Warga Kembali Tutup Jalur Lambuya-Motaha


KENDARINEWS.COM — Akses alternatif melalui poros Lambuya-Motaha kian mengalami kerusakan akibat sering dilintasi kendaraan bertonase berat. Warga sepanjang jalur mulai geram dan memblokade akses penghubung sejak beberapa hari lalu hingga Jumat (6/11). Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kecamatan Puriala Bersatu (AMKPB) mengancam untuk terus menutup jalan tersebut sampai pihak pemerintah menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki jalur Konawe menuju Konawe Selatan dan Kendari itu.

Aksi blokade jalan provinsi di poros Lambuya-Motaha yang dilakukan Aliansi Masyarakat Kecamatan Puriala Bersatu (AMKPB) sejak beberapa hari lalu hingga kemarin.

Perwakilan AMKPB, Widodo, mengatakan, upaya negosiasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Tenggara (Sultra) sebenarnya sudah dilakukan. Hanya saja, negosiasi menemui jalan buntu sebab pihak Dinas PU Sultra tidak mampu memberikan jaminan kapan waktu perbaikan jalan provinsi tersebut direalisasikan.
“Tuntutan kami jelas. Kita meminta Pemerintah Provinsi termasuk DPRD Sultra untuk mengalokasikan biaya perbaikan jalan poros Lambuya-Motaha,” ujar Widodo, kemarin saat menggelar demonstrasi dan blokade jalan di Kecamatan Puriala.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan poros Lambuya-Motaha disebabkan peralihan arus lalu lintas akibat perbaikan jalan nasional di Desa Rawua, Kecamatan Sampara. Sehingga, kendaraan dengan dimensi besar dari arah Kendari menuju Konawe dan Kolaka atau sebaliknya, terpaksa dialihkan di poros Lambuya-Motaha tersebut. Meski tak punya data lengkap mengenai total panjang jalan yang rusak di poros tersebut, sambungnya, semestinya Pemprov sebagai pihak yang memiliki kewenangan mengurusi akses penghubung antar kabupaten, memberi perhatian serius dengan perbaikan jalan poros tersebut.

“Kita akan tetap blokade jalan di sini sampai Pemprov Sultra melalui Dinas PU memberikan kejelasan mengenai kapan waktu perbaikannya,” tandasnya. (c/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *