Bupati Konawe Sukses Membuka Investasi, Ekonomi Tumbuh 9,20 Persen

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bertekad untuk memajukan otoritanya sebelum turun takhta pada 2023 mendatang. Di periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara, dinilai sukses membawa kemakmuran bagi warga dan daerah Konawe. Resep Kery memakmurkan daerah tak hanya mengandalkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan namun membuka keran investasi seluas-luasnya.

Kery Saiful Konggoasa

Kery Saiful Konggoasa menilai investasi bakal menjadi jawaban atas keinginannya memajukan sekaligus memakmurkan daerah. Memakmurkan daerah dalam benak Kery, hanya dapat dilakukan lewat tiga aspek. Selain meningkatkan pelayanan publik, kemandirian serta daya saing daerah harus pula ditingkatkan.

Berbicara tentang kemandirian dan daya saing daerah, Kery tak memungkiri perlu adanya investasi untuk mewujudkan kedua aspek tersebut. Makanya, mantan Ketua DPRD Konawe itu tak ingin menutup keran investasi yang ingin hadir di otoritanya. Entah itu penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Apalagi dengan besarnya potensi alam khususnya sektor pertambangan, Konawe memang menjadi magnet bagi investor yang punya niat berinvestasi.

Bupati Konawe Kery S.Konggoasa mengatakan, meski dalam situasi pandemi Covid-19, keinginan para pemilik modal untuk berinvestasi di Konawe tak pernah surut. Sektor pertambangan, katanya, memiliki daya tarik tersendiri bagi investor domestik maupun mancanegara. “Investasi kita masih bagus. Buktinya, dari Januari sampai November 2020, jumlah investasi melebihi dari target yang kita tetapkan,” ujar Kery Saiful Konggoasa kepada Kendari Pos, Kamis (3/12) kemarin.

Kery S.Konggoasa menyebut, peningkatan realisasi investasi di Konawe sangat luar biasa. Capaian sungguh fantastis dengan peningkatan melebihi 500 persen. Realisasi investasi di Konawe tahun ini mencapai Rp 34 triliun dari target sejak awal 2020 yang hanya Rp 6 triliun saja. “Sangat menggembirakan. Itu untuk penanaman modal asing (PMA) yang masuk di Konawe. Meningkat tajam di luar prediksi kita,” tambahnya.

Suntikan modal asing yang masuk ke Konawe tersebut, sambung Kery Saiful Konggoasa, diinvestasikan para pemilik modal pada perusahaan smelter di Kecamatan Morosi. 90 persen investasi di mega industri tersebut berasal dari negara Tiongkok.

“Hadirnya investasi tersebut memberikan dampak positif bagi daerah kita di Konawe. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi kita yang meningkat hingga 9,20 persen. Melebihi angka pertumbuhan ekonomi Sultra dan nasional,” tutur Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Sultra itu.

Di samping itu, untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) oleh investor Indonesia, Kery Saiful Konggoasa menyebut, realisasinya sampai saat ini masih sedikit lebih rendah dari target yang ditetapkan. Hingga November 2020, realisasinya baru dikisaran Rp 4 Miliar dari target awal sebesar Rp 6 Miliar. Belum tercapainya realisasi PMDN di Konawe itu, menurutnya, dipengaruhi oleh mewabahnya Covid-19 di tanah air. “Kalau PMDN, mayoritas investasinya itu pada perkebunan kelapa sawit. Hanya memang kondisi saat ini, sehingga targetnya belum tercapai,” tutur Konawe-1 tersebut.

Meski demikian, mantan Ketua DPD PAN Konawe itu masih yakin bahwa iklim investasi di Konawe pada tahun berikutnya akan tetap membaik. Apalagi dalam waktu dekat, kawasan mega industri baru akan kembali hadir di otoritanya. Tepatnya, di Kecamatan Routa. Investor Tiongkok siap menyuntikkan dana segar kurang lebih Rp 60 Triliun untuk membangun kompleks pabrik nikel, lithium dan kobalt di wilayah paling barat Konawe itu.

Kery mengaku, dirinya saat ini sedang berjuang di pusat agar status Kecamatan Routa sebagai kawasan penyangga industri bisa diubah menjadi kawasan inti industri. Kery Saiful Konggoasa kerap bertolak ke Jakarta hanya untuk menemui Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman & Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Perjuangan itu dilakukannya untuk mempercepat masuknya investasi asing yang ingin membangun kompleks pertambangan di kecamatan Routa.

“Intinya, kita berharap PMA maupun PMDN bisa terus membaik. Sebab, dengan iklim investasi yang baik, dampak positif bisa dihasilkan. Angka kemiskinan dan pengangguran kita di Konawe bisa semakin berkurang. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita pasti akan mengalami peningkatan,” beber Kery. (adi/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *