Neraca Perdagangan Sultra Surplus – Kendari Pos
Nasional

Neraca Perdagangan Sultra Surplus


KENDARIPOS.CO.ID — Nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada September 2020 mengalami surplus sebesar 185,58 juta dolar Amerika Serikat (AS). Begitupula secara kumulatif dari Januari sampai September 2020, neraca perdagangan Sultra surplus 356,48 juta dolar AS.

“Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-September 2019), di mana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus 482,91 juta dolar AS,” ungkap Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis bulanan berita resmi statistik secara virtual dikantor BPS Sultra, Senin (2/11) kemarin.

Berdasarkan data statistik ekspor yang diperoleh dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari bea dan cukai, lanjut Agnes, komoditi yang selama ini menjadi andalan Sulawesi Tenggara antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar pada benua Asia, Australia, hingga Eropa.

Nilai ekspor Sultra pada September 2020 mengalami kenaikan sebesar 147,61 persen dibanding Agustus 2020 yaitu dari 120,73 juta dolar AS menjadi 298,94 juta dolar AS. Sedangkan volume ekspor tercatat naik 135,43 persen dibanding Agustus 2020 yaitu dari 78,74 ribu ton menjadi 185,38 ribu ton. Nilai ekspor langsung mengalami kenaikan 168,01 persen dibanding Agustus 2020, yaitu dari 103,79 juta dolar AS menjadi
278,17 juta dolar AS.

Sedangkan, volumenya naik 146,26 persen dari 71,92 ribu ton pada Agustus 2020 menjadi 177,11 ribu ton pada September 2020. Secara kumulatif, total ekspor Sultra dari
Januari sampai September 2020 tercatat 1.454,97 juta dolar AS atau naik 29,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Sebaliknya, volume ekspor kumulatif Januari-September 2020 mengalami penurunan 91,61 persen dibanding Januari September 2019 yaitu dari 9.243,13 ribu ton menjadi 1.016,40 ribu ton.

Ekspor Sultra pada September 2020 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai 296,93 juta dolar AS, disusul komoditas ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai 1,46 dolar AS juta, dan kelompok komoditas kopi, teh, rempah-rempah di urutan ketiga dengan nilai 0,27 juta dolar AS. “Kenaikan terbesar ekspor pada September 2020 dibanding Agustus 2020 terjadi pada kelompok komoditas besi dan baja senilai 179,01 juta dolar AS (151,81 persen),” imbuh Agnes Widiastuti.

Diungkapkan Agnes Widiastuti, negara tujuan ekspor utama Sultra meliputi Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang masing-masing dengan nilai 287,5 juta dolar AS, 9,03 juta dolar AS, 0,67 juta dolar AS, 0,91 juta dolar AS, dan 0,20 juta dolar AS. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,46 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari-September 2020.

BPS mencatat, kenaikan ekspor Sultra pada September 2020 dibanding Agustus 2020 dipengaruhi oleh naiknya ekspor ke negara tujuan utama yaitu Tiongkok dan India. Ekspor ke Tiongkok naik senilai 178,64 juta dolar AS (164,03 persen) dan India naik 2,28 juta dolar AS (33,88 persen).

“Ekspor Sultra pada periode September ini didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 298,60 juta dolar AS (99,89 persen) dan sisanya sektor pertanian 0,34 juta dolar AS (0,11 persen),” terang Agnes Widiastuti.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-September 2020, produk industri
pengolahan berkontribusi sebesar 99,50 persen, ekspor produk pertambangan 0,18 persen dan 0,31 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian.

Selain melakukan ekspor, Sulawesi Tenggara juga melakukan impor antara lain dari komoditas bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik serta bagiannya. Nilai impor Sultra pada September 2020 tercatat 113,36 juta dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 47,46 persen dibanding impor Agustus 2020 yang tercatat 76,87 juta dolar AS.

Selama periode Januari 2019 sampai September 2020, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai 341,77 juta dolar AS dan terendah pada Maret 2019 yaitu 28,75 juta dolar AS. Impor Sultra September 2020 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai 55,28 juta dolar AS (48,77 persen) disusul kelompok komoditas bahan bakar mineral dengan nilai 14,85 juta dolar AS (13,10 persen).

Kenaikan terbesar impor Sultra September 2020 dibanding Agustus 2020 terjadi pada kelompok komoditas besi dan baja senilai 47,11 juta dolar AS (576,92 persen). Impor Sultra September 2020 mengalami kenaikan sebesar 47,46 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan impor terbesar dari negara Afrika Selatan senilai 30,75 juta dolar AS (398,85 persen).

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-September 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor 635,72 juta dolar AS (57,87 persen), diikuti Australia dengan nilai 111,17 juta dolar AS (10,12 persen), dan Afrika Selatan dengan nilai impor 100,88 juta dolar AS (9,18 persen). Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 77,18 persen dari total impor Sulawesi Tenggara pada Januari-September 2020.

“Menurut golongan penggunaan barang, selama September 2020 golongan bahan baku/
penolong memberikan peranan terbesar yaitu 91,71 persen dengan nilai 103,96 juta dolar AS,” beber Agnes Widiastuti.

Selama Januari-September 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikan sebesar 1,56 juta dolar AS (171,78 persen), bahan baku penolong mengalami kenaikan sebesar 58,92 persen atau senilai 325,73 juta dolar AS dan barang modal turun 5,25 persen atau senilai 12,06 juta dolar AS. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy