Hadirnya Sang Pemimpin Perubahan, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Hadirnya Sang Pemimpin Perubahan, Oleh : Prof. Hanna


KENDARIPOS.CO.ID — Hari ini merupakan hari pelaksanaan pilkada di 270 daerah di Indonesia, termasuk tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara. Beberapa pemberitaan tentang progress persiapan pilkada hingga peluang pasangan calon versi lembaga survei, namun kenyataan masyarakat kurang merespons pelaksanaan pilkada karena tampaknya hasil pilkada hanya dalam bentuk wacana. Masih banyak program janji-janji yang belum terealisasi atau mungkin karena pemilih kita semakin dewasa dan semakin matang dalam berdemokrasi.

Prof. Hanna

Menilik pelaksanaan pemilihan umum dari satu Pemilu ke Pemilu yang lain, dari satu Pilkada ke Pilkada yang lain, kita semua melihat bahwa rakyat Indonesia sudah semakin matang dalam berdemokrasi. Yang secara terus menerus kita pelihara agar dapat menjaga dan merawat kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi Pilkada serentak dan berkualitas.

Tentu saja defenisi pilkada yang berkualitas, sukar didefiniskan, namun paling tidak kita merujuk pada indikator yakni tingginya antusiasme masyarakat untuk memberikan suara yang ditunjukkan partisipasi pemilih yang meningkat. Ini pun belum menjamin pemilu tersebut berkualitas.

Suasana penyelenggaraan pemilu yang kompetitif, transparan, adil, dan akuntabel, sampai saat ini belum dirasakan pada setiap penyelenggaraan pemilu. Belum lagi, jika menyinggung hasil pilihan pemimpin politik yang kompeten dan berintegritas. Masyarakat menilai bahwa tidak semua pemimpin yang terpilih memiliki kompetensi intelektual dan berintegritas.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya kegagalan pemimpin dalam memimpin suatu daerah. Tidak adanya pemimpin yang cekat tanggap, dan action dalam menghadapi masalah rakyatnya. Pemimpin yang tidak menjadikan permasalahan rakyat menjadi permasalahannya sendiri, sehingga membawa suatu daerah menuju masa depan yang tidak pasti. Pemimpin yang tidak membela hak rakyat kecil, serta tidak mengetahui kebutuhan rakyatnya.

Faktor lainnya adalah ketidakjujuran (integritas). Masyarakat menilai bahwa ada pemimpin dalam memimpin daerahnya ada kecurangan. Ketidakjujuran dapat menjerumuskan pemimpin dalam kubangan KKN, yang bisa merugikan dirinya sendiri dan rakyat banyak.

Kecerdasan intelektual juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menguasai bidang yang dipelajarinya, tetapi menguasai segala bidang yang bisa mendukung dalam menjalankan roda kepemimpinannya sehingga bisa diimplementasikan ke dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Cerdas dalam berbagai hal sehingga bisa kritis, analitis, dan bisa membawa rakyat menuju perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pemimpin perubahan adalah seorang pemimpin yang dapat melakukan perubahan paradigma kehidupan masyarakat. Tidak bisa kita pungkiri bahwa tidak semua orang yang memegang puncak kekuasaan dan wewenang dapat menjadi pemimpin perubahan.

Banyak orang yang memegang jabatan, tapi bukan pemimpin perubahan. Mereka hanya bisa mengelola organisasi. Biasanya orang seperti ini, bekerja hanya berdasarkan aturan, sistem yang sudah berlaku yang dibuat oleh pendahulunya. Ia tidak mampu mengubah keadaan yang ada, fokusnya hanya mempertahankan aturan dan sistem yang ada berjalan seperti apa adanya.

Pemimpin perubahan selalu berprinsip bahwa segala sesuatu berubah, tidak ada yang kekal kecuali Sang Pencipta. Karena segala sesuatu berubah, maka pemimpin perubahan selalu mengantisipasi perubahan, daripada bereaksi terhadap perubahan. Ia sadar, sebelum perubahan memberi dampak buruk, ia akan melakukan antisipasi, sehingga ketika perubahan itu datang di depan matanya, perubahan itu tidak memberikan masalah maupun krisis yang krusial bagi organisasi yang dipimpinya.

Pemimpin perubahan sadar ketika perubahan dibiarkan masalah besar akan mengadangnya, dan reaksi terhadap perubahan bukan hanya tidak memberikan hasil yang maksimal, teapi juga membutuhkan energi dan sumber daya yang sangat besar. Ia tahu, kapan perubahan harus dilakukan.

Pemimpin perubahan memiliki visi. Ia dapat melihat keadaan yang sekarang, dan dampaknya di masa depan bila perubahan tidak dilakukan. Ia memiliki kekhawatiran dan hasrat yang besar untuk melakuan perubahan. Visi yang dimiliki pemimpin perubahan, berisi tentang hasil, manfaat, keadilan, perdamaian, kesejahteraan yang harus dicapai. Dan visinya menuntun tindakannya. Ia juga mempunyai kemampuan untuk membagi visinya, menjadi visi bersama yang harus dicapai, sehingga pemimpin tidak kesepian dengan visinya sendiri.

Dalam kehidupan bermasyarakat perlu dipahami bahwa melakukan perubahan tidak semudah membalikkan tangan. Sangat disadari bahwa untuk mengubah kehidupan kebiasaan, selalu ada orang atau kelompok yang akan menentang/menolak perubahan. Namun demikian pemimpin perubahan tidak akan pernah berhenti berinovasi dan berkreatif menyiapkan strategi, struktur dan sumber daya untuk mendukung perubahannya.

Satu hal yang perlu dipahami bahwa pemimpin perubahan, tidak akan sombong ketika perubahan mulai memperlihatkan hasil. Hasil yang dicapai, dijadikan sarana untuk memompa semangat untuk mencapai hasil selanjutnya. Pemimpin perubahan merayakan hasil bersama-sama timnya, karena ia sadar, perubahan tidak akan bisa dilakukan tanpa bantuan orang lain, sehingga ia tidak akan arogan,dan menuntut apa yang baru saja diicapai, dengan manfaat berlebih bagi imbalan dirinya. Ia berjalan bersama visi dan integritas dan keberaniannya, sehingga pengikut selalu ada dibelakangnya.

Kerinduan rakyat akan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang bisa menjawab dan memperbaiki semua situasi dan kondisi di daerah sangatlah besar. Pertanyaan yang perlu kita jawab adalah tipe pemimpin seperti apakah yang bisa menjawab dilema masyarakat yang bisa membawa perubahan dalam setiap aspek kehidupan ke arah yang lebih baik.

Rakyat sangat mengharapkan munculnya pemimpin yang benar-benar cerdas, yang mempunyai tanggung jawab dan berintegritas membawa daerahnya menjadikan masyarakat yang kreatif dan produktif dapat menjawab kebutuhan dan memperjuangkan hak rakyat kecil. Semua harapan rakyat untuk mewujudkan Pilkada serentak yang aman, damai, dan demokratis berada di pundak kita semuanya.

Untuk mewujudkan ini semua, harus ada ketegasan untuk tidak menggunakan politik-politik identitas, politik SARA. Hal-hal demikian hanyak akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Kita mendorong para calon beradu program, kontestasi gagasan, beradu kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah dan kita juga harus mendorong masyarakat mempelajari track record calon agar daerah memperoleh pemimpin yang baik, pemimpin terbaik. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy