DKPP Deteksi Money Politic dan Mobilisasi ASN – Kendari Pos
Metro Kendari

DKPP Deteksi Money Politic dan Mobilisasi ASN


KENDARIPOS.CO.ID — Pemungutan suara Pilkada serentak di Sultra sukses digelar. Riak yang muncul hanya sebagai dinamika pesta demokrasi dan masih dalam taraf wajar. Partisipasi peserta pilkada menunjukkan tren positif. Tren itu sekaligus mematahkan prediksi akan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara karena pandemi Covid-19.

Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (delapan dari kanan) besama rekan-rekan media usai diskusi Ngetren Media Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media di Hotel Same Boutique Kendari, Jumat (11/12) malam

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Dr. Alfitra Salamm menyebut akumulasi peserta pilkada secara nasional termasuk tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara mencapai 75 sampai 80 persen. Alfitra mengapresiasi penyelenggara pilkada di Sultra. KPU dan Bawaslu telah melangsungkan kontestasi pilkada berjalan dengan baik.

Pencapaian itu merupakan output dari sinergi berbagai elemen. Salah satunya yang memiliki peran sentral adalah media. Pemberitaan yang sangat aktif tentang tahapan pilkada dan berbagai dinamika, ikut memengaruhi kesadaran pemilih untuk terlibat pada hajatan demokrasi tahun ini. Kendati terdapat beberapa polemik, namun tidak begitu signifikan.

“Salah satu yang menjadi masalah klasik yang kerap berulang yaitu paradoks DPT. Antara KPU dan Dukcapil memiliki perbedaan data. Yang paling krusial, antara keduanya tersebut tidak saling percaya. Ke depan, saya mengusulkan agar data hanya terfokus di Dukcapil saja,” kata Dr. Alfitra Salamm dalam kegiatan Ngetren Media Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media, di hotel Kendari, Jumat (11/12) kemarin.

Masalah lainnya, sambung Alfitra Salamm yaitu adanya deteksi money politic dan mobilisasi ASN. Ini polemik klasik yang kerap terjadi. Dalam situasi ini, juga menghadirkan partisipasi pemilihan bergerak meningkat. “Untuk penerima money politic terdapat beberapa alasan. Pertama, rezeki tidak boleh ditolak. Kedua, sebagai pendapatan hari itu karena tidak bekerja atau libur. Ketiga, menyukai uang. Keempat, tabiat memilih mesti ada uang. Itu empat sifat yang mendominasi pemilih penerima politik uang,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi menyampaikan penyelenggaraan pilkada tahun 2020 ini terlaksana dengan baik. Sentuhan konflik ataupun bentuk pelanggaran bisa terkendali dan tayangan stabilitas sosial cukup tentram. Kendati tidak dapat dipungkiri dibelakang layar pemungutan suara, dugaan praktik inprosedural banyak terjadi.

Di satu sisi, peran media yang intens menyajikan informasi pilkada sangat besar terhadap suksesnya Pilkada 9 Desember 2020. Ini menunjukkan iklim demokrasi yang sehat dan patut ditingkatkan pada pemilihan mendatang. “Secara normatif, kerja KPU dan Bawaslu cukup bagus. Hanya saja pada aspek pengawasan mesti ada penegasan yang lebih kuat. Termasuk keterbukaan ketika terjadi pelanggaran. Siapapun pelakunya, baik kalangan pejabat maupun masyarakat,” kata mantan Pemimpin Redaksi Kendari Pos itu.

Sementara itu, pengamat politik Sultra Dr. La Ode Harjudin menerangkan, melihat kerja media pada momentum pemilihan, terdapat dua poin besar yang menjadi sorotan. Yakni media lebih fokus memberitakan saat para kandidat mencari pasangan, juga pintu partai. Dan saat penentuan kampiun kontestasi pilkada. Padahal yang menjadi titik utama dalam sebuah pemilihan yakni prosesnya. Dari sejak awal hingga berakhir.

“Salah satu contoh, jelang pemungutan suara banyak pelanggaran dugaan praktek money politic. Namun tidak ada yang tertangkap atau sampai dimasukan ke dalam penjara. Ini mencerminkan bentuk pengawasan yang dihelat di lapangan patut dipertanyakan,” tandasnya. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy