Cerita Komasigino, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Cerita Komasigino, Oleh : La Ode Diada Nebansi


KENDARIPOS.CO.ID — Video pendek yang dikirim di WhatsApp Group (WA) itu menampilkan cerita zaman bahula, cerita tempo dulu, duluuu sekali soal penganiayaan seorang ahli ibadah, dipukuli hingga berdarah-darah lalu dilemparkan ke kandang anjing herder yang kelaparan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi anjing lapar disodorkan “santapan”.

La Ode Diada Nebansi

Anjing itu kemudian mendekat ke korban dan menjilat seluruh darah yang keluar. Seperti anjing itu membersihkan darah. Kata Ustadz Abdul Somad yang berbicara dalam video itu, anjing pun bisa membedakan mana darah orang yang berlumur dosa dan mana darah manusia ahli ibadah. Itu cerita Ustadz.

Cerita Tol Jakarta Cikampek, saya ingin menuliskan isi Surah An-Nisa:93. (wa may yaqtul mu’minam muta’abmmidang fajazaaa’uhuu jahannamu khoolidang fiiha wa ghodhiballaohu wa a’addalahuu ‘azaaban ‘azhiimaa). Andai ayat ini diketahui artinya, mestinya,
tak ada yang berani menghilangkan nyawa orang. Jangan menghilangkan nyawa, berencana pun mestinya sudah harus takut. Itu, kalau mengerti arti dan makna An-Nisa: 93. Kalau faham artinya, yang melanggar An-Nisa:93 maka akan berhadapan dengan tiga vonis. Pertama, dimurkai Allah. Dua, dilaknat Allah. Tiga, diazab.

Nah, agar kalian tahu, inilah arti dari An-Nisa:93. “Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

An-Nisa:93 mengancamkan tiga hukuman sekaligus dan vonis neraka jahanam yang kekal buat pelaku. Wuih, ngeri. Tapi, jika kamu jarang terkena air wudhu, saya punya keyakinan bahwa ayat ini tak bakal kamu takuti.

Keyakinanku, jika kamu peserta assesmen jabatan dan terkena air wudhu hanya dua kali setahun yakni dihari Idul Fitri atau Idul Adha, diberi perbandingan, mana yang kamu takuti, dilaknat presiden, gubernur,bupati/walikota atau dilaknat Tuhan? Kayaknya, kamu lebih takut dilaknat yang meneken SK jabatan.

Sesungguhnya, bukan maksud membandingkan atau memberi pilihan terhadap dua pilihan yang berat dan berisiko itu. Tapi, kita pun harus mahfum bahwa acapkali kita menyaksikan orang yang memilih menang walau terhina ketimbang tersanjung tapi kalah. Di pikirnya, kemenangan yang diperoleh dengan cara yang salah akan kekal padahal sudah seabrek contoh, ada pensiunan yang terhormat dan ada yang terhina. Ada yang tak lama purna bhakti dari jabatan langsung ngkima-ngkima dan ada yang tak lama purna bhakti dari nonjob lahir sebuah kehormatan baru.

Pilih mana, terhormat di masa aktif atau terhormat dimasa purna bhakti. Saya pilih terhormat di seluruh masa. Ah, kalau gitu, bertindaklah on the track. Ibarat kertas putih itu adalah kebenaran yang bebas intervensi, maka janganlah kamu teken di atas kertas buram.

Teringatlah saya cerita Komasigino. Komagino adalah gelar Raja Muna, La Ode Dika. Komasigino dalam Bahasa Muna berarti juga: Yang Punya Masjid. Ada sekelebat cerita tentang Komasigino yang diperkarakan. Ditahan dan diadili. Infonya, beberapa orang kunci yang
terlibat dalam pemenjaraan Komasigino tak beres hidupnya. Tak beres seperti apa? Saya ndak tahu.

Angle lain. Cobalah juga baca Al Quran 12:12. “Arsilhu ma’ naaghodayyarta’ wa yal’ab wa inna lahuu lahaafizhuun.” Artinya: “Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya”. (nebansi@yahoo.com)

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy