Meredam Konflik Pilkada, Polda Sultra Siagakan 1.841 Personel – Kendari Pos
Nasional

Meredam Konflik Pilkada, Polda Sultra Siagakan 1.841 Personel

Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya

KENDARIPOS.CIO.ID — Polda Sultra tak ingin ada konflik mewarnai jalannya pemungutan suara pilkada serentak 9 Desember 2020. Wilayah rawan sudah dipetakan untuk memudahkan mendeteksi dini potensi konflik. Ada kategori rawan dan kurang rawan. Polda Sultra bersiaga mengamankan Pilkada di tujuh daerah. Mengawal suara rakyat, menuju pilkada aman.

Sesungguhnya, sejak genderang Pilkada ditabuh, Polda Sultra sudah mulai melakukan pengamanan (PAM) di tujuh daerah. Puncaknya, pemungutan suara pilkada serentak 9 Desember 2020, Polda Sultra menyiagakan 1.841 personel. Seribuan personel itu dari Polda Sultra, 300 personel Brimob dan personel dari Polres-polres.

Kombes Pol Ferry Walintukan

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, untuk pengamanan Pilkada serentak, Polda Sultra menurunkan 1.841 personel. Dalam pengamanan pilkada, Polda Sultra akan memaksimalkan kekuatan yang ada. Bahkan dimungkinkan jumlah personel PAM Pilkada bakal bertambah sesuai konstelasi politik yang berkembang di arena Pilkada.

“Konsentrasi pengamanan terfokus pada proses kampanye yang dimulai 26 September hingga 5 Desember 2020. Personel yang disebar sudah diminta oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya agar optimal menjaga suasana tetap kondusif. Mulai dari awal pelaksanaan kampanye, hingga hari pemungutan suara 9 Desember 2020,” ujar Kombes Ferry Walintukan kepada Kendari Pos, Minggu (22/11) kemarin.

Tujuh daerah di Sulawesi Tenggara yang menyelenggarakan pilkada serentak yakni Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka Timur, Buton Utara, Kabupaten Muna, dan Wakatobi. Polda Sultra telah memetakan kerawanan dalam Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah dengan alat ukur Indeks Potensi Kerawanan Pilkada (IPKP) tahap tiga. IPKP itu terdiri dari enam dimensi, 23 variabel, dan 171 indikator.

“Enam dimensi yang dimaksud ialah disiplin protokol kesehatan, penyelenggara pemilu, peserta (kontestan pilkada), partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dan ambang gangguan,” ungkap Kombes Ferry Walintukan.

“Enam dimensi itu menjadi catatan kepolisian untuk dijadikan pedoman dalam rangka melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, atau terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang jadi dasar pengamanan oleh satuan kepolisian,”sambung Kombes Pol Ferry Walintukan.

Lebih lanjut ia mengatakan seluruh kekuatan yang dilibatkan dalam tiap tahapan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kebutuhan dari masing-masing wilayah. Berdasarkan indeks potensi kerawanan pilkada tahap tiga yang diestimasi Polda Sultra, wilayah Pilkada yang masuk kategori rawan yakni Kabupaten Muna dengan skor 49,29 diikuti dengan Kabupaten Buton Utara dengan skor 47,99. Sedangkan lima daerah lainnya, masuk kategori kurang rawan.

Sebelumnya, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan untuk melancarkan perhelatan Pilkada di tujuh kabupaten tersebut, Polri bersinergi dengan jajaran TNI dan selalu berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu, pemerintah daerah serta pihak terkait di wilayah masing-masing.

Karena Pilkada digelar di tengah Covid-19, Kapolda Sultra berharap kesadaran tinggi semua elemen untuk menaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Polda akan mengedepankan pendekatan persuasif kepala khalayak sehingga diharapkan kesadarannya untuk taat prokes pencegahan Covid-19.

“Kita tidak ingin rangkaian pilkada ini menjadi sumber klaster baru penyebaran Covid-19. Kita ketahui bersama pemilihan kepala daerah merupakan hak yang dijamin konstitusi, sehingga harus kita dukung. Kami dari Polda Sultra siap mengamankan Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara,” ujar Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya.

Untuk diketahui, sebagai bentuk kesiapan PAM Pilkada, Polda Sultra menyiapkan personelnya agar terampil menghadapi dan mengantisipasi potensi konflik sosial dan antisipasi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Sultra.

Kesiapan personel itu melalui latihan sistem pengamanan kota (sispamkota) dengan metode gladi posko dan Tactical Floor Game (TFG). Latihan itu dipimpin Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya. TFG merupakan bagian dari rangkaian Operasi Mantap Praja Anoa 2020 yang bertujuan untuk menguji rencana kontingensi dan rencana pengamanan setiap tahapan Pilkada 2020 sehingga mendapatkan gambaran cara bertindak baik dari segi taktis maupun teknis.

Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatkaan TFG merupakan bagian dari skenario latihan untuk mematangkan rencana Sispamkota. Dengan kegiatan ini, berbagai langkah-langkah yang akan dilakukan disesuaikan dengan urutan, waktu dan kebutuhan latihan.

“Tujuan pelaksanaan TFG ini agar personel yang terlibat dapat memahami tugas pokok, fungsi, dan peranannya masing-masing baik pada saat situasi aman maupun situasi kontingensi serta menentukan pola pengamanan terhadap perkembangan situasi terkait penyebaran Covid-19,” ujar Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, kemarin.

Mantan Wakapolda Sultra menambahkan latihan ini untuk menghindari terjadinya kesalahan dan agar personel memiliki kemampuan mengantisipasi hambatan yang akan dihadapi pada saat bertugas di lapangan. Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya optimistis dengan persiapan matang jelang pilkada akan mewujudkan sosok Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta aparat penegak hukum yang mahir, terpuji, patuh hukum dan dipercaya masyarakat. (ndi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy