STIKES Mandala Waluya “Naik Kelas” jadi Universitas – Kendari Pos
Edukasi

STIKES Mandala Waluya “Naik Kelas” jadi Universitas

ALIH STATUS: Penandatanganan dokumen peralihan STIKES Mandala Waluya menjadi Universitas Mandala Waluya oleh Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Ir. Jasruddin, M.Si. Didampingi Rektor UMW, Dr. PH. Hj. Tasnim, MPH (kiri), serta Ketua Badan Pembina Yayasan Mandala Waluya, Dr.H. Laode Saa’fi, M.Sc (enam dari kiri) dan sejumlah dosen serta anggota LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID — Jajaran manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mandala Waluya Kendari diliputi bahagia. Perjuangan mereka untuk “naik kelas” (jadi universitas) membuahkan hasil. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi memberi restu kepada STIKES Mandala Waluya Kendari untuk menjadi universitas. Kini hadir dengan nama baru: Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari.

Perjuangan untuk naik kelas tidak mudah. Manajemen STIKES Mandala Waluya butuh waktu dua tahun mempersiapkan diri. Banyak tantangan dihadapi selama proses itu berlangsung. Rektor Universitas Mandala Waluya Kendari, Dr. PH. Tasnim, MPH, mengakui, capaian ini tak lepas dari kerja keras, serta komitmen seluruh elemen Mandala Waluya Kendari.

“Perubahaan status (dari STIKES menjadi Universitas Mandala Waluya) merupakan kebanggaan. Bisa sampai di posisi ini merupakan pencapaian luar biasa. Tentunya, ini berkat dukungan banyak pihak. Salah satunya, dukungan Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, serta pemimpin Badan Pembina Yayasan Mandala Waluya,” ungkap Dr. Tasnim kepada Kendari Pos, kemarin.

Setelah beralih status, lanjut dia, banyak pekerjaan harus dibenahi. Terutama dalam peningkatan peringkat lembaga. Saat ini, Mandala Waluya berada di peringkat 302 dari 3.379 ribu PTN dan PTS di Indonesia. Di tingkat LLDIKTI Wilayah IX, berada di posisi 23 dari 214 ribu. Sementara untuk Sultra, Mandala Waluya berada di peringkat 2 dari 22 perguruan tinggi.

“Pastinya, ini menjadi target utama kami. Setelah resmi menjadi universitas, kami akan terus meningkatkan segala aspek. Mulai sarana dan prasarana, peningkatan akademik, dan kualitas sumber daya manusia (SDM),” jelasnya. Tak hanya itu, setelah menjadi universitas, Mandala Waluya tidak hanya fokus pada bidang kesehatan saja, melainkan bidang keilmuan lainya. Misalnya, eksakta dan noneksakta.

“Kami juga membuka jurusan baru, yaitu S1 Psikologi dan S1 Kewirausahaan. Karena untuk menjadi universitas, minimal punya 5 bidang keilmuan (3 eksakta dan 2 noneksakta),” ujarnya. Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Ir. Jasruddin, M.Si, mengungkapkan, pemerintah memang mempunyai program prioritas. Salah satunya, menggabungkan beberapa perguruan tinggi. Hal ini tertera dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 988/M/2020, tentang izin pengabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya Kendari dan Kesehatan Mandala Waluya Kendari.

“Sekolah Tinggi digabung dengan universitas. Itu adalah program pemerintah. Tujuannya agar tercipta efisien dan efektivitas tata kelola yang baik,” ucapnya. Ketua Badan Pembina Yayasan Mandala Waluya, Dr. H. Laode Saa’fi, M.Sc, menambahkan, sebagai pembinaan yayasan, tentu berbagai dukungan terus dilakukan, agar bisa mencapai peningkatan mutu instansi. “Kami selalu mendukung hal positif yang dilakukan. Apalagi menyangkut peningkatan kualitas lembaga,” imbuhnya. (b/ilw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy