OJK Siapkan Enam Kebijakan Strategis di Tahun 2021

Mohammad Fredly Nasution


KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan enam inisiatif strategis kebijakan di 2021 untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan termasuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengungkapkan terdapat enam inisiatif strategis yang akan dilakukan OJK tahun depan yaitu arah pengembangan dan pengawasan Sektor Jasa Keuangan (SJK), penajaman pengawasan SJK terintegrasi berbasis teknologi informasi, dan percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem digital dan literasi digital untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Lalu perluasan akses keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM dan PEN, penguatan ketahanan dan daya saing SJK, serta pengembangan sustainable finance.

“Enam inisiatif strategis 2021 ini akan menjadi acuan OJK dalam menjalankan berbagai kebijakan OJK 2021 yang antara lain fokus pada upaya mendorong SJK menjadi katalis percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Fredly, kemarin.

Selain itu, kata dia, OJK juga akan mengarahkan kebijakannya untuk memperkuat industri jasa keuangan dengan melakukan desain ulang industri jasa keuangan serta penerapan konsolidasi yang tegas. Hal ini bertujuan agar pelaku industri keuangan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing tinggi, baik di industri perbankan, IKNB (lembaga pembiayaan dan asuransi) maupun Pasar Modal (manajer investasi dan perusahaan efek).

“Digitalisasi di sektor jasa keuangan yang terintegrasi dengan sektor riil juga akan dipercepat untuk saling menguatkan dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Begitu pula kebijakan untuk meminimalkan terjadinya regulatory arbitrage antar-sektor di industri jasa keuangan,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, OJK akan memasifkan perluasan akses keuangan dan literasi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM. Berbagai inisiatif OJK dalam meningkatkan akses dan literasi keuangan akan terus didorong, seperti KUR Klaster, Bank Wakaf Mikro (BWM), Laku Pandai, Jaring, kredit/pembiayaan melawan rentenir, Bumdes Center, perluasan dan optimalisasi TPAKD, serta inisiatif digitalisasi di antaranya digitalisasi BWM, digitalisasi BPR maupun UMKMMU dan KURBali.

Berbagai kebijakan OJK ke depan ini akan dituangkan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan 2020-2024 yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

“OJK juga akan terus meningkatkan kontribusi SJK dalam mendukung tercapainya SDGs melalui Sustainable Finance melalui produk dan layanan keuangan yang ramah lingkungan dan sosial,” tandasnya. (uli/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *