PTK Penerima BSU Akan Dapatkan Rekening Baru – Kendari Pos
Nasional

PTK Penerima BSU Akan Dapatkan Rekening Baru


KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan rekening baru bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang menerima bantuan subsisi upah (BSU). Setelahnya, para calon penerima BSU dapat menyerahkan berkas tersebut kepada bank BUMN. “Jadi kita buka rekening baru untuk setiap PTK penerima BSU Kemendikbud, bantuan disalurkan secara bertahap sampai akhir November 2020,” kata Mendikbud Nadiem Makarim, Selasa (17/11).

Guru mengajar secara daring sekaligus tatap muka kepada murid SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Proses belajar mengajar secara tatap muka ini merupakan uji coba dengan menggunakan pembatasan jumlah murid dan waktu belajar di sekolah yang didasarkan pada zona penerapan wilayah Covid-19.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan BSU dapat diakses melalui info.gtk.kemdikbud.go.id atau pddikti.kemdikbud.go.id. Dimana ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi oleh PTK.

Dokumen persyaratan yang harus dipenuhi antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika memiliki. Lalu, perlu juga menyertakan surat keputusan penerima BSU serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari website info GTK dan PD Dikti. “Surat SPTJM ini harus diberi materai dan ditandatangani oleh sang penerima BSU,” ucap dia.

Jika sudah melengkapi semua dokumen persyaratan, PTK bisa segera mendatangi langsung bank penyalur BSU, yaitu BUMN dan melakukan aktivasi rekening. “Jadi PTK membawa dokumen dan menunjukkan ke petugas bank penyalur agar bisa diperiksa. PTK diberikan waktu untuk mengaktifkan rekening hingga 30 Juni 2021,” terang dia.

Kata Nadiem, terdapat alasan waktu aktivasi rekening cukup panjang. Menurutnya, hal itu berguna untuk memastikan semua PTK bisa memperoleh BSU. “Bila ada kendala teknis dan sebagainya, kan cukup waktu panjang untuk memperoleh dana BSU itu. Jadi waktu itu sangat cukup,” tambahnya.

Agar bisa memberikan kesejahteraan kepada para guru dan tenaga didik, pihaknya pun menhadirkan bantuan ini. “Pemerintah harus hadir untuk para guru honorer, dosen-dosen kita untuk membantu mereka melalui masa kritis Ini. Dengan bantuan ekonomi bisa menyemangati mereka untuk terus mendidik anak-anak kita, untuk terus berinovasi di bidang pendidikan,” jelasnya.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan menuturkan, alasan pemerintah memberikan BSU adalah untuk meningkatkan semangat para guru dan tenaga didik dalam memberikan pengajaran di tengah pandemi Covid-19. ’’Kenapa kita melakukan, pemerintah melakukan bantuan subsidi upah adalah untuk membantu ujung tombak pendidikan kita di berbagai macam sekolah kita yang sudah berjasa untuk membantu pendidikan anak-anak kita di situasi pandemi ini,’’ ucapnya.

Dia menyatakan, pandemi Covid-19 tidak hanya membuat krisis di satu sektor saja, seperti kesehatan, tapi sektor ekonomi dan pendidikan pun terkena imbasnya. Oleh karena itu, bantuan itu akhirnya disalurkan. ’’Ada berbagai macam gejolak, bukan saja di bidang pembelajaran tapi juga di bidang ekonomi, dan kami menyadari ini,’’ ucap mantan bos Gojek itu.

Adapun persyaratan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS untuk menerima BSU. Pihaknya memiliki prinsip dalam mengutamakan kesederhanaan daripada kriteria sehingga memudahkan para penerima untuk mendapatkannya. Akses info pendaftaran bisa melalui info.gtk.kemdikbud.go.id.

’’Ini kriterianya sangat sederhana, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus bukan PNS, memiliki penghasilan di bawah Rp 5.000.000, dan tidak menerima bantuan subsidi upah gaji dari Kemenker. dari program-program lainnya, dan juga tidak menerima Kartu Prakerja sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020,’’ ujar Mendikbud Nadiem Makarim. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy