Minum Kopi, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Minum Kopi, Oleh : Prof. Eka Suaib


KENDARIPOS.CO.ID — Ini percakapan ringan dengan Dr.Hariman Satria, dosen UMK Kendari. Sudah lama berinteraksi dengan ilmuwan muda yang satu ini. Baru pada kesempatan langka ini dapat bertukar pikiran tentang apa saja. Saat bertemu banyak yang diperbincangkan. Salah satunya, minum kopi. Kata Hariman Satria, minum kopi itu banyak inspirasi yang didapat. KH. Agussalim, yang juga perokok, tidak mendapat inspirasi saat merokok, tapi saat minum kopi. Ringkasnya, saat minum kopi, ada gagasan dan ide. Setidaknya itu yang terjadi pada KH. Agussalim.

Prof. Dr. Eka Suaib

Siapa yang tidak kenal KH.Agussalim. Menteri Luar Negeri Periode 1946-1947, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Andal dalam urusan melobi. Ia juga dapat menerangkan sesuatu sangat menarik. Anggapan itu dituturkan oleh Prof. Schermerhorn. Menurutnya, bercakap-cakap dengan KH. Agus Salim tidaklah sangat sulit. Soalnya, ia tidak merasa keberatan untuk diajak ngobrol. Tidak heran jika KH.Agussalin diandalkan untuk urusan diplomasi.

Pembaca. Catatan ini tidak membicarakan tentang otobiografi KH. Agussalim, tapi melihat salah satu hobinya: minum kopi. Hobi itu kemudian yang kini banyak ditiru oleh banyak kalangan. Lihat saja di Kota Kendari. Banyak muncul warung kopi (Warkop). Saat Presiden Jokowi melakukan kampanye ke Kota Kendari berkunjung ke Warung Kopi H. Anto. Lengkap sudah tagline Warkop H. Anto, jika mau jadi anggota DPRD, bupati dan gubernur, maka lokasinya di Warkop Anto. Kini, bisa ditambah, jika ingin mau jadi Presiden, datang ke Warkop H. Anto.

Minum kopi, ngopi, menjadi salah satu simbol pergaulan masa kini. Jika ada kesempatan untuk berkumpul dengan teman dan sahabat. Atau untuk pertemuan panitia dalam jumlah yang terbatas. Juga membicarakan agenda organisasi. Tempat yang dipilih adalah warung kopi.

Jadi, tak pelak minum kopi memiliki multi fungsi. Sarana melepaskan kejenuhan dengan rutinitas sehari-hari. Bisa juga membangun relasi, sekedar membicarakan persoalan hidup sehari-hari. Semua dilakukan dengan cara santai sambil minum kopi.

Semua kalangan memanfaatkan ruang publik ini. Para fungsionaris sering menjadikan warung kopi sebagai ajang konferensi pers. Bahkan beberapa warkop pernah menyelenggarakan event talkshaw, dialog, dan pertemuan. Para aktivis, pengamat, jurnalis sering bertemu di warung kopi untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi informasi.

Dalam waktu belakangan, penikmat setia warkop pun mengorganisasikan dirinya dalam suatu komunitas warkop sebagai wadah aspirasi mereka untuk membuat kegiatan. Seperti permainan domino dan nonton bareng. Akibat trend seperti itu, maka kini hadirnya warung-warung kopi juga sudah menyediakan berbagai fasilitas seperti wifi. Bahkan tidak jarang juga ada fasilitas karaoke. Tak pelak, minum kopi, bukan sekedar untuk melepas dahaga, tetapi gaya hidup.

Kopi juga dapat dilabelkan dengan demokrasi kedai kopi. Itu kata Sjafei, dalam buku yang ditulis oleh Prof.Dr. Ahmad Syafii Maarif. Demokrasi kedai kopi adalah demokrasi yang baru sampai pada upaya bagaimana menjatuhkan atau mencegah pihak lawan jangan menang. Meskipun yang dikatakan lawan itu benar.

Tampaknya apa yang diungkapkan oleh Sjafei itu benar. Kita sudah berdemokrasi, benarkah demokrasi berbuat untuk kebajikan bersama? Atau, orang hanya menafsir demokrasi sekedar pemilu yakni rotasi kepemimpinan. Itulah makna demokrasi yang banyak dipahami. Bahwa urusan sudah selesai jika sudah selesai melakukan pilkada, pemilu, pergantian pemimpin.

Bagi yang paham demokrasi, pemaknaan seperti itu terasa pahit. Tapi, justru itulah yang menarik, karena pahitnya demokrasi justru menjadi tanggung jawab semua warga untuk merawatnya. Sama dengan minum kopi, pahitnya kopi membuatnya sang penikmat kopi justru menikmatinya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy