OJK Sarankan Dana PEN Buat Sektor Produktif

Mohammad Fredly Nasution

KENDARIPOS.CO.ID — Penempatan uang negara di Bank Sultra senilai Rp 250 miliar dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah disetujui. Namun, baru akan direalisasikan Desember 2020 mendatang.

“Untuk PEN, secara prinsip sudah disetujui Rp 250 miliar. Namun saat ini belum ditempatkan di Bank Sultra. Diperkirakan nanti Desember 2020,” ungkap Mohammad Fredly Nasution, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sultra, Kamis (26/11).

Dijelaskannya, penempatan dana PEN di bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian sekaligus menjaga laju kredit di tengah pandemi Covid-19.
Sebelumnya, OJK mencatat intermediasi industri perbankan (penyaluran kredit perbankan) pada Agustus 2020 tercatat mampu tumbuh positif sebesar 1,04 persen (yoy). Namun, angka pertumbuhannya melambat dibandingkan penyaluran kredit pada Juli yang tumbuh 1,53 persen (yoy).

Terkait rencana penempatan dana di Bank Sultra, Fredly menyebut bank milik pemerintah daerah tersebut telah mempunyai rencana penyaluran baik ke sektor produktif maupun konsumtif sebelum pengajuan PEN. Kendati demikian, OJK mendorong Bank Sultra untuk menyalurkan dana PEN ke sektor produktif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. “Bank yang ditunjuk diharapkan menggunakan penempatan dana untuk menyalurkan kredit kepada debitur dalam rangka mendukung dan mengembangkan ekosistem usahanya dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Ia menyebut, berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.05/2020 tentang Penempatan Dana Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, penempatan dana pemerintah di perbankan akan dilaksanakan selama enam bulan dan masih bisa diperpanjang. Adapun besaran bunga penempatan dana pemerintah ini terbilang rendah. Pada akhir September lalu, besaran bunga penempatan dana pemerintah di Himbara hanya sebesar 2,8 persen, lebih rendah dari gelombang pertama yang mencapai 3,42 persen.

“Pemerintah meminta bunga rendah atas penempatan dana PEN ini karena tujuannya untuk pemulihan ekonomi nasional. Namun, angka pasti besaran bunga dari rencana penempatan dana Rp 250 miliar di Bank Sultra belum ada. Masih menunggu perjanjian kerjasama,” pungkasnya. (uli/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *