BI Sultra Dorong Optimalisasi Potensi Lokal – Kendari Pos
Nasional

BI Sultra Dorong Optimalisasi Potensi Lokal

KENDARIPOS.CO.ID — Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami tekanan yang cukup tinggi pada semester tahun ini dan mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan III 2020. Kendati masih terkontraksi 1,8 persen, kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan perekonomian nasional yang terkontraksi 3,5 persen. Informasi itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Suharman Tabrani.

Suharman memaparkan, prospek perekonomian Sultra masih cukup baik yang diindikasikan dengan perkembangan investasi hingga triwulan III 2020 yang sudah menyamai investasi di tahun 2019. Selain itu, inflasi Sultra berada pada tingkat yang rendah dan terjaga. Hingga November 2020, inflasi Sultra tercatat 1,22 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat 1,59 persen.

Suharman Tabrani

Fungsi intermediasi perbankan juga masih positif meski cenderung melambat. Kegiatan penghimpunan dana perbankan (DPK) hingga Oktober 2020 tumbuh 14,7 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 18,2 persen. Perlambatan pertumbuhan DPK serta kondisi perekonomian yang belum stabil ini menyebabkan penyaluran kredit mengalami perlambatan. Pada Oktober 2020, penyaluran kredit hanya tumbuh 7,8 persen, lebih rendah dari tahun 2019 yang tumbuh 12,4 persen. “Kendati begitu, kualitas kredit yang disalurkan masih sangat baik dengan non-performing loan (NPL) secara gross sebesar 2 persen,” ungkap Suharman, kemarin.

Menurutnya, sektor petanian, perkebunan, dan perikanan perlu dikembangkan untuk menjadi kekuatan baru ekonomi di Sultra bersanding dengan sektor pertambangan dan industri pengolahan yang lain. Hilirisasi yang mulai dilakukan untuk beberapa komoditas perlu diperluas sehingga memberikan nilai tambah secara optimal. Selain itu, potensi pariwisata yang dimiliki juga perlu dimaksimalkan.

BI Sultra pun berupaya untuk terus mendorong sektor riil melalui pengembangan potensi ekonomi lokal. Pengembangan ekonomi dilakukan dengan pola pembinaan klaster UMKM yang difokuskan pada klaster yang berorientasi pada ketahanan pangan dan potensi lokal. Beberapa klaster yang tengah dikembangkan BI Sultra saat ini antara lain klaster padi organik (Konawe dan Buton Utara), bawang merah (Kolaka Utara), hortikulura (Konawe Selatan), perikanan tangkap (Kendari), kakao (Kolaka), tenun (Muna), kopi (Konawe), dan digital farming padi sawah (Kolaka Timur).

Dengan mencermati berbagai dinamika terkini, BI Sultra memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sultra 2020 masih akan berada di atas nasional dengan tren pemulihan yang terus berlanjut. Kondisi ekonomi global yang membaik didukung aktivitas masyarakat, konsumsi pemerintah, serta investasi yang meningkat menjadi faktor utama yang mendorong pemulihan ekonomi Sultra. Tekanan inflasi 2020 diperkirakan akan berada pada level yang terkendali. Dengan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, capaian inflasi 2020 diprediksi berada pada batas bawah capaian ekonomi nasional yakni 3±1 persen.

“Perekonomian Sultra masih akan berada pada tren pemulihan. Aktivitas masyarakat yang mulai membaik disertai dengan peningkatan aktivitas pelaku industri, serta kelancaran distribusi yang salah satunya didukung oleh peresmian jembatan Teluk Kendari, dapat menjadi penopang utama perekonomian Sultra di tahun 2021,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy