Pemkot Kendari Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem


KENDARIPOS.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan potensi terjadinya cuaca ekstrem (hujan dan puting beliung) 10 daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satunya diprediksi berpotensi terjadi di Kota Kendari. Merespon hal itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau jajarannya waspada dan bersiap menghadapi fenomena alam tersebut.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (tengah) menginstruksikan dinas terkait untuk siapa menghadapi cuaca ekstrem. BPBD dan Damkar mesti siaga 24 jam, jika hal buruk terjadi.

Sulkarnain mengaku, telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk siap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi. Kesiapan yang dimaksud seperti memastikan personel yang bertugas dalam keadaan fit serta ditunjang peralatan memadai.

“Sudah menjadi tugas dan fungsi BPBD maupun Damkar untuk bersiap dan merespon selama 24 jam, jika hal buruk terjadi. Saya juga minta mereka untuk bangun koordinasi dengan unsur BMKG, Basarnas dan TNI/Polri untuk sama-sama bersiap,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Disisi lain, pihaknya telah menyiapkan dana belanja tak terduga (BTT) yang akan digunakan ketika bencana melanda. Di mana setiap tahun, pihaknya telah menganggarkan sekira Rp 2 miliar untuk penanganan bencana alam. Kendati demikian, Sulkarnain mengaku sebagian BTT telah digunakan untuk penanganan wabah Covid-19.

“Tentu ini jadi perhatian dan akan dialokasikan. Tapi yang utama kita berharap tidak terjadi. Kan ini juga baru prediksi BMKG. Semoga saja cepat berlalu,” harapnya. Terpisah, Kepala BPBD Kota Kendari Paminuddin mengaku telah mendapatkan instruksi dari Wali Kota juga sudah mendapatkan peringatan dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem yang bakal melanda Kota Kendari hingga beberapa hari ke depan. Pihaknya pun kini tengah bersiap menghadapinya.

“Personel dan alat-alat selalu disiagakan. Kami akan merespon situasi darurat yang terjadi. Jika banjir, tentu kami siapkan beberapa perahu karet untuk bantu evakuasi. Begitu juga kalau terjadi bencana tanah longsor. Terlebih jika terjadi pohon tumbang akibat puting beliung, kami bersama Damkar dan DLHK sudah bersiap,” kata Paminuddin.

Berdasarkan informasi dari BPBD, di Kendari terdapat 13 sungai kecil yang bermuara di Teluk Kendari. Kondisi sungai yang mulai dangkal berpotensi meluap jika diguyur hujan meskipun dengan intensitas sedang. Apalagi bertepatan saat pasang air laut. Untuk bencana tanah longsor, sangat berpotensi terjadi di kawasan Alo Lama dan Puuwatu. Pasalnya, secara topografi kedua kawasan tersebut agak berbukit yang diperparah dengan adanya aktivitas tambang galian C di sekitarnya. Sedangkan untuk pohon tumbang berpotensi terjadi di 10 titik yaitu di Jalan Ahmad Yani, Balai Kota, Sao-sao, Samratulangi, Abunawas, Sultan Hasanuddin, Chairil Anwar, Patimurra, KH. Ahmad Dahlan dan Jalan Syech Yusuf. (b/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *