Rp 250 Miliar Dana PEN Bakal Ditempatkan di BPD Sultra – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Rp 250 Miliar Dana PEN Bakal Ditempatkan di BPD Sultra

Aktivitas masyarakat di tempat pelelangan ikan Kendari, beberapa waktu lalu. Otoritas Jasa Keuangan telah merestui langkah pemerintah menempatkan uang negara di bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional.


KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di Sulawesi Tenggara (Sultra), dukungan pemerintah ini diwujudkan melalui rencana penempatan dana program PEN pada BPD Sultra sebesar Rp 250 miliar.

“Hal ini sebagaimana tertuang dalam dalam Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara nomor S-764/WPB.28/2020 tanggal 12 November 2020,” ungkap Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, Minggu (15/11).

OJK, lanjut Fredly, juga mendorong mulai bergeraknya kembali sektor riil dalam era adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19. Stabilitas sektor jasa keuangan di Sultra tercatat masih dalam kondisi terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif dan profil risiko tetap terkendali.

Implementasi kebijakan stimulus restrukturisasi kredit dan pembiayaan baik pada sektor perbankan maupu perusahaan pembiayaan di Sultra sampai dengan 6 November 2020, telah mencapai Rp 3,72 triliun dari 65.817 debitur. Rinciannya, perbankan sebesar Rp 1,55 triliun dari 17.099 debitur, perusahaan pembiayaan sebesar Rp 2,12 triliun dari 48.042 debitur, dan PNM sebesar Rp 49, 91 miliar dari 676 debitur.

“Kebijakan restrukturisasi kredit terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari
dampak pandemi Covid-19 secara ekonomi sehingga OJK akan memperpanjang kebijakan ini sampai Maret 2022. OJK selaku regulator sektor jasa keuangan akan mengeluarkan ketentuan terkait perpanjangan kebijakan dimaksud,” imbuhnya.

Dijelaskan, pada posisi September 2020, pinjaman yang diberikan oleh perbankan Sultra tumbuh 2,63 persen yoy yaitu sebesar Rp 26,45 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 0,12 persen yoy. Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat secara yoy 1,78 persen. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 12,42 persen yoy dengan jumlah sebesar Rp 25,05 triliun.

“Sementara, pada posisi September 2020, sentimen terhadap sektor pasar modal masih positif dengan meningkatnya aktivitas
transaksi saham di Sultra sebesar Rp 76,07 miliar (53,34 persen yoy) dengan peningkatan
jumlah investor sebesar 83,06 persen yoy atau sebanyak 13.464 invenstor,” terang Fredly.

Ia menambahkan, profil risiko lembaga jasa keuangan pada September 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio pinjaman bermasalah terhadap pinjaman lancar kotor (NPL Gross) tercatat sebesar 2,22 persen. Sementara itu, likuiditas perbankan daerah berada pada level yang memadai dengan rasio pinjaman yang diberikan terhadap penghimpunan dana per 11 November 2020 sebesar 77,4 persen.

“Rasio alat likuid/pendanaan non-inti dan alat likuid/DPK terpantau pada level 124,83 persen dan 27,10 persen, di atas ambang regulator masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy