Kaum Muda Penjaga Budaya Bangsa, Gubernur Ali Mazi Luncurkan Buku Budaya – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kaum Muda Penjaga Budaya Bangsa, Gubernur Ali Mazi Luncurkan Buku Budaya


KENDARIPOS.CO.ID — Budaya merupakan identitas bangsa. Nilai-nilai budaya daerah akan tetap abadi dalam bentuk buku dan dilestarikan generasi pelanjut di masa mendatang. Kaum muda saat ini akan tahu budaya daerahnya melalui buku. Untuk itu Pemprov Sultra meluncurkan buku budaya “Mekanisme Adat Pengangkatan Sultan Buton dan Peran Lembaga Adat Kesultanan Buton dan buku Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Antikorupsi dalam Kearifan Buton.

Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin, Kadis Dikbud Sultra Asrun Lio, Rektor UHO Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, Rektor Unidayan Ir. H. La Ode Sjamsul Qamar M.T.I.PU, Gubernur Sultra H. Ali Mazi, perwakilan Danrem 143/HO, perwakilan Kajati Sultra, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad, perwakilan Bank Indonesia saat peluncuran buku Mekanisme Pengangkatan Sultan Buton di Hotel Claro, Kendari, Senin (14/12).

Dua buku itu adalah hasil kajian Balitbang Sultra dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra bekerja sama dengan Universitas Danayu Ikhsanuddin Baubau diluncurkan Gubernur Sultra, Ali Mazi, kemarin. Gubernur mengaku bangga dan antusias menyambut kehadiran kedua buku ini. Ali Mazi ingin kehadiran buku budaya itu dapat menginspirasi generasi muda Sultra untuk melahirkan buku-buku lainnya yang berisi tentang khazanah, sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan tentang daerah Sultra.

Kehadiran dua buku budaya itu bagian dari upaya pelestarian budaya dan diwarikan kepada generasi muda Sultra. Sehingga ini tak lekang oleh zaman. Merekalah yang akan menjaga budaya daerah yang juga budaya bangsa. “Saya pun sangat menaruh perhatian besar terhadap buku-buku budaya, karena ini terkait dengan program prioritas kami yang telah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, yaitu Sultra Berbudaya dan Beriman. Dengan pengenalan akan budaya melalui buku ini, anak-anak kita kedepan tahu akan sejarah dan budaya daerahnya,” ujar Gubernur Sultra, Ali Mazi saat meluncurkan dua buku di Claro Hotel Kendari, Senin (14/12).

Ia berpandangan bahwa budaya adalah modal pembangunan bangsa. Modal tersebut terletak pada perannya sebagai pengendali cara berpikir, berorientasi dan berperilaku masyarakat. “Untuk itu, kita perlu menggali nilai-nilai budaya yang telah lama hidup dan berkembang di dalam masyarakat yang dituangkan ke dalam bentuk buku. Buku menjadi dokumen tertulis sekaligus bahan bacaan yang akan melengkapi ragam bahan pustaka, khususnya bagi perpustakaan modern Sultra dengan perangkat teknologi informasi yang terkini yang saat ini sedang kita bangun,” ungkap Ali Mazi.

Dia meyakini buku budaya itu akan menambah pengetahuan masyarakat Sultra dan menjadi referensi bagi studi penelitian dan pengembangan keilmuan yang relevan, utamanya dalam kajian ilmu budaya dan pembinaan karakter generasi muda bangsa. “Buku-buku ini memberikan pencerahan tentang khasanah masa lalu yang kaya dengan nilai-nilai kehidupan. Para pendahulu kita menghasilkan karya-karya besar, tidak hanya berupa bangunan seperti benteng dan situs-situs sejarah lainnya, tetapi juga karya-karya nilai dan aturan hidup yang dapat menciptakan kerukunan, keharmonisan dan kedamaian dalam masyarakat. Karya tersebut diwariskan kepada kita semua,” ungkap Ali Mazi.

Peluncuran buku ini menjadi jembatan penghubung agar mata rantai nilai-nilai kehidupan tidak putus dari generasi ke generasi. “Kita punya tanggung jawab moral untuk melestarikan nilai-nilai kearifan kepada generasi muda, karena mereka umumnya miskin pengetahuan tentang masa lalu dan hanya mengembangkan orientasi masa depan seperti apa yang menjadi cita-cita mereka. Karena itu penting membukukan setiap sejarah daerah kita,”pungkas Gubernur Sultr Ali Mazi.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Sultra Asrun Lio mengemukakan, gagasan penulisan kedua buku ini bermula dari seminar nasional bertajuk “Ayo Bangkit Lawan Korupsi” yang dilaksanakan di Baubau, Juli 2019. Narasumber utama seminar itu adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Gubernur Sultra Ali Mazi. “Salah satu rekomendasi seminar itu adalah perlunya revitalisasi dan reaktualisasi nilai budaya sebagai instrumen pencegahan korupsi, dimana kajiannya dilakukan Balitbang Sultra dan implementasinya dilaksanakan Dinas Dikbud Sultra,” ujar Asrun Lio.

Menurutnya, kedua buku itu tersebut layak diintegrasikan ke dalam mata pelajaran di sekolah pada semua level jenjang pendidikan. Olehya itu Asrun Lio merekomendasikan buku itu dapat digunakan di sekolah sebagai buku referensi. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy