Dua Tahun, Kawasan Kumuh di Kendari Berkurang 473 Hektar

KENDARIPOS.CO.ID — Strategi Pemkot Kendari membenahi kawasan kumuh di Kota Lulo patut diapresiasi. Tiap tahunnya, luas kawasan kumuh terus berkurang. Jika 2018, masih tercatat 970,7 hektar, kini tersisa 473,43 hektar. Capaian ini tak lepas dari sinegitas yang dibangun Pemkot Kendari. Tidak hanya mengandalkan APBD, Pemkot turut bekerjasama dengan pemerintah pusat menata wajah Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengungkapkan keberhasilan pemerintah dalam menuntaskan permasalahan lingkungan (kekumuhan) di Kota Kendari tak lepas dari kordinasi dan sinergi yang dibangun pihaknya dengan pemerintah pusat. Salah satunya menggandeng Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satker Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sultra dengan menghadirkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan dua program sekaligus. Yakni program kotaku skala kelurahan dan program kotaku skala kawasan,” kata Sulkarnain, dalam Raker Pokja Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) di PlazaInn Kendari, kemarin.

Untuk program kotaku skala kelurahan, Pemkot mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 4 miliar untuk empat kelurahan yakni Kelurahan Tipulu, Kadia, Mataiwoi, dan Kelurahan Mata. “Progresnya sangat baik. Bahkan kemarin program kotaku di Kelurahan Tipulu sudah dilaunching. Sudah tuntas. Insyah Allah, sisanya tuntas bulan ini. Untuk skala kelurahan ini diproyeksikan bisa mengurangi sekira 50 hektar kawasan kumuh,” ungkapnya.

Sementara untuk program kotaku skala kawasan lanjut dia, pemkot mendapatkan alokasi dana sekira Rp 40 miliar untuk mengubah kawasan Bungkutoko dan Petoaha yang dahulu dianggap kumuh, menjadi wilayah yang layak huni.

Pembuatan tanggul di pesisir aliran sungai Kali Kadia, Kendari, Selasa (8/12). Mempercantik tampilan kali kadia, Pemkot Terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kota Kendari

Rinciannya, khusus kawasan Bungkutoko yang ditata luasnya 38,40 hektar dengan anggaran sebesar Rp 23,26 miliar, sedangkan kawasan Petoaha, luas penataannya sama dengan kawasan Bungkutoko yakni 38,40 hektar dengan anggaran Rp 16,67 miliar. “Secara fisik progresnya sudah mencapai 98 persen. Rencananya, bulan ini akan dilaunching,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Kepala BPPW Sultra, Mustaba mengaku, progres program kotaku baik sekala kelurahan maupun sekala kawasan berjalan baik, transparan dan profesional. “Seluruh pekerjaan (Program Kotaku) dilaksanakan secara profesional. Para pekerja (warga) didampingi langsung oleh tenaga profesional yang tersertifikasi. Sehingga saya bisa pastikan hasilnya nanti akan bagus. Melalui program ini, saya harap nantinya seluruh kawasan kumuh di Kendari bisa teratasi,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kualitas khususnya Bungkutoko-Petoaha, Mustaba yakin kawasan tersebut bisa menjadi sebuah kawasan wisata baru di Sultra. Nantinya, hal ini bisa menjadi sumber mata pencaharian baru bagi penduduknya. “Kami apresiasi penataan kawasan kali ini yang dihasilkan dari kerjasama dengan Pemkot Kendari. Mudah-mudahan usulan untuk menigkatkan kualitas kawsan pesisir di Kecamatan Kendari (Mata, Kasilampe, Purirano) bisa disetujui berkat hasil monev di Bungkutoko dan Petoaha,” kata Mustaba.

“Usulan dari Pemkot kami akan kawal. Syaratnya tentu hasil evaluasi program Kotaku sebelumnya. Oleh karena itu saya minta kordinator program agar betul-betul melaksanakan pekerjaan secara profesional, supaya tahun depan banyak bantuan dari program Kotaku di Kendari. Baik itu program kotaku skala kelurahan, maupun skala kawasan,” tambahnya. (b/ags)

Kawasan Kumuh di Kota Kendari
2018 970,7 Hektar
2020 473,43 Hektar
Berkurang 497,27 Hektar

Penataan Wilayah Program Kotaku

  1. Skala Kelurahan
    -Tipulu, Kadia, Mataiwoi dan Mata
    -Masing-masing Rp 1 Miliar (Total Rp 4 Miliar)
    -Kurangi Kawasan Kumuh Sekitar 50 Hektar
  2. Skala Kawasan
    -Kelurahan Bungkutoko
    *Luas Kawasan yang Ditata 38,40 Hektar
    *Anggaran Sebesar Rp 23,26 Miliar
    -Kelurahan Petoaha
    *Luas Kawasan yang Ditata 38,40 Hektar
    *Anggaran Rp 16,67 Miliar
    -Progres Pengerjaan 98 Persen
    -Ditargetkan Rampung Desember 2020

Usulan Pemkot Tahun 2021
-Penataan Kawasan Pesisir
-Kelurahan Mata, Kasilampe dan Purirano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *