Pengadaan Puluhan Mesin dan Perahu tak Sesuai, Warga Lowu-Lowu Laporkan TPK dan Kades ke Bupati Buteng – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pengadaan Puluhan Mesin dan Perahu tak Sesuai, Warga Lowu-Lowu Laporkan TPK dan Kades ke Bupati Buteng

KENDARIPOS.CO.ID — Puluhan masyarakat Desa Lowu-Lowu, Kecamatan GU, Kabupaten Buton Tengah, melaporkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang diduga menyalahi aturan.

Mereka datang langsung menemui, Bupati Buteng, H Samahuddin bersama kepala Inspektorat Buteng, Ld Albakri dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buteng, Armin di kantor bupati Buteng, Selasa (17/11).

Salah satu masyarakat Desa Lowu-Lowu, La Iwa menuturkan, dalam pengadaan barang jasa tersebut diduga ada penyalahgunaan anggaran dana desa (DD) oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Lowu-Lowu, dalam komando, Rahmawati Djoysman.

Kata dia, proses pengadaan barang jasa Fiber 36 unit dan 20 unit mesin diduga pembeliannya sangat tidak sesuai. “Pak Bupati perahu yang disediakan desa, kualitasnya jelek dan mudah bocor. Kemudian mesinnya bukan mesin Thailand yang harga kurang lebih 5 jutaan. Tetapi, yang mereka adakan, mesin merek China dengan harga 3 jutaan. Tetapi, di APBDes harganya 5 juta, inikan pasti ada kongkalikong TPK bersama pihak desa,” ujar La Iwa dihadapan Bupati Buteng.

Padalal, lanjut La Iwa, sesuai kesepakatan bersama permintaan masyarakat terkait pengadaan fiber dan mesin seperti pengadaan tahun 2019. Saat itu kualitasnya bagus dan mesinnya juga merek Thailand.

“Namun lagi-lagi pihak TPK desa lowu-lowu, yang mengadakan fiber dan mesin jauh dari harapan kami. Mending kami bersama masyarakat yang hadir disini sepakat untuk tidak mengambil bantuan yang disediakan desa tersebut. Karena percuma, perahunya juga mudah bocor,” tambahnya.

Olehnya itu, La Iwa meminta pihak inspektorat secepatnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap TPK dan kepala desa Lowu-lowu, selaku kuasa anggaran DD. Kalau perlu, dipecat.

Mendengar keluhan masyarakatnya. Bupati Buteng, H Samahuddin langsung mengintruksikan pihak inspektorat untuk memeriksa pihak desa bersama jajaranya. “Paling lama besok ada mi laporannya. Agar, masalah ini bisa cepat selesai,” tegasnya.

“Untuk sementara kita tunggu dulu laporannya dari inspektorat. Dan besok saya sudah menerima laporannya terkait pengadaan barang jasa yaitu, perahu dan mesin,” sambung Samahuddin.

Terkait dengan adanya temuan pelanggaran Suami Hj Jusniar ini belum bisa memberikan keterangan atau nanti setelah inspektorat melakukan pemeriksaan.

“Adapun kalau ada temuan yang merugikan negara, kita tunggu saja arahan dari inspektorat. Dan saat ini, biarkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan ini meminta para kepala desa (Kades) untuk hati-hati dalam menggunakan dana desa (DD). Sebab, pengawasannya tidak hanya dilakukan pihak Pemkab Buteng. Tetapi lembaga hukum juga.

“Saya selalu ingatkan para Kades bersama jajarannya. Bahwa, jangan coba main-main dengan DD apalagi mencari keuntungan. Sebab adanya DD digunakan untuk kesejateraan masyarakat Desa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Buteng, Ld Albakri menambahkan akan turun melakukan pemeriksaan.
“Laporannya kan kita sudah dengar dari masyarakat. Apalagi sudah ada intruksi dari Bupati. Jadi, kita lakukan pemeriksaan dulu terhadap kepala desa bersama TPK. Selanjutnya, nanti kita sampaikan apa hasil dari pemeriksaan yang kita lakukan saat ini ,” singkatnya.

Sementara, Kades Lowu-lowu, Karim Wendo menanggapi aduan dari masyarakat terkait pengadaan fiber dan mesin. Bahkan, ia menyebut bahwa pengadaan fiber dan mesin yang mereka sediakan jauh lebih baik, dibandingkan tahun lalu.

“Jadi begini, fiber yang disiapkan 36 unit dan mesin 20 unit. Dan pengadaan yang kita sediakan sangat layak untuk di gunakan Masyarakat Buteng. Kondisi perahu sama mesinnya sangat bagus,” tuturnya.

Kata Kades, terkait kualitas pengadaan fiber dan mesin memang sangat berbeda dengan tahun lalu. Tapi pengadaanmya yang disediakan sangat baik. ” Saya juga bingung sendiri kok ditolak warga,” ucapnya.

“Jadi, yang disediakan TPK, Lowu-lowu terkait barang jasa berjumlah 56 unit. 36 unit Viber atau perahu dengan total anggaran, Rp. 396.000.000 dan 20 unit mesin merek Honda. Dengan anggaran, Rp. 198.000.000,” tutupnya. (rud).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy