Penataan 300 Unit Rumah Warga di Kolut Terealisasi, BSPS Kembali Diusul


KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 300 unit rumah warga di Kolaka Utara (Kolut) saat ini sedang dalam proses penataan melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kolut kembali menyusun proposal untuk diajukan agar bisa tercover pada tahun 2021 mendatang. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kolut, Firdaus, menjelaskan bantuan bedah 300 rumah itu diserahkan bulan lalu dan progresnya sementara berjalan saat ini. Ada lima desa yang menjadi sasaran BSPS yakni di Kecamatan Katoi yang menyentuh Desa Lanipa-nipa sebanyak 37 unit rumah, Desa Ujung Tobaku 53 dan di Katoi ada 74 rumah.

300 unit rumah warga Kolut saat ini sedang dalam proses penataan melalui program BSPS. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kolut kembali menyusun proposal untuk diajukan agar bisa tercover pada tahun 2021 mendatang.

Sementara itu di Kecamatan Kodeoha meliputi Desa Awo 86 unit rumah dan di Kelurahan Mala-mala sebanyak 50 rumah. Proposal pengajuan untuk periode 2021 sementara diajukan untuk ditandatangani bupati agar secepatnya diajukan ke Pemerintah Provinsi untuk difasilitasi ke Pemerintah Pusat. “Jika disetujui, dananya langsung ditransfer ke rekening penerima,” jelas Firdaus, Selasa (3/11).

Ia merinci, besaran bantuan tiap rumah Rp 17,5 juta, dengan rincian Rp 15 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 biaya tukang. Pada dasarnya banyak rumah warga yang perlu dibedah namun itu tergantung dari kelayakan yang disetujui Pemerintah Pusat. “Kami hanya mengajukan untuk diverifikasi Pemprov ke lapangan dan disetujui pencairannya jika layak dibedah,” imbuhnya. Setiap tahun, pihak Dinas Perumahan mengusul dengan jumlah yang banyak agar dalam proses verifikasi bisa diseleksi apakah rumah warga tersebut perlu dibedah atau tidak. Akan tetapi, jumlah bantuan itu memang terbatas, sebagaimana yang diajukan tahun ini mencakup belasan desa namun yang direalisasikan hanya lima desa. “Kita gilir per desa setiap tahunnya,” pungkasnya. (c/rus)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.