Altruisme Sembilan Desember, Oleh : Indra Eka Putra – Kendari Pos
Opini

Altruisme Sembilan Desember, Oleh : Indra Eka Putra

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam terma para psikolog altruisme adalah faham atau jiwa yang mementingkan kepentingan orang lain (khalayak) daripada kepentingan pribadi yang lazim dikenal dengan istilah egoism. Pada satu sifat lainnya dalam psikologi adalah relatifisme yang tentative, temporer dan inkonsisten. untuk sifat yang terakhir ini hadirnya ‘memang kadang’ dilekatkan pada para politisi yang ‘konon’ jika mampu berpindah-pindah sikap dan perilaku dikatakan sebagai ahli atau professional dalam politik. Namun tidak pada sikap yang diharapkan kepada para penyelenggara pemilu yang sedang bekerja dengan peluh dan pertaruhan ‘kerentanan’ yang sangat tinggi. Buktinya mereka mau dan siap bekerja menyukseskan pemlihan kepala daerah di 270 daerah yang disultra kebagian 7 (tujuh) kabupaten/kota ditengah pandemic Virus Corona Disease-19 (Covid-19) yang telah banyak meenggut nyawa.

Indra Eka Putra (IEP), Komisioner Bawaslu Konawe

Sembilan desember tinggal menghitung hari dan jam, mobilitas orang saat hari H pemillihan tentu telah dapat diprediksi. Itu disebabkan karena para pemilih baik dimobilisasi maupun atas kehendak sendiri akan berbondong-bondong hadir di TPS untuk menyalurkan hak pilihnya tentu dengan kondisi pandemic saat ini memungkinkan penyebaran virus tersebut semakin meluas dan orang yang ‘paling mungkin’ terdampak/terkena virus Covid-19 tersebut jika membaca data pemerintah yang ada melalui rilis kompas pertanggal 4 desember 2020 Indonesia menempati posisi teratas penyumbang kematian akibat virus corona di asia tenggara (± 17.000 orang) data ini juga diamini oleh Massachusetts Institute of technology USA dalam risetnya yang sampingnya termasuk Indonesia. Dalam riset tersebut menyebut bahwa tigginya angka kematian Akibat Covid ini bukan hanya karena virus itu sendiri tetapi juga terkait 4 (empat) factor ini yaitu; a) System pelayanan kesehatan; b) Lingkungan; c) Genetik dan d) Perilaku. Empat factor ini harus menjadi perhatian serius dalam penaggulangan virus corona diseluruh dunia. 

Bagaimana dengan pelaksanaan pilkada dimasa pandemic?

Pertannyaan ini telah selesai dalam kajian-kajian dan diskursus-diskursus ilmiah, meski banyak menuai kecaman pemerintah meyakinkan kita untuk mulai membiasakan diri hidup berampingan dengan pandemic ini. Al hasil kita tetap melaksanakan pemilihan kepala daerah dengan mengubah terma pemilihan lanjutan menjadi pemilihan serentak lanjutan dengan PERPPU 2 tahun 2020. Disultra khususnya dari data yang ada dengan jumlah kasus 6866, dengan sembuh 5.821, dan kematian berada diangka 113. Sultra termasuk daerah yang landai jika dibandingkan dengan Sulawesi selatan yang angka kematiannya tertinggi di zona Sulawesi. Namun ukurannya tentu bukan hanya itu. Setiap nyawa sangat berharga dan setiap perilaku ditengah pandemic harus dengan antisipasi 4 (empat) factor itu sendiri (system pelayanan kesehannya, lingkungannya, genetiknya dan perilakunya) termasuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Dimana sultra mengikutkan 7 (tujuh) daerahnya untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah pada 9 desember ini. Dalam kacamata penulis pemastian terpenuhinya 4 (factor) tadi sangatlah penting untuk menjamin setiap jiwa yang hadir memenuhi panggilan Negara (menjalankan kedaulatannya) selamat dan tidak menciptakan klaster baru penyebaran Covid-19 (Pos Hoc Ergo propter hoc). Terutama para penyelenggara pemilu kita adalah yang paling rentan untuk itu. 

motivasi dan Asa    

sebagai penyelenggara itu sendiri yang pernah melaksanakan ivent serupa (pemilihan Kepala daerah dan pemilu 2019) faham persis tentang bagaimana lelahnya para penyelenggara pemilu saat bertugas, pada kondisi tersebut bahkan tanpa situasi pandemic ini pemilu 2019 telah menelan banyak korban penyelenggara level bawah (PTPS, PPS, PTPL dan PPL) panwascam serta structural diatasnya. Apalagi situasi hari ini memang dalam keadaan luar biasa.

Sekali lagi jika kita membaca data hari-hari ini menjelang pemilihan, beberapa penyelenggara pemilu kita setelah dilakukan rapid test dan swab dinyatakan positif terserang virus tersebut. Artinya ada potensi besar kejadian serupa pada 2019 terulang lagi. Itu yang semua pihak sampai hari ini tetap mencibir kebijakan pemerintah tetap ngotot melaksanakan pilkada 9 desember 2020 ini.  Tetapi penulis ingin tampil menempatkan energy positif kepad masyarakat kita bahwa penyelenggara hari ini membutuhkan dukungan support dalam bekerja ditengah bahaya yang mengancam, support yang dimaksud tidak hanya dalam konteks hadir saat pencoblosan tanggal 9 desember nanti tetapi lebih dari itu support masyarakat dan semua elemen dibutuhkan dalam kamtibmas, kesadaran akan tidak terlibat dalam pelanggaran pemilu, serta yang paling penting adalah kemauan untuk tertib perilaku mematuhi protocol kesehatan yang menjadi syarat dilaksanakannya pemilu itu sendiri. Pelanggaran pemilu oleh masyarakat tidaklah berdampak pada hilangnnya nyawa tetapi diawali dari pelanggaran protocol kesehatan dapatlah berdampak pada hilangnya nyawa bagi banyak pihak terutama yang memang telah mengetahui akibat dan potensi bahayanya menjadi penyelenggara itu sendiri yaitu para penylenggara pemilu. Jika itu terjadi maka bukan hanya citra negative yang diarahkan kepada para penyelenggara karena dianggap lalai dalam melaksanakan tugas tetapi Negara dicibir oleh banyak pihak serta dunia internasional tentang ketidakmampuan dan pemaksaan kehendak melaksanakan pilkada ditengah pandemic tanpa mempertimbangkan matang keselamatan rakyat (salus populi suprema lex esto).

          Akhirnya semua pihak disisa waktu ini mesti menegaskan jiwa altruismenya yang seiring dengan omnipresent dan salus populi suprema lex esto itu. Karena pilkada 9 desember ini benar-benar pertaruhan para jiwa-jiwa pahlawan demokrasi kita (para penyelenggara pemilu) yang denngan potensi bahaya sangat tinggi akan bertaruh maksimal mengawal kualitas pelaksanaan pemilu serentak lanjutan ini. Jika terjadi apa-apa, kalian memang dari awal telah kami nobatkan sebagai para pahlawan demokrasi. Teruslah berjuang para penyelenggara, teruslah jaga imunitasmu demi untuk dan atas nama ‘Kualitas Pemilu’. No One To make You Feel Inferior Without Your Permission’ 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy