Ancaman Covid Masih Mengintai, 7.794 Terpapar, 6.801 Sembuh

KENDARIPOS.CO.ID — Musuh tak kasat mata bernama Coronavirus (2019-nCov) atau Covid-19 “menyerang” negeri ini pada Januari 2020. Hingga dipenghujung tahun 2020 ini, Covid belum mau “hengkang”. Covid-19 pertama kali mewabah di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Mahasiswa asal Sultra yang kuliah kedokteran di Provinsi Hubei, Hainan Medical University Kota Haikou dan Changsha Medical University, Cina dipulangkan pemerintah akhir Januari hingga Februari 2020.

Virus asal Wuhan itu terdeteksi di Sultra ketika pasutri AT (59) dan AD (69) asal Kolaka mengalami gejala mirip Covid-19, Maret lalu. Keduanya mengalami gejala demam dan panas hingga mencapai 38,5 derajat celcius dan gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepanikan melanda warga lantaran salah satu wilayah Sultra menjadi tujuan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina. Kedatangan TKA kala itu menuai pro kontra. Kepanikan luar biasa memicu kelangkaan masker medis. Kasus positif Covid-19 terus bertambah. Pemerintah daerah bergerak cepat menekan laju penyebaran Covid. Sekolah dan universitas diliburkan. Regulasi diterbitkan sebagai pedoman untuk memangkas mata rantai penyebaran Covid.

Beragam larangan dan imbauan protokol kesehatan bertebaran dalam surat edaran. Pemerintah sibuk membangun fasilitas gedung isolasi. Bantuan digelontorkan bagi warga yang terdampak pandemi. Bantuan diberikan sebagai upaya pemulihan ekonomi akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemerintah pusat sudah menyediakan vaksin.

Sejak Januari hingga Desember 2020, kasus Covid belum melandai. Tak sedikit nyawa terenggut oleh virus tersebut (lihat grafis). Tahun 2020 ini menjadi ujian terbesar yang harus dihadapi. Pandemi Covid-19 belum mau hengkang. Di penghujung tahun 2020, kasus Covid masih saja bertambah.

Menyikapi hal itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi terus melakukan langkah guna mengedukasi masyarakat akan bahaya Covid serta pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Terlebih dalam menyongsong momentun pergantian tahun. “Seluruh masyarakat Sultra harus bersama-sama menekan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan prokes dalam keseharian kita. Jangan menganggap remeh, sebab Covid ini nyata adanya, dan dampaknya akan sangat berbahaya bagi kesehatan, ” kata Ali Mazi.

Selain memakai masker, mencuci tangan, menghindari kumpul-kumpul di keramaian juga dianjurkan. Terlebih dalam suasana akhir tahun, dimana selalu identik dengan keramaian. “Merayakan akhir tahun cukup di rumah saja. Jangan buat kerumunan yang akan menambah kasus terkonfirmasi. Sebab sampai hari ini Covid-19 masih ada di Sultra. Jangan buat klaster baru di akhir tahun,” pintanya.

Ketua Satgas Covid-19 Sultra itu mengimbau masyarakat tidak bepergian pada saat libur akhir tahun. Gubernur Sultra, Ali Mazi berharap liburan akhir tahun kali ini menjadi momentum berharga, yang sehat, aman dan nyaman bersama keluarga di rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Usnia mengatakan, saat ini Pemprov Sultra terus bergerak menyosialisasikan 3M kepada masyarakat. Kesadaran masyarakat akan prokes Covid-19 terbilang tinggi. Namun angka kasus terus bertambah membuat pemerintah itu terus bergerak menemukan kasus sebelum menyebar di masyarakat.

“Memang masih ada yang kurang patuh prokes tapi itu hanya sebagian kecil. Karena sebagian besar masyarakat selalu memakai masker, setiap fasilitas umum disiapkan wadah cuci tangan dan beberapa protokol kesehatan lainnya. Kami terus bekerja memutus mata rantai penyebaran Covid ini,” ujar Usnia kepada Kendari Pos, Selasa (29/12).

Usnia mengakui kasus Covid-19 di Sultra belum melandai. Masih ada beberapa kasus-kasus terkonfirmasi baru. Padahal sejak kasus Covid ditemukan masuk di Sultra bulan Maret lalu hanya ditemukan tiga kasus. Dari proses tracking, bulan selanjutnya mengalami peningkatan kasus (lihat grafis). Namun disaat yang sama, angka kesembuhan juga meningkat. (rah/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *