Penerbangan Khusus Umrah Dihentikan – Kendari Pos
Nasional

Penerbangan Khusus Umrah Dihentikan


KENDARIPOS.CO.ID — HANYA ada tiga penerbangan umrah yang sempat mengudara sejak pengurusan visa umrah dibuka akhir Oktober. Layanan visa umrah sebelumnya distop pada 26 Februari 2020 akibat pandemi. Yang visanya sudah terbit bisa terbang ke Arab Saudi mulai 1 November.

Namun, layanan visa umrah kini kembali dihentikan. Hingga akhir tahun, Saudia Arabian Airlines hanya melayani penerbangan dari Jakarta ke Jeddah tiga kali dalam sepekan (Minggu, Selasa, dan Kamis). Penerbangan itu bersifat umum. Artinya, tidak khusus untuk penumpang jamaah umrah.

Pelaksanaan tawaf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Layanan visa umrah yang dibuka akhir Oktober lalu saat ini ditutup kembali.

Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Noer Alya Fitra menuturkan, setelah 8 November, tidak ada jamaah umrah yang berangkat lagi ke Jeddah. Berdasar informasi yang dia terima, tidak ada penerbangan khusus umrah. Dengan kondisi tersebut, merujuk pada protokol umrah Kemenag, calon jamaah umrah boleh membatalkan dan mengambil uangnya. “Tidak ada lagi penerbangan khusus umrah,” ujarnya, kemarin

Dalam tiga penerbangan yang sempat dilakukan, kata dia, jumlah jamaah umrah yang berangkat mencapai 359 orang. Perinciannya, 224 jamaah pada gelombang I (1/11), 89 jamaah gelombang II (3/11), dan 46 jamaah gelombang III (8/11). Pejabat yang akrab disapa Nafit itu menjelaskan, sebagian besar jamaah umrah yang terbang dalam tiga gelombang tersebut adalah pemilik, pimpinan, atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). ”Namun, ada juga yang benar-benar jamaah,” katanya. Meski begitu, jumlahnya sangat kecil.

Mengacu pada salah satu syarat umrah di tengah pandemi dari pemerintah Saudi, yakni berusia 18–50 tahun, seharusnya ada 26.328 orang yang memenuhi persyaratan. Mereka adalah bagian dari 59.757 calon jamaah umrah yang keberangkatan tertunda akibat pandemi. Namun, hanya 19 orang (0,07 persen) yang berangkat dalam tiga gelombang tadi.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi membenarkan, saat ini tidak ada penerbangan umrah lagi. ”Sudah dilarang. Sistem visa (umrah, Red) tidak terbuka lagi,” ujarnya, kemarin. Di tengah ketidakpastian tersebut, pihaknya kini memilih menunda semua pemberangkatan jamaah umrah sampai persyaratan protokol kesehatan umrah di tengah pandemi Covid-19 oleh Arab Saudi dipermudah. Dia menyoroti aturan karantina dan swab test. Jika ketentuan karantina masih seperti yang berlaku saat ini, ditambah dengan seringnya menjalani uji usap, menurut dia, jamaah umrah bisa stres.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M. Nur menyoroti tidak adanya standard operating procedure (SOP) yang jelas dari Saudi untuk jamaah. Khususnya untuk penanganan jamaah yang dinyatakan positif Covid-19. ”Jamaah yang positif merasa ditinggal. Stres, imunitas turun. (Penyajian) makanannya juga lambat,” ungkapnya.

Tidak adanya SOP yang jelas itu membuat kondisi di lapangan karut-marut. Bahkan, jamaah tidak mendapat informasi jelas siapa yang positif Covid-19. Semua jamaah jadi saling mencurigai. Dia mengusulkan jamaah yang positif dan negatif dipisah di dalam hotel agar penanganannya jelas.

Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono mengakui bahwa grup pertama umrah yang berangkat saat pandemi layaknya tim terjun payung. Mereka harus terjun duluan di medan tempur. ”Memang tempatnya sama, tapi banyak perubahan. Di situ yang bikin terkaget-kaget,” paparnya.

Untuk urusan makan, pihaknya mendapat penjelasan dari pihak hotel bahwa kondisi itu terjadi akibat keterbatasan petugas. Mereka menegaskan tidak berniat menelantarkan para jamaah asal Indonesia. Faktanya, ketika makanan diantarkan ke kamar, kebanyakan jamaah tidak merespons. Entah tengah istirahat atau keluar kamar. Karena itu, mereka memutuskan untuk lebih dulu melayani jamaah lain. ”Nah, ketika kembali, karena memang sudah sekian lama dari waktu awal, makanya dibilang nggak diurusi,” jelasnya. (fal/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy