Jembatan Buton-Muna dalam Tahap Review Design, Mirip Jembatan Teluk Kendari? – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Jembatan Buton-Muna dalam Tahap Review Design, Mirip Jembatan Teluk Kendari?

KENDARIPOS.CO.ID — Gubernur Sultra Ali Mazi konsisten mewujudkan tagline pembangunan Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan (Garbarata). Tak hanya fokus membangun infrastruktur di wilayah daratan, Ali Mazi memprioritaskan pembangunan di wilayah kepulauan. Gubernur Sultra dua periode itu bertekad membangun jembatan Baruta. Tahun depan, Pemkot Baubau akan menuntaskan pembebasan lahan.

Langkah ke arah itu sudah diinisiasi Gubernur Ali Mazi di masa periode pertama menjabat untuk memangkas jarak dan waktu antara Pulau Muna dan Pulau Buton, melintasi Selat Baruta. Konektivitas dua wilayah yang melintasi laut itu akan terwujud ditangan Ali Mazi. Nantinya, melancarkan distribusi barang dan jasa dalam mendorong peningkatan ekonomi. Rakyat di dua wilayah akan raharja (makmur sejahtera,red).

Rencana besar membangun jembatan Baruta sekira 800 meter itu sudah masuk dalam pada tahap review design. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan desain jembatan Baruta sudah cukup lama. Sehingga perlu dilakukan review design.
“Saat ini sementara dalam proses pelaksanaan review design. Bahkan kita harapkan bulan Maret tahun 2021, review desain ini sudah bisa selesai,”kata Yohanis kepada Kendari Pos, kemarin.

Selanjutnya untuk tahap pembangunan jembatan hingga tuntas masih perlu dilakukan proses perhitungan struktur. Yohanis menambahkan, dalam review desain ini ada pemeriksaan atau pengujian terhadap biotekniknya, masalah batuan, pondasi jembatan, penyelidikan dan pemeriksaan arus laut dan kedalamanya. “Nah di situ kita sempat terkendala. Tapi saat ini semua sudah kembali berjalan dengan baik,”bebernya.

Terkait pembebasan lahan, kata dia, sejauh ini belum ada laporan kendala terkait itu. Sebab, untuk lahan di kawasan itu, bakal melalui dinas dan Pemda terkait. “Sejauh ini untuk pembebasan lahan masih terbilang aman-aman saja. Intinya, jembatan Muna Buton ini masih terus berjalan dan masih tahap review design. Untuk tahapan-tahapan lain, kita tunggu review design ini selesai dulu,”ucap Yohanis Tulak Todingrara.

Yohanis meminta dukungan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah agar mendukung terselenggaranya pembangunan jembatan ini ke depan. “Mohon doanya dalam pengembangan jembatan ini sebab infrastruktur dibangun dengan teknologi tinggi. Membangun jembatan di atas teluk dengan arus kuat yang dijejali bebatuan bukan perkara mudah. Kita harus memastikan betul bahwa peletakan pondasinya nanti benar-benar mampu untuk dudukan dan pegangan jembatan,”ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J Robert mengatakan, pembangunan jembatan Buton-Muna merupakan perencanaan Gubernur Ali Mazi sejak periode pertama menjabat Gubernur Sultra, 2003-2008. Namun baru dapat terealisasi di periode kedua masa jabatannya ini. “Progresnya masih terus berjalan. Bahkan, ini bakal segera dibangun sebab sudah masuk dalam rencana strategi nasional,”ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Pemprov Sultra sudah mengawal sejak awal, mulai pra desain, melakukan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan lain sebagainya. Pemprov terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam review design. Upaya ini guna melihat kesesuaian di lokasi pembangunan jembatan Baruta.

“Saat ini yang kami mendorong clean and clear pengadaan lahan bisa cepat terselesaikan. Kami masih berkoordinasi dengan Pemkot Baubau dan Pemkab Buton Tengah (Buteng) dalam proses legal formal dari proses pembebasan lahan, supaya tidak ada lagi keraguan dari pemerintah pusat. Sehingga konstruksi jembatan bisa segera dibangun,”beber Robert.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR butuh kepastian dan jaminan terkait pembebasan lahan. Makanya Pemprov berkoordinasi dengan Pemkot Baubau dan Pemkab Buteng dalam hal pembebasan lahan. Pihak BPJN XXI Kendari hanya menyiapkan desain. “Yang menjadi kewenangan kita adalah akses jalan menuju jembatan itu akan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Nanti kita akan lihat apakah Pemkot Baubau dan Pemkab Buteng, siap atau tidak. Jika tidak, maka Pemprov akan lakukan intervensi,”ucap Robert.

Menurutnya, sinergisitas antar pemerintah itu baik pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota mesti terjalin. “Agar bisa segera kita bangun akses jembatan Buton Muna secepatnya. Jadi kita berharap dengan fasilitas pembebasan lahan itu selesai semua proses lanjutan ini bisa selesai dengan baik, “pungkas Robert.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin sangat mendukung pembangunan Jembatan Baruta yang akan dibangun di Kelurahan Palabusa, masuk di wilayah daratan Buton). AS Tamrin menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare. Lahan tersebut merupakan milik 17 warga di wilayah itu. Warga yang lahannya terdampak akan diberikan ganti rugi. Langka awal Pemkot menyiapkan Rp.1 miliar untuk biaya pembebasan lahan tempat pembangunan tiang pancang.

Pemkot Baubau menaruh harapan besar terealisasinya mega proyek tersebut. Makanya, pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan terus diupayakan dan dipastikan tuntas pada tahun 2021. Semua itu menjadi komitmen Pemkot Baubau dalam mendukung terlaksananya pembangunan jembatan Buton-Muna.

“Rencana pembangunan jembatan Buton-Muna ada pada pemerintah provinsi. Tetapi Pemkot Baubau komitmen pada pembebasan lahan. Sebagian besar pembebasan lahannya sudah kita lakukan tahun ini. Sisanya lagi kita tuntaskan tahun 2021,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, La Ode Aswad.

Lanjutnya, penutasan pembebasan lahan menjadi komitmen Pemkot Baubau. Makanya, dalam kebijakan penetapan APBD awal 2021 turut dialokasikan dana untuk membiayai kegiatan tersebut. “Untuk besaranya saya kurang tahu karena sistem paket. Untuk besaran biayanya ditentukan melalui jasa konsultan pelayanan publik. Berapa besaranya tergantung hasil penilaian. Tetapi pada 2021 mendatang akan dituntaskan seluas lima hektar,” terangnya.

“Begitu pula dengan lahan yang sudah dibebaskan pada tahun ini. Yang tahu persis berapa anggaran dan luasnya adalah bagian administasi pemerintahan. Insya Allah dari sisi pembebasan lahan tidak ada lagi masalah. Karena semua sudah disosialisasikan, bahkan justru masyarakat sudah menunggu,” sambung La Ode Aswad.

Aswad menambahkan, Wali Kota Baubau, AS Tamrin mendukung penuh terselengaranya pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Pulau Buton dan Pulau Muna tersebut. hadirnya jembatan itu akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Distribusi barang dan jasa kian lancar nantinya.

“Wali kota dan wakil wali kota sudah meminta kami sebagai salah satu instasi teknis untuk mendukung penuh pembangunan jembatan Buton-Muna. Selain program nasional, jembatan itu akan melancarkan konektivitas antarwilayah yang akan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Selain itu nantinya akan menjadi salah satu spot wisata baru,” ungkap Aswad. (rah/ahi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy