Gubernur Raih Penghargaan Dilan Award dan Penghargaan ATL Indonesia


KENDARIPOS.CO.ID — Dalam sehari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi meraih dua penghargaan. Siang kemarin, Ali Mazi meraih Dilan Award kategori Pemda dari OJK Sultra. Malam hari, Ali Mazi meraih penghargaan dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Indonesia (UNESCO-Accredited NGO).

Kepala Dinas Dikbud Sultra Asrun Lio, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, Gubernur Sultra, Ali Mazi, Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Indonesia, Dr. Prudentia, dan Ketua ATL Sultra Prof.Dr.Ir.Usman Rianse, M.S

Penghargaan itu diberikan Ketua ATL pusat, Dr. Prudentia kepada Gubernur Sultra Ali Mazi atas peran dan kontribusinya dalam pelestarian budaya daerah dan pemajuan kebudayaan di Sultra, khususnya tradisi lisan. Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, sebagai pimpinan daerah ia tentu sangat berbahagia dan mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh ATL Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia terakreditasi UNESCO.

“Saya pun sangat menaruh perhatian yang besar terhadap keberadaan ATL di Sultra yang dipimpin Prof. Dr.Ir. Usman Rianse, M.S yang telah bersinergi dengan dinas penididikan dan kebudayaan Sultra dalam mewujudkan program prioritas pembangunan Sultra yang telah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, yaitu Sultra Berbudaya dan Beriman,” ujar Gubernur Sultra, Ali Mazi di Claro Hotel Kendari, Selasa (15/12) malam.

Ia berpandangan bahwa budaya adalah modal pembangunan bangsa. Modal tersebut terletak pada perannya sebagai pengendali cara berpikir, berorientasi dan perilaku masyarakat. “Untuk itu, kita perlu menggali nilai-nilai budaya yang telah lama hidup dan berkembang di dalam masyarakat lalu dikemas dalam berbagai kegiatan festival kebudayaan. Termasuk yang dilakukan pada malam ini yaitu festival pantun daerah Sulawesi Tenggara tahun 2020. Saya berharap kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan untuk memajukan kebudayaan di daerah,”harap Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu melanjutkan, indeks pembangunan kebudayaan (IPK) Sultra tahun 2018 diakui masih berada pada posisi ke-5 terendah secara nasional dengan nilai IPK 47,62 persen. “Namun sejak awal kepemimpinan saya tahun 2018, saya telah berkomitmen untuk pemajuan kebudayaan melalui program strategis pembangunan daerah 2018-2023 yaitu Sultra Berbudaya dan Beriman”. Ini tentu telah menjadi tekad besar saya dalam memimpin Sultra,”tegasnya.

Sebab, Sultra berbudaya merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai budaya, dan kearifan lokal. Kemudian menghargai adat istiadat setiap kelompok masyarakat serta melindungi dan menyelamatkan warisan budaya berupa situs-situs budaya, kesenian dan seni anyaman. Tantangan hari ini adalah bagaimana warisan nilai-nilai luhur kebudayaan dapat dilestarikan kepada generasi-generasi berikutnya.

“Olehnya itu, Dinas Dikbud Sultra melalui UPTD Museum dan Taman Budaya sebagai leading sektor yang bertanggung jawab pada pemajuan kebudayaan di daerah perlu terus melakukan pelestarian keragaman ekspresi budaya. Selain itu mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan di daerah dan kebudayaan nasional,”pungkasnya. (rah/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *