Tahun Depan, Wali Kota Kendari Bangun Proyek Strategis – Kendari Pos
Metro Kendari

Tahun Depan, Wali Kota Kendari Bangun Proyek Strategis

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagai wilayah metropolis, Kota Kendari menjadi pusat kegiatan pemerintahan, jasa dan perdagangan. Karakter Kota Kendari itu mesti didukung kesiapan infrastruktur jalan demi menopang pertumbuhan ekonomi.

Sulkarnain Kadir

Ide besar Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meretas jalan ekonomi bertumbuh di Kota Kendari didukung DPRD. Sulkarnain Kadir mengatakan tiga pembangunan infrastruktur strategis dibangun tahun depan, yakni pembangunan infrastruktur kesehatan, jalan dan jembatan serta pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Anggaran pembangunan jalan dan fasilitas kesehatan mengandalkan pinjaman daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menjelaskan pembangunan jalan dan jembatan membutuhkan biaya sekira Rp 203 miliar. Pemkot membangun jalan alternatif yang menghubungkan Jalan MT Haryono (Praja II) dengan Jalan La Ode Hadi (Taman Kali Kadia) serta jalan yang menghubungkan Jalan ZA Sugiarto (belakang RSUD Kota Kendari) dengan Jalan MT Haryono (perempatan Kampus Baru UHO).

Pembangunan kedua ruas jalan tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi dikawasan itu. “Saya kira ini akan jadi solusi permasalahan yang ada di Kota Kendari. Khusus untuk pembangunan jalan baru, tentunya ini bisa mengangkat nilai ekonomi diwilayah sekitar. Misalnya akses ke taman Kali Kadia yang semakin cepat, akses ke rumah sakit, perkantoran, sekolah, kampus dan tempat bekerja masyarakat. Kalau mobilitas lancar makan ekonomi juga lancar. Ekonomi akan tumbuh. Apalagi setelah pandemi ini, semua harus pulih termasuk ekonomi masyarkat,” ujar Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Kamis (26/11) kemarin.

Mantan anggota DPRD Kota Kendari itu menuturkan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan, pihaknya bakal membangun Rumah Sakit (RS) Tipe D dikawasan Puuwatu. RS dengan kapasitas sekira 67 bed ini nantinya bakal memback up beberapa RS yang ada di Kota Kendari jila terjadi over kapasitas.

“Kalau ada rumah sakit yang penuh, pasiennya bisa dirawat di rumah sakit ini. Pelayanannya juga sama dengan rumah sakit pada umumnya. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, rumah sakit umum rata-rata merawat pasien Covid-19. Sehingga untuk menghindarkan pasien non Covid-19 dari potensi penularan, rumah sakit tipe D bisa jadi alternatif,” kata Sulkarnain.

Adapun untuk penganggarannya, kata Sulkarnain, yakni melalui peminjaman pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 146 miliar dengan jangka waktu pengembalian yang cukup ringan dan panjang sekitar sekitar 10 tahun. “Sudah ditaksir, rumah sakit tipe D ini bisa memberikan sumbangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar Rp 20 – Rp 35 miliar setiap tahun. Jadi, selain bisa memberikan pelayanan optimal ke masyarakat, hadirnya rumah sakit ini menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” tegas Sulkarnain.

Sedangkan untuk pembangunan SPAM, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Kendari yang selama ini masih dianggap kurang maksimal oleh masyarakat. Pembangunannya SPAM, kata Sulkarnain Kadir akan dilakukan PT Adhy Karya selaku pemenang lelang pembangunan.

Lanjut dia, proyek senilai Rp 380 miliar itu akan dikerjakan selama 1,5 tahun atau sampai 2022 mendatang. “Membangun sistem jaringan air yang baru bukanlah perkara mudah. Sebab, seluruh elemem mulai pompa, bak dan jaringan perpipaan harus baru semua. Saya rasa tepat dikerjakan oleh PT Adhy Karya yang sudah berpengalaman,” jelasnya.

Sulkarnain tak menampik pelayanan PDAM saat ini sangat buruk. Pasalnya, setiap berjumpa dengan warga, persoalan air bersih selalu menjadi bahan pertanyaan. Meski begitu, ia sadar bahwa kurang maksimalnya pelayanan PDAM saat ini bukanlah sebuah kesengajaan melainkan faktor pendukung usaha (mesin dan pipa) yang sudah di makan usia.

“Pipanya sudah 30 tahunan, cepat patah. Wajar kalau distribusi air terganggu seperti macet, atau airnya tidak bening. Padahal kualitas air kita sangat baik. Sumber air bakunya dari Sungai Konaweeha. Olehnya itu, wajar saat ini jika kita lakukan pembangunan SPAM yang baru,” kata Sulkarnain.

Jika SPAM yang baru terbangun, Wali Kota Kendari Sulkarnain memastikan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada 20 ribu pelanggan PDAM. Ia juga berjanji akan segera menurunkan tarif air bersih yang diakuinya termahal kedua di Indonesia setelah Kalimatan Timur. Saat ini tarifnya berkisar Rp 6.200 untuk pemakaian 1 – 30 meter kubik. “Tarifnya akan kita turunkan, mari kita doakan semoga pembangunan SPAM cepat dimulai. Insya Allah, Januari 2021 kita sudah groundbreaking,” pungkasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy