Jangan Takut Berinvestasi – Kendari Pos
Konawe

Jangan Takut Berinvestasi

KENDARIPOS.CO.ID — Situasi pada kawasan mega industri Kecamatan Morosi di Kabupaten Konawe sudah berangsur membaik. Pasca bentrok massa pendemo dari serikat buruh pekan lalu, aktivitas pabrik pemurnian nikel di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sudah mulai beroperasi kembali. Buntut kericuhan di PT VDNI sempat membuat iklim investasi di Konawe menjadi kurang kondusif. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memastikan kondisi sudah aman sehingga para pemodal tak perlu takut untuk berinvestasi di Konawe.

Jaminan itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Konawe, Burhan, Selasa (22/12), saat ditemui di ruang kerjanya. Ia mengatakan, kepercayaan pemodal terhadap iklim invetasi di Konawe sempat merosot saat bentrok di PT VDNI terjadi. Namun lewat jalur mediasi yang dilakukan pemerintah dan pihak perusahaan, katanya, akar permasalahan yang menjadi tuntutan buruh terkait upah dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), sudah menemui titik terang.

“Pimpinan daerah Konawe sudah melakukan mediasi antara buruh dan pihak manajemen PT VDNI. Saat demo rusuh, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bahkan langsung turun ke Morosi untuk mendinginkan situasi,” ujar Burhan. Ia menambahkan, kerusuhan di PT VDNI jelas akan menimbulkan dampak kerugian, baik secara internal maupun eksternal. Demo ricuh tersebut menyebabkan beberapa alat berat milik PT VDNI dibakar massa. Dari segi internal, sudah pasti hal itu akan mempengaruhi produktivitas perusahaan. Secara eksternal pula, demo berujung bentrok tersebut pasti turut menggerus kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Konawe.

“Tapi kita akan melihat trennya. Maksudnya, kalau kerusuhan itu bisa diatasi, maka mungkin investasi tetap akan berlanjut. Namun menurut pengamatan saya, kerusuhan kemarin itu hanya insidentil saja,” tutur Burhan. Ia menyebut, investasi di kawasan mega industri Morosi oleh perusahaan berbendera Tiongkok, turut berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab realisasi investasi di Konawe yang dihasilkan dari kawasan mega industri tersebut sangat fantastis yakni sebesar Rp 32 triliun. Capaian itu naik lima kali lipat dari target investasi sejak awal tahun 2020 yang hanya Rp 6 triliun saja.

BURHAN

“Realisasi investasi di Konawe tahun ini mencapai Rp 34 triliun. Dari kawasan Morosi, realisasinya mencapai Rp 32 triliun. Selebihnya Rp 2 triliun lagi, itu diraup dari luar kawasan Mega industri di Kecamatan Morosi,” tandas Kepala DPM-PTSP Konawe itu. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy