Kampiun Pilkada Versi Hitung Cepat – Kendari Pos
Nasional

Kampiun Pilkada Versi Hitung Cepat


KENDARIPOS.CO.ID — Suara rakyat pembawa kemenangan para kontestan Pilkada. Pemungutan suara (tungsura) Pilkada sudah digelar kemarin. Rivalitas perolehan suara petahana dan penantang masih saling kejar. Siapa pemenangnya, secara kasat mata sudah dapat ditebak. Bahkan muncul saling klaim kemenangan. Namun soal siapa yang menjadi kampiun Pilkada, menjadi domain pleno KPU kabupaten.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, fenomena rilis hitung cepat (quick count) oleh lembaga survei merupakan hal lumrah dalam kontestasi pemilihan. Jika proses quick count yang dihelat menggunakan kaidah ilmiah dan kredibilitas, maka patut dihargai dan diapresiasi. Namun, yang menjadi patokan utama penentuan perhitungan suara yakni KPUD di tujuh kabupaten yang menyelenggarakan pilkada.

“Kita hargai upaya lembaga survei yang menyelenggarakan proses hitung cepat. Ini bentuk memberi informasi penting kepada masyarakat,” kata La Ode Abdul Natsir Muthalib kepada Kendari Pos, Rabu (9/12).

Lembaga quick count merilis data perolehan suara paslon di beberapa daerah. Di Pilkada Konawe Selatan (Konsel), sang petahana rupanya masih bertaji. Hitung cepat versi Parameter Politik Indonesia (PPI) menempatkan duet Surunuddin Dangga-Rasyid berada di posis teratas. Raihan suara paslon “Suara” itu disebutkan sekira 45,09. Paslon Muh.Endang-Wahyu Ade Pratama Imran diposisi kedua dengan raihan suara 42,84 persen. Paslon Rusmin Abd Gani-Senawan Silondae diposisi buntut, sekira 12,07 persen suara. Hasil itu setelah suara masuk mencapai 100 persen.

Direktur PPI Rasmudin menjelaskan riset yang diambil data C1 yang di TPS lalu divalidasi. Margin of error hanya 1 persen. Hasil yang di keluarkan, selisih dengan KPU kurang lebih 1 persen. Pihaknya memprediksi tidak akan jauh berbeda. “Namun yang menjadi rujukan utama figur yang memenangkan pilkada yakni hasil resmi dari KPUD Konsel. Dan kami sudah terdaftar, maka hasil hitung cepat ini akan kami laporkan ke KPUD Konsel,” ujarnya.

Riset yang digelar, kata Rasmuddin, menggunakan metode penarikan sampel acak atau multistage random sampling. Dengan sampel 210 TPS dari 632 TPS di seluruh kecamatan.”Ini sudah over sampling sudah memenuhi kaidah penarikan sampel. Kami melakukan pengamatan, pencatatan dan analisa sehingga diperoleh dari hasil perhitungan suara,” pungkasnya.

Lembaga survei The Haluoleo Institute (THI) menelurkan perolehan hitung cepat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna dan Wakatobi. Versi THI, Paslon petahana di Pilkada Muna, Rusman Emba – Bachrun Labuta unggul dengan perolehan 53,9 persen. Penantang duet Rajiun Tumada-La Pili menguntit di belakang dengan mengantongi 46,1 persen. Data masuk dalam hitungan cepat tersebut sejumlah 97,59 persen.

“Akumulasi perolehan suara masuk berasal dari sampel di 204 TPS. Itu melingkupi semua Dapil di Muna. Dan rata-rata Rusman-Bachrun Labuta mendominasi perolehan suara tertinggi di setiap dapil,” kata Direktur THI, Naslim Sarlito saat konferensi pers di Swissbel Hotel Kendari, Rabu (9/12) kemarin.

Untuk di Pilkada Wakatobi, kata dia, paslon penantang Haliana-Ilmiati Daud unggul 51,5 persen dari duet petahana Arhawi-Hardin La Omo yang meraih 48,5 persen suara. Suara yang terakomodir dalam hitung cepat sekira 98.55 persen. “Penetapan sampel didasarkan hitungan margin of error 1 persen. Dengan cuplikan sampel 208 TPS. Teknik penarikan sampel menggunakan Multistage Random Sampling,” terang Naslim Sarlito.

Dia menjelaskan, terjadi perubahan dengan hasil survei yang dilakukan sebelumnya, baik di Pilkada Muna maupun Wakatobi. Itu disebabkan karena reaksi paslon yang bergerak cepat melakukan konsolidasi. “Secara detil tidak bisa dibaca, bukan masalah sebab dan tren. Dari indikasi perubahan, tim dan paslon melakukan konsolidasi masif sehingga merubah hasil dalam satu minggu terakhir,” jelas Naslim Sarlito.

Bagi paslon yang tidak bereaksi menghelat konsolidasi lebih aktif pada satu minggu terakhir, akan diterpa dinamika perubahan yang signifikan. Memengaruhi kekuatan awal basis suara menjadi goyah. Misalnya di Wakatobi, paslon petahana Arhawi-Hardin La Omo unggul pada survei yang dirilis 1 Desember 2020 lalu. Sebanyak 51,9 persen responden masih menginginkan petahana memimpin Wakatobi.

Sedangkan bagi paslon penantang, Haliana-Ilmiati Daud hanya diinginkan 42,7 persen responden. “Margin of error sebanyak 3 persen. Sistemnya terdapat propabilitas. Artinya akumulasi dukungan, bisa naik dan bisa turun pada pusaran tiga hingga empat persen,” pungkasnya.

Terpisah, Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil hitung cepat di pilkada Wakatobi. Outputnya, paslon Haliana-Ilmiati Daud meraih suara terbanyak dengan presentase 51,40 persen. Untuk paslon Arhawi-Hardin La Omo bertengger pada perolehan 48,60 persen. Suara yang masuk sejumlah 83,75 persen. (ali/a)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy