeholder yang terlibat dalam hajatan demokrasi agar mematuhi penerapan protokol kesehatan (prokes) dengan baik. Sehingga kontestasi pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran pandemik Covid-19.

“Sejauh ini penerapan prokes di tujuh daerah berjalan tertib. Ini wujud kesadaran semua stakeholder yang ikut serta dalam hajatan demokrasi. Dengan mentaati prokes, pemilih tidak merasa takut hadir di TPS dan dapat menyalurkan hak suaranya,” ujar Parinringi. (ali/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *