Ahmad Safei Poles Pomalaa Jadi Kota Kedua

KENDARIPOS.CO.ID — Semangat membangun daerah Bupati Kolaka, H.Ahmad Safei tak pernah surut. Tangan dingin manajerialnya terus memoles wilayah Kolaka agar lebih apik. Pembangunan pun menyentuh hingga di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Mekongga, tak terkecuali di Kecamatan Pomalaa.

Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pomalaa terus digenjot. Kecamatan yang mempunyai delapan desa dan empat kelurahan tersebut diproyeksi Bupati Ahmad Safei menjadi kota kedua di Kabupaten Kolaka.
“Pembangunan di Kecamatan Pomalaa ini terus kami lakukan. Sehingga predikat kota kedua setelah Kota Kolaka bukan hanya sekedar wacana saja, tetapi menjadi nyata,” kata Ahmad Safei.

Ahmad Safei

Pria yang karib disapa
Safei itu mengatakan pihaknya akan membuat taman yang dilengkapi lampu penerang jalan. Untuk itu, Safei mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pembangunan di Kecamatan Pomalaa. Sehingga predikat Pomalaa sebagai kota kedua dapat segera terealisasi.
“Tujuan pembangunan itu untuk memperbaiki, bukan merusak. Lagi pula kalau Pomalaa ini terlihat lebih bagus tentu kita semua yang akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain menggenjot pembangunan infrastruktur, kata Safei, Pemkab kolaka telah merelokasi Pasar Dawi-Dawi ke tempat yang lebih representatif. Sebab menurutnya, Pasar Dawi-Dawi yang lama sudah tidak bisa lagi ditata karena banyaknya permukiman warga yang berada di sekitar pasar tersebut.

Untuk mengoptimalkan roda perekonomian, Safei akan membangun terminal di dekat Pasar Bokeo Laduma. “Jadi di samping lokasi ini saya akan bangun terminal karena terminal sebelumnya lokasinya kita sudah bangun puskesmas. Jadi jangan ada lagi yang klaim lokasi ini. Insya Allah pengerjaan terminal baru ini dimulai tahun 2021,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kolaka, Arifin Jamal menambahkan, di Kecamatan Pomalaa kini telah berlangsung dua program pelebaran jalan yaitu di Jalan Cakalang dan Jalan Poros Pomalaa. Volume dan dimensi Jalan Cakalang ditambah menjadi dua jalur dengan lebar 24 meter dan panjang 400 meter. “Lebar 24 meter itu sudah termasuk drainase. Kami berharap, pelebaran Jalan Cakalang dapat mempercepat roda perekonomian di Bumi Mekongga. Akses dari Kota Kolaka ke Bandara Sangia Nibandera dan Kampus USN Kolaka di Tanggetada dan sebaliknya juga bisa lebih lancar,” ujarnya.

Tak hanya di Jalan Cakalang, kata Arifin, Bupati Kolaka Ahmad Safei akan mempercantik infrastruktur yang ada di Kecamatan Pomalaa. Hal itu tidak lepas dari predikat yang melekat pada Kecamatan Pomalaa sebagai “kota kedua” setelah Kecamatan Kolaka. Saat ini pihaknya juga sedang melakukan pelebaran Jalan Poros Pomalaa-Kolaka tepatnya mulai dari Kantor Camat Pomalaa hingga jembatan layang (fly over). Adapun panjang jalan yang akan diperluas tersebut hampir 2 kilometer.

“Pomalaa ini adalah kota kedua setelah Kecamatan Kolaka dan sudah mulai padat kendaraan. Makanya jalur tersebut kami perlebar menjadi dua jalur. Lebarnya 24 meter dan itu sudah termasuk drainase, bahu, dan badan jalan,” jelas Arifin.

Dia optimis, dua proyek pelebaran jalan di Kecamatan Pomalaa tersebut akan tuntas di akhir tahun 2020 ini. “Sekarang pengerjaannya sudah lebih 70 persen. Tinggal pengaspalan saja,” pungkasnya. (fad/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *