Tindak Fintech Ilegal, SWI Lancarkan Cyber Patrol – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Tindak Fintech Ilegal, SWI Lancarkan Cyber Patrol

Mohammad Fredly Nasution


KENDARIPOS.CO.ID — Satgas Waspada Investasi (SWI) yang beranggotakan 13 kementerian dan lembaga terus meningkatkan upaya penindakan fintech peer to peer lending ilegal dan penawaran investasi dari entitas yang tidak berizin melalui peningkatan patroli siber (cyber patrol).

“Patroli siber terus kami gencarkan agar bisa menemukan dan memblokir fintech lending ilegal dan penawaran investasi ilegal sebelum bisa diakses dan memakan korban di masyarakat,” ujar Ketua SWI, Tongam L Tobing dalam keterangan resminya, pekan lalu.

Lanjut dia, saat ini SWI telah melakukan patroli siber secara rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan masih banyaknya temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai saluran teknologi komunikasi di masyarakat.

Sepanjang Oktober lalu, SWI kembali menemukan dan memblokir 206 fintech lending ilegal dan 154 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Sementara, sejak tahun 2018 sampai dengan Oktober 2020, total fintech lending ilegal yang dihentikan kegiatannya mencapai 2.923. Adapun 154 entitas yang menawarkan investasi ilegal terdiri atas 114 Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) tanpa izin, 2 koperasi tanpa izin, 6 aset kripto tanpa izin, 8 money game tanpa izin, 3 kegiatan yang menduplikasi entitas yang memiliki izin, dan 21 kegiatan lainnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Mohammad Fredly Nasution mengatakan, OJK melalui SWI akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal. Saat ini, kata dia, pinjaman online ilegal masih banyak beraksi melalui website, aplikasi, maupun sms. Ia meminta masyarakat berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer-to-peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum.

“Masih ada masyarakat yang terjebak fintech lending ilegal. Kami mengimbau masyarakat sebelum melakukan pinjaman di fintech lending dan berinvestasi di sektor keuangan, agar memastikan pihak yang menawarkan pinjaman dan investasi tersebut memiliki izin dari otoritas yang berwenang,” imbaunya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy