Pemkot Kendari Target Pendapatan 2021 Rp 1,5 Triliun – Kendari Pos
Metro Kendari

Pemkot Kendari Target Pendapatan 2021 Rp 1,5 Triliun

KENDARIPOS.CO.ID — Sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi prioritas Pemkot Kendari tahun depan. Dalam nota kesepahaman APBD 2021 yang disepakati antara Pemkot dan DPRD Kota Kendari, dua sektor ini mendapat porsi anggaran sebesar 30 persen. Rinciannya, sektor pendidikan kebagian alokasi sebesar 20 persen dan sektor kesehatan 10 persen.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan Pemkot dan DPRD Kendari resmi menetapkan rancangan ABDP 2021 menjadi sebuah peraturan daerah (Perda). Adapun besaran yang disepakati sebesar Rp 1,5 triliun. Sulkarnain tidak merinci detail APBD 2021. Yang jelasnya, nilainya masih sama dengan APBD 2020.

“Angkanya masih sama seperti tahun lalu. Namun secara umum. alokasi APBD Kota Kendari tahun 2021 masih fokus pada pendidikan dan Kesehatan yang porsinya masing-masing 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk Kesehatan,” jelas Sulkarnain Kadir kemarin.

Pendapatan Kota Kendari kata dia, masih bertumpu pada pajak dan retribusi daerah. Kendati demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan dan menggali sumber pendapat asli daerah (PAD) baru yang sah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, penerapan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemungut PAD. “Kita akan memperkuat fungsi pengawasan sehingga potensi PAD bisa kita maksimalkan. Di sisi lain, tingkat kebocoran bisa kita minimalisir,” kata Sulkarnain.

Selain pendapatan, pihaknya bersama dewan juga telah menyepakati belanja daerah sebesar Rp 1,8 triliun dan pembiayaan daerah Rp 330 miliar. Menurutnya, belanja daerah akan diarahkan untuk pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja melalui program padat karya untuk meningkatkan pelayanan publik di masa pandemi Covid-19.

“Belanja daerah juga diarahkan untuk penanganan persampahan dan kebersihan lingkungan, penerangan jalan, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Kita juga akan fokus menangani dampak penyebaran pandemi Covid-19,” jelasnya.

Untuk pembiayaan daerah lanjut dia, akan diarahkan untuk pembangunan sarana dan infrastruktur kesehatan beserta peralatan kesehatan, pembangunan jalan dan jembatan dan peningkatan kualitas air minum. Pelaksanaan APBD tahun 2021 akan menggunakan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sehingga diprediksi pengusulannya terjadi keterlambatan. “Tahun awal penerapan SIPD, dalam proses penyusunan APBD sesungguhnya masih banyak kekurangan kendala dan penyesuaian-penyesuaian yang harus dilalui dalam proses implementasinya,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kendari, Subhan mengaku kesepakatan ini merupakan bentuk komiten bersama dewan dan pemerintah dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap agar hal ini menjadi momentum untuk bangkit bersama dalam suasana pandemi covid-19 untuk mencapai tujuan pembangunan. (b/ags)

Struktur APBD 2021
Target Pendapatan Rp 1,5 Triliun
Belanja Daerah Rp 1,8 Triliun
Pembiayaan Daerah Rp 330 Miliar

Sektor Pendidikan 20 Persen
Sektor Kesehatan 10 Persen

Porsi Belanja Daerah
Pembukaan Lapangan Kerja melalui Program Padat Karya
Peningkatan Pelayanan Publik
Penanganan Persampahan, Penerangan jalan
Penerapan SIPD
Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan
Penanganan Dampak Pandemi

Porsi Pembiayaan Daerah
Pembangunan Sarana dan Peralatan Kesehatan
Proyek Infrastruktur, Jalan dan Jembatan
Peningkatan Kualitas Air Minum

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy