Dosen IAIN Kendari jadi Delegasi Indonesia

Irma Irayanti, S.HI., M.Pd.i.

KENDARIPOS.CO.ID — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari aktif dalam berbagai kegiatan internasional. Itu setelah salah seorang dosennya, Irma Irayanti, S.HI, M.Pd., berhasil lolos menjadi delegasi Indonesia pada kegiatan internasional, Empower Leadership on SDGs And Human rights atau  ELSAH tahun 2020. Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut merupakan program pengembangan kapasitas masyarakat sipil yang secara aktif mendorong pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) dan Hak Asasi Manusia pada level nasional dan internasional.

Irma Irayanti terpilih menjadi salah satu dari 49 peserta yang berasal dari Asia Tenggara, Asia Tengah  dan Asia Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua program sub-regional, yaitu di Asia Tenggara yang akan dilaksanakan pada 14-18 Desember 2020, dan akan dilanjutkan pelatihan bagi peserta dari Asia Selatan dan Tengah pada 21-25 Desember 2020.

Saat ditemui Kendari Pos, Irma mengungkap bahwa peserta dipilih berdasarkan motivasi mereka untuk belajar tentang SDGs, HAM dan interkoneksinya, pengalaman serta kontribusinya dalam mendukung SDGs dan HAM di komunitasnya.

Lanjutnya, peserta akan dibekali wawasan mengenai topik-topik SDGs, Hak Asasi Manusia, Korelasi SDGs dengan Hak Asasi Manusia, Covid-19, Organisasi masyarakat sipil, dan Perencanaan Strategis. Sebelum program utama, para peserta juga mengikuti persiapan, selama lima minggu dengan pembelajaran online, kuis, dan materi terkait SDGs dan HAM.

“Kita  juga diminta membuat rencana aksi nasional untuk mengadvokasi isu SDGs dan HAM di negara masing-masing. Saya memilih topik mengenai pendidikan dan Covid-19 di Indonesia,” ungkap Irma, Selasa (29/12).

Diakuinya, kegiatan ELSAH sangat menarik karena membahas tentang HAM dan SDGs, yang sangat penting untuk menambah khazanah, keilmuan terlebih dirinya yang juga menjadi dosen. “Luar biasa pada mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan membahas tentang HAM, Demokrasi, Rule of Law, dan 17 target SDGs,” paparnya.

Ia pun berharap pengalaman yang diperoleh pada forum internasional ini dapat bermanfaat bagi dirinya dan instusi dalam memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDG’s dan HAM di Indonesia .

Program ELSAH diselenggarakan oleh Korean Association of Human Rights Studies (KAHRS) dengan dukungan dana dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) bekerjasama dengan Asia Development Alliance (ADA), Global Call to Action Against Poverty (GCAP), Migrant Forum di Asia (MFA) dan Civil Society Development Association (ARGO). Beberapa bagian dari konten program ELSAH dikembangkan dari Glocal Advocacy Leadership Academy (GALA) Asia oleh Asia Development Alliance (ADA).

Fasilitator utama program ini adalah Anselmo LEE, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Korean Association of Human Rights Studies (KAHRS)/ Adjunct Senior Research of Global Academy of Future Civilization (GAFC), Kyunghee University, pendiri serta mantan Senior Penasihat ADA dan Asia Democracy Network (ADN). (ilw/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *