PBM Tatap Muka, Guru Harus Steril – Kendari Pos
Kolaka Utara

PBM Tatap Muka, Guru Harus Steril

KEBIJAKAN : Pembahasan terkait teknis pelaksanaan PBM tatap muka di masa pandemi pada semester genap Januari 2021 mendatang yang dilakukan para stekholder di Kolaka Utara, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID — Teknis pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di masa pandemi pada semester genap Januari 2021 mendatang mulai dibahas. Selasa (24/11), pertemuan terkait persoalan itu dirembukkan bersama stakeholder di aula kantor Bupati Kolaka Utara (Kolut).

Salah satu usulan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19, seluruh guru harus steril dan perlu menjalani rapid test untuk memastikan bebas dari virus corona.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kolut, dr. Syarif Nur, menyampaikan, pada dasarnya yang lebih rentan tertular dan menulari virus yakni usia 40 tahun ke atas. Itu karena faktor daya tahan tubuh hingga adanya riwayat penyakit bawaan. “Anak-anak jarang kena. Jadi semua pengajar harus terlebih dahulu dipastikan steril sebelum mengajar dan harusnya dirapid test,” saran dr. Syarif, kemarin.

Ketua DPRD Kolut, Buhari mengatakan jika desakan agar sekolah dengan tatap muka segera dilakukan, memang sudah kerap diusulkan para orang tua siswa. Alasan lain meski secara privat namun pada kenyataannya banyak guru yang mengumpulkan para muridnya belajar. Sementara itu Kapolres Kolut, AKBP I Wayan Riko Setiawan, menyatakan kesiapannya terlibat memantau lingkungan sekolah. Jika perlu operasi yustisi menyasar lembaga pendidikan, dengan harapan dari sekolah contoh disiplin protokol kesehatan terlihat.

“Guru-gurunya juga harus dirubah mindsetnya karena ada yang percaya dan tidak. Jangan sampai murid-muridnya itu lebih banyak direcoki pemahaman dari pengajar yang tidak percaya dan peduli dengan covid itu sendiri,” sindir Kapolres.

Sementara itu, Kajari Lasusua, Teguh Imanto mengusul jika perlu ada beberapa sekolah percontohan. Jika itu berjalan efektif, maka satuan pendidikan pada 15 kecamatan boleh tatap muka. Kepala Kemenag Kolut, H. Baharuddin dan Kadis Perhubungan, Ir. Junus juga menyampaikan hal senada. Kepala Dikbud Kolut, Muh. Idrus mengatakan usulan rapid test bagi para guru sangat baik. Hanya saja ia juga masih akan meminta pertimbangan di lapangan terkait upaya tersebut.

Masalah lain, belajar di rumah selama ini semasa pandemi membawa dampak antara lain capaian pembelajaran tidak maksimal dan sulit diukur, serta berpeluang menambah angka putus sekolah serta kekerasan terhadap anak. “Langkah awal dimulai dengan simulasi. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy